Google Hapus 25 Aplikasi Jahat dari Play Store

Telset.id, Jakarta  – Google menghapus 25 aplikasi jahat dari Play Store. Aplikasi tersebut mengandung malware yang berbahaya bagi perangkat Android maupun si pengguna. Di dalamnya terdapat kode berbahaya.

Selama ini, Play Store adalah rumah bagi jutaan aplikasi. Dan baru-baru ini, 25 aplikasi terpantau mencuri kredensial pengguna Facebook. Menurut laporan Phone Arena, aplikasi-aplikasi nakal itu telah dihapus dari Play Store.

{Baca juga: Google Hapus Aplikasi Populer Remove China Apps}

Aplikasi tersebut terdiri atas berbagai jenis, mulai permainan kartu hingga aplikasi senter. Secara total, aplikasi-aplikasi itu telah mengumpulkan lebih dari dua juta unduhan dan semuanya berisi kode berbahaya yang sama.

Cara kerja malware adalah dengan menunggu pengguna meluncurkan aplikasi yang dibuat oleh Facebook. Kemudian, ia dengan cepat membuka tab baru di browser atau peramban dengan halaman login Facebook palsu.

Seperti dikutip Telset.id, Senin (6/7/2020), pengguna kemudian akan memasukkan rincian login Facebook dan malware segera menyalin. Tak butuh waktu lama, malware bakal mengirimkannya ke server atau peladen tertentu.

Pengguna yang mengerti teknologi kemungkinan akan melihat switcheroo dan tidak akan terperangkap dalam trik itu. Namun, anak-anak atau orangtua bakal mudah mengikuti dan menjadi korban malware tersebut.

{Baca juga: Google Hapus 200 Aplikasi Terinfeksi Malware di Play Store}

Itulah mengapa penting untuk selalu memastikan aplikasi yang Anda instal adalah sah. Biasakan membaca komentar untuk melihat apakah ada peringatan tentang aplikasi yang akan diinstal di gadget Android maupun iOS.

Sebelumnya, Google juga menghapus lebih dari 200 aplikasi di Google Play Store mengandung malware iklan atau adware.

Adware ini bisa menyebabkan ponsel menampilkan iklan di luar aplikasi, mengarahkan pengguna ke situs dan tautan tertentu, dan bahkan mengunduh aplikasi yang sama sekali baru.

Perusahaan keamanan siber Check Point telah melaporkan adanya aplikasi jahat ini pada Google, yang telah mengonfirmasi bahwa mereka telah memblokir aplikasi-aplikasi bermasalah itu dari Play Store.

Sayangnya, seperti dilansir TechCrunch, aplikasi yang mengandung malware ini telah diunduh sebanyak lebih dari 150 juta kali sebelum Google memblokirnya, menurut data statistik Play Store. [SN/HBS]

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here