Facebook Gunakan AI untuk Deteksi Penyebaran Virus Corona

Dark Mode Facebook

Telset.id, Jakarta  – Facebook kabarnya akan menggunakan teknologi AI (artificial intelligence) atau kecerdasan buatan untuk membantu mendeteksi penyebaran virus corona. Seperti apa konsepnya?

Harus diakui, masih sulit untuk memprediksi kemunculan klaster Covid-19.  Sebab, waktu inkubasi virus sekitar 14 hari. Artinya, siapa saja bisa berjalan-jalan selama dua minggu saat terinfeksi tanpa perlu tahu.

{Baca juga: Google, Facebook, Microsoft dkk Sepakat Perangi Hoaks Corona}

Namun, Facebook berpikir mungkin dapat membantu mendeteksi penyebaran virus corona menggunakan AI. Menurut perusahaan, Covid-19 telah berkembang pesat dan muncul secara tidak terduga-duga.

Menurut Facebook, manuver virus corona semakin hari semakin sulit ditebak sehingga menghambat rencana pembukaan kembali di beberapa negara bagian dan memperkenalkan hotspot baru di negara lain.

“Kami berkomitmen untuk membantu menjaga orang-orang tetap aman dan mendapat informasi kredibel tentang virus corona. Kami menerbitkan alat pendeteksi yang didukung oleh teknologi AI,” kata Facebook.

Menggunakan AI untuk mendeteksi penyebaran virus corona, seperti dikutip Telset.id dari Ubergizmo, Rabu (21/10/2020), Facebook berharap dapat memberi waktu pemerintah untuk mengantisipasi.

{Baca juga: 10 Tips Facebook Ini Bantu Kamu Identifikasi Hoaks soal Corona}

Saat ini, alat AI Facebook hanya akan digunakan di Amerika Serikat. Belum tahu apakah perangkat AI buatan Facebook bisa diakses di negara lain. Semoga jerih payah Facebook benar-benar membuahkan hasil.

Sebelumnya, Facebook dikabarkan akan membuat peta sebaran corona. Untuk itu, mereka akan bertanya kepada beberapa pengguna di Amerika Serikat (AS) tentang kesehatan dalam upaya untuk memberi peneliti lebih banyak informasi tentang pasien Covid-19.

Facebook akan menempatkan tautan di atas News Feeds beberapa pengguna untuk mengarahkan ke survei yang dapat membantu peneliti dalam menentukan sumber daya perawatan kesehatan paling dibutuhkan untuk membuat peta sebaran corona.

“Survei Pusat Penelitian Delphi Universitas Carnegie Mellon akan digunakan untuk menghasilkan wawasan baru tentang cara menanggapi krisis, termasuk peta panas gejala yang dilaporkan sendiri,” tulis Facebook.

{Baca juga: Begini Cara Facebook Bikin Peta Sebaran Corona}

Menurut New York Post, informasi yang dikumpulkan dapat membantu sistem kesehatan untuk merencanakan sumber daya dibutuhkan. Jika metode itu berhasil, Facebook akan menerapkan peta sebaran corona buatannya secara global.

Akan ada tiga alat baru sebagai bagian dari proyek. Pertama adalah peta lokasi bersama yang membantu memprediksi di mana kasus Covid-19 akan muncul berikutnya. [SN/HBS]

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here