Logo FGV Capital di kantor perusahaan dengan latar modern

FGV Capital Gabungkan Bisnis Konsultasi dan Dana Ventura

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️4 menit membaca
Bagikan:
  • Fiat Ventures resmi berganti nama menjadi FGV Capital, menggabungkan divisi konsultasi dan ventura
  • Meluncurkan dana kedua senilai US$35 juta dengan fokus pada fintech, AI, healthcare, dan commerce
  • General Partner: Marcos Fernandez dan Drew Glover
  • LP yang terlibat: Reinsurance Group of America, MassMutual, dan Bank of America
  • Target mendanai 25 perusahaan dengan cek US$1-1,5 juta per perusahaan
  • Telah mendanai 13 perusahaan, total portofolio sekitar 40 perusahaan termasuk Wagmo dan Possible Finance
  • Dana pertama perusahaan sebelumnya senilai US$25 juta
  • Model full-stack memungkinkan sinergi antara investasi, konsultasi, dan kemitraan LP

Telset.id – Fiat Ventures resmi menggabungkan divisi konsultasi pertumbuhan dan ventura ke dalam satu brand baru bernama FGV Capital. Langkah ini diumumkan bersamaan dengan peluncuran dana kedua perusahaan senilai US$35 juta.

Keputusan ini diambil untuk membantu para founder, baik yang tergabung dalam portofolio maupun di luar itu, dalam menyusun strategi go-to-market. General Partner FGV Capital, Marcos Fernandez dan Drew Glover, menyampaikan hal tersebut dalam wawancara dengan TechCrunch.

Sebelumnya, divisi konsultasi beroperasi dengan nama Fiat Growth. Layanan ini menawarkan bantuan kepada startup terkait scaling, bisnis, dan strategi go-to-market. Selain itu, klien juga mendapatkan akses ke jaringan eksekutif industri yang dimiliki perusahaan.

Justru dari titik tumpang tindih inilah Fernandez dan Glover melihat potensi eksposur dan pertumbuhan yang lebih besar. Glover mengungkapkan bahwa penggabungan konsultasi pertumbuhan dengan firma ventura telah membantu mereka memenangkan posisi di cap table startup.

Alasannya, para founder menyadari bahwa mereka bisa mengakses jaringan advisory jika menerima pendanaan dari FGV. Meski demikian, Glover menegaskan bahwa bisnis konsultasi dan kendaraan investasi akan tetap beroperasi sebagai entitas terpisah.

Ia juga memastikan bahwa ada “proses yang jelas” untuk mencegah hubungan bisnis mempengaruhi keputusan investasi. “Tujuannya adalah menggunakan infrastruktur FGV yang lebih luas untuk memberi tim investasi kami informasi yang lebih baik dan konteks yang lebih dalam, bukan mempengaruhi hasil akhir,” ujar Glover.

Dana kedua FGV Capital ini memiliki tesis yang berfokus pada persimpangan fintech dengan bidang-bidang seperti AI, layanan kesehatan, commerce, dan industri lainnya. Proses penghimpunan dana ini memakan waktu sekitar 18 bulan.

Fernandez dan Glover mengaku sengaja mencari komposisi limited partner (LP) yang “bisa melakukan lebih dari sekadar menyediakan modal”. Mereka menginginkan LP yang mampu memberikan bimbingan bisnis kepada perusahaan portofolio.

Beberapa LP yang terlibat dalam dana ini antara lain Reinsurance Group of America, MassMutual, dan Bank of America. Di tengah lingkungan ventura di mana manajer dana pemula kesulitan menarik perhatian LP, FGV bertaruh bahwa model gabungan ini bisa membantu mereka menarik LP dan startup sekaligus memberikan imbal hasil yang lebih baik.

Glover juga menyebutkan bahwa FGV memiliki program untuk membantu perusahaan portofolio dari para LP-nya agar bisa melakukan scaling. Perusahaan juga menghubungkan LP dengan perusahaan dari sisi advisory untuk peluang kemitraan.

“Di situlah model full-stack menjadi kuat,” kata Fernandez. “Perusahaan yang kami investasi bisa menjadi klien yang kami bantu scale. Perusahaan yang kami kerjai bisa menjadi investasi. LP bisa menjadi pelanggan atau mitra portofolio. Bagian-bagian ekosistem yang berbeda bisa menciptakan nilai satu sama lain sambil tetap beroperasi secara independen.”

Dana ini akan mengeluarkan cek senilai US$1 juta hingga US$1,5 juta ke setidaknya 25 perusahaan selama dua tahun ke depan. Hingga saat ini, FGV Capital telah mendanai 13 perusahaan dari target tersebut.

Sebelumnya, perusahaan ini berhasil mengumpulkan dana pertama senilai US$25 juta. Secara keseluruhan, FGV Capital telah mendanai sekitar 40 perusahaan, termasuk perusahaan asuransi hewan peliharaan Wagmo dan lembaga pinjaman Possible Finance.

Model bisnis yang menggabungkan layanan konsultasi dan investasi ini menjadi pembeda utama FGV Capital di tengah persaingan antar firma ventura. Pendekatan ini memungkinkan perusahaan untuk menawarkan nilai tambah yang tidak dimiliki oleh firma ventura tradisional.

Bagi para founder, keuntungan utama dari model ini adalah akses ke jaringan advisory yang luas tanpa harus membayar layanan konsultasi secara terpisah. Sementara bagi LP, mereka mendapatkan peluang untuk menjadi pelanggan atau mitra dari perusahaan portofolio.

Fernandez menambahkan bahwa tujuan akhirnya adalah membangun ekosistem di mana modal, distribusi, dan hubungan bisa saling menguatkan. “Tujuannya adalah membangun ekosistem di mana modal, distribusi, dan hubungan saling menguatkan dan di mana founder serta investor memiliki lebih banyak cara untuk menang bersama,” ujarnya.

Langkah FGV Capital ini menunjukkan tren baru di industri ventura, di mana firma mencoba menawarkan lebih dari sekadar pendanaan. Dengan menggabungkan layanan konsultasi dan investasi, mereka berupaya menciptakan nilai tambah yang lebih besar bagi semua pihak yang terlibat.

Ke depannya, keberhasilan model ini akan menjadi ujian apakah pendekatan terintegrasi seperti ini bisa menjadi standar baru di industri ventura. Namun yang jelas, FGV Capital telah mengambil langkah berani untuk membedakan diri di tengah persaingan yang semakin ketat.

Para pelaku industri akan mengamati bagaimana model full-stack ini berjalan dalam praktiknya, terutama dalam hal menjaga independensi antara bisnis konsultasi dan keputusan investasi. Komitmen Glover untuk menjaga proses yang jelas akan menjadi kunci kredibilitas model ini.

Dengan dana segar US$35 juta dan target 25 perusahaan baru, FGV Capital memasuki babak baru dalam perjalanan bisnisnya. Kombinasi antara modal, jaringan, dan layanan konsultasi menjadi modal utama mereka untuk bersaing di industri ventura yang semakin kompetitif.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.