Facebook Kehilangan Mitra Pembasmi Hoaks, Siapa?

Telset.id, Jakarta – Snopes, perusahaan pengecekan fakta, menyatakan telah mengakhiri kerja sama dengan Facebook. Namun, Snopes tak menutup peluang untuk bermitra lagi dengan perusahaan milik Mark Zuckerberg itu maupun platform lain di masa depan.

“Kami ingin menentukan secara pasti bahwa upaya membantu platform tertentu adalah hal positif bagi komunitas online, publikasi, dan staf Snopes,” jelas pendiri Snopes, David Mikkelson, dan kepala operasi, Vinny Green, dilansir TechCrunch.

Kontrak Snopes dengan Facebook kabarnya bernilai USD 100 ribu pada 2017. Perusahaan telah berkontribusi dalam upaya Facebook memerangi berita palsu alias hoaks, terutama pada momen pemilihan presiden Amerika Serikat 2016 lalu.

{Baca iuga: Mirip Kasus Facebook, Google Bikin Aplikasi Pengumpul Data?}

“Kami menghargai jasa-jasa Snopes. Kami menghormati keputusan mereka sebagai bisnis independen,” kata Facebook. Seperti dikutip Telset.id pada Minggu (3/2/2019), Facebook juga punya 34 mitra lain dari perusahaan pengecekan fakta.

Snopes mulai menyelidiki problematika perkotaan, upaya penipuan, dan cerita rakyat pada 1994. Selanjutnya, Snopes berubah menjadi sebuah organisasi yang menyelidiki berita palsu, meme, dan fenomena online ketika permintaan meningkat.

{Baca iuga: Gagal Perangi Hoaks, Facebook Bentuk Badan Independen}

“Pengecekan fakta mungkin tidak sepenting masalah kesalahan informasi seperti mendeteksi akun palsu yang mencoba menyebarkan konten,” kata Alex Stamos, mantan kepala keamanan Facebook, yang mengunggah komentar di akun Twitter.

Ia menyebut, Snopes telah menghilangkan prasangka mitos media sosial sejak 2010. Dalam hal kerja sama dengan Facebook, Snopes telah bertugas meninjau cerita, gambar, dan video. Snopes menilai segala persoalan berdasarkan standar kebenaran.[SN/IF]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here