Mirip Kasus Facebook, Google Bikin Aplikasi Pengumpul Data?

Telset.id, Jakarta – Google memang sejak lama telah mengumpulkan data pengguna untuk dijadikan target iklan. Tetapi ada kabar mengejutkan, karena Google disebutkan telah melangkah jauh dengan membuat aplikasi Screenwise Meter yang menawarkan hadiah kepada pengguna dengan imbalan data mereka. Modus ini seperti yang dilakukan Facebook.

Dilansir Telset.id dari Ubergizmo pada Kamis (31/01/2019), media teknologi TechCrunch melaporkan bahwa bahwa Screenwise Meter Google juga diduga menyalahgunakan aplikasi khusus karyawan Apple untuk membantu menghindari App Store Apple dan mengumpulkan data tentang pengguna.

Ini mirip dengan apa yang telah dilakukan Facebook di mana baru-baru ini diketahui bahwa Facebook membayar pengguna untuk mengumpulkan data tentang mereka.

Google sejak itu merilis pernyataan kepada TechCrunch di mana mereka mengumumkan bahwa mereka akan menghapus aplikasi tersebut terlebih perangkatnya diduga melanggar privasi dari pihak Apple.

“Aplikasi Screenwise Meter iOS seharusnya tidak beroperasi di bawah program perusahaan pengembang Apple. Ini adalah kesalahan, dan kami mohon maaf. Kami telah menonaktifkan aplikasi ini di perangkat iOS,” tulis pihak Google.

{Baca juga: Uni Eropa Desak Google dkk Lebih Gencar Berantas Hoaks}

Sama seperti kasus Facebook, pihak Google juga mengatakan bahwa proyek aplikasi ini sifatnya sukarela sehingga pengguna bisa bebas untuk keluar kapan saja.

“Aplikasi ini sepenuhnya sukarela dan selalu. Kami telah dimuka dengan pengguna tentang cara kami menggunakan data mereka di aplikasi ini, kami tidak memiliki akses ke data terenkripsi di aplikasi dan pada perangkat, dan pengguna dapat memilih keluar dari program kapan saja, ” tambahnya.

Sebelumnya beredar kabar bahwa raksasa jejaring sosial besutan Mark Zuckerberg itu membayar orang secara rahasia untuk menginstal sebuah aplikasi, yang dapat mengumpulkan data pengguna.

Facebook telah membayar beberapa remaja dan dewasa dengan imbalan $ 20 atau Rp 282 ribu per bulan untuk memasang apa yang disebut aplikasi “Facebook Research” di iOS dan Android.

{Baca juga: Facebook Pakai “Orang Bayaran” Kumpulkan Data Pengguna}

Untuk menutupi keterlibatan Facebook, program ini dikelola melalui layanan pengujian beta seperti Applause, Betabound dan uTest dan disebut sebagai “Project Atlas”.

Menurut pakar keamanan, aplikasi ini memungkinkan Facebook untuk mengumpulkan data termasuk pesan pribadi di aplikasi media sosial, foto dan video untuk dikirim, email, pencarian web, dan aktivitas browsing web. [NM/HBS]

Sumber: Ubergizmo

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Smart Speaker Xiaomi Mau Dirilis, Desainnya Mirip Apple HomePod

Telset.id, Jakarta - Xiaomi tengah mempersiapkan smart speaker terbaru, yang mungkin akan bersaing dengan Apple HomePod. Hadirnya produk tersebut tercium...

Pria Misterius Beli Roket Seharga Rp 91,2 Miliar

Telset.id, Jakarta  - Seorang pria misterius beli roket seharga USD 5,6 juta atau Rp 91,2 miliar dalam sebuah pelelangan....

Trafik Internet Diprediksi Naik 40% Saat Ramadan dan Lebaran

Telset.id, Jakarta - Trafik internet saat bulan Ramadan dan lebaran di tahun 2020 ini diprediksi akan naik sebesar 40%....

Ini Produk Paling Laku di Tokopedia Selama Corona, Bisa Tebak?

Telset.id, Jakarta - Tokopedia baru-baru ini mengumumkan kategori produk paling laku di platform mereka. Produk ini dibeli masyarakat selama pandemi...

WhatsApp Batasi Forward Pesan untuk Tekan Hoaks Corona

Telset.id, Jakarta  - WhatsApp memberlakukan batasan baru untuk forward pesan (forward message) alias pesan yang diteruskan. Tujuannya, untuk menekan...
- Advertisement -