Telset.id – Facebook mulai menguji tampilan video layar penuh saat pengguna membuka aplikasi, sebagai respons atas hilangnya 20 juta pengguna di kuartal pertama 2026. Langkah ini merupakan upaya Meta mempertahankan pengguna yang beralih ke platform pesaing seperti TikTok.
Kepala Facebook Tom Alison mengumumkan bahwa platform akan mulai menguji “pengalaman yang dibayangkan ulang” pada akhir tahun ini. Uji coba akan menempatkan sebagian pengguna ke dalam “video layar penuh saat mereka membuka aplikasi.” Meta belum memberikan contoh tampilan antarmuka eksperimental baru ini.
Uji coba akan dilakukan di negara-negara dengan preferensi tinggi terhadap konten video. Ekspansi potensial ke Amerika Serikat direncanakan pada tahun depan. Langkah ini didorong oleh pengamatan Facebook bahwa “video adalah tempat percakapan terjadi, komunitas terbentuk, dan bahkan perdagangan mulai berlangsung.”
Meskipun Facebook masih menjadi platform sosial paling populer secara global, YouTube berada di posisi kedua yang ketat. TikTok tidak jauh tertinggal setelah mencapai 1 miliar pengguna bulanan hanya tiga tahun setelah peluncuran, jauh lebih cepat dibandingkan Facebook.
Meta sebelumnya meluncurkan Reels untuk Instagram pada 2020 untuk bersaing dengan TikTok. Sekarang, Meta mencoba melakukan hal serupa dengan Facebook. Hal ini terjadi setelah Alison mengatakan kepada The Verge pada 2022 bahwa ia melihat “TikTok mengejar Facebook,” bukan sebaliknya.
Meta Hadapi Tantangan Regulasi
Di tengah persaingan dengan TikTok, Meta juga menghadapi tekanan regulasi di Eropa. Perusahaan induk Facebook dan Instagram itu harus mengubah desain adiktif platformnya atau menghadapi denda besar. Regulator Eropa menilai bahwa Meta Harus Ubah Desain Adiktif Facebook dan Instagram untuk mematuhi aturan perlindungan konsumen.
Ancaman denda yang dihadapi Meta sangat besar. Perusahaan bisa Meta Terancam Denda hingga Rp 192 triliun karena desain adiktif platformnya. Regulasi ini menjadi tekanan tambahan di tengah upaya Meta mempertahankan basis penggunanya.
Baca Juga:
Meta secara kolektif kehilangan 20 juta pengguna di kuartal pertama 2026 menurut data perusahaan sendiri. Meskipun Meta tidak merinci angka pengguna spesifik untuk masing-masing platform, penurunan ini menunjukkan tekanan kompetitif yang signifikan.
Peluncuran Aplikasi Baru
Facebook juga meluncurkan Seller, aplikasi khusus untuk penjual Marketplace. Aplikasi mirip Craigslist ini memungkinkan penjual melacak kinerja, mengelola daftar, dan mengirim pesan kepada pembeli. Sebelumnya, Facebook meluncurkan aplikasi Forum awal tahun ini untuk interaksi dengan Facebook Groups, mirip dengan komunitas subreddit di Reddit.
Perubahan juga dilakukan pada lencana verifikasi pengguna Facebook. Sebelumnya, lencana verifikasi memerlukan langganan berbayar ke Meta Verified yang mulai dari $11,99 per bulan. Sekarang, Facebook menawarkan lencana verifikasi gratis yang bisa didapatkan dengan menyelesaikan proses “verifikasi selfie sederhana.” Tujuannya membantu pengguna mengetahui bahwa profil terhubung dengan orang sungguhan.
Facebook telah berkembang menjadi campuran layanan sosial dan komersial selama bertahun-tahun. Sekarang, perusahaan juga meniru platform pesaing serupa untuk meningkatkan pengalaman penggunanya sendiri.
Langkah Facebook menguji tampilan video layar penuh menunjukkan perubahan strategi signifikan. Platform yang dulunya menganggap dirinya sebagai pengejar kini justru mengejar format yang dipopulerkan TikTok. Uji coba ini akan menjadi indikator apakah pendekatan baru Facebook mampu membalikkan tren penurunan pengguna.
Bagi pengguna yang penasaran dengan arah baru Facebook, uji coba tampilan video layar penuh akan dimulai di negara-negara tertentu akhir tahun ini. Jika berhasil, ekspansi ke Amerika Serikat direncanakan tahun depan.
Sementara itu, Meta terus berinovasi di berbagai lini produk. Perusahaan Meta Hadirkan Kembali Facebook Creator Studio sebagai aplikasi AI untuk membantu kreator konten. Langkah ini menunjukkan komitmen Meta mendukung ekosistem kreator di tengah persaingan ketat platform media sosial.
Di sisi lain, stabilitas layanan Meta menjadi perhatian. Beberapa waktu lalu, Facebook Down Lagi akibat gangguan kedua Meta dalam sepekan. Gangguan ini mempengaruhi akses pengguna ke platform dan menimbulkan kekhawatiran tentang keandalan layanan.
Perubahan strategi Facebook ini terjadi di tengah dinamika industri media sosial yang semakin kompetitif. TikTok yang mencapai 1 miliar pengguna bulanan dalam waktu singkat menjadi ancaman serius bagi dominasi Facebook. Dengan uji coba tampilan video layar penuh, Facebook berharap dapat mempertahankan penggunanya dan menarik kembali mereka yang sudah beralih ke platform lain.
Ke depannya, keberhasilan strategi ini akan sangat tergantung pada respons pengguna terhadap perubahan antarmuka. Facebook perlu menyeimbangkan antara mengadopsi format populer dan mempertahankan identitas platformnya sendiri.





Komentar
Belum ada komentar.