Selesai Uji Coba, Kapan Twitter Rilis Fitur “Baca Sebelum Retweet”

Telset.id, Jakarta – Uji coba fitur “baca sebelum retweet” yang dilakukan Twitter sejak awal tahun ini berjalan sukses. Selanjutnya, kapan fitur tersebut akan resmi dirilis untuk publik?

Awal tahun ini, Twitter meluncurkan semacam uji coba di smartphone. Setiap ingin retweet tautan ke sebuah artikel, pengguna diminta untuk membuka dan membaca terlebih dahulu supaya tahu isi dan fakta di dalamnya.

{Baca juga: AI Twitter Cenderung Berlaku Rasis soal Preview Foto?}

Gagasan dari fitur “baca sebelum retweet” adalah Twitter ingin pengguna mendapatkan manfaat baik dari artikel terkait sebelum memutuskan untuk melakukan retweet. Menurut Twitter, tampaknya percobaan itu benar-benar berjalan sesuai rencana.

Seperti dikutip Telset.id dari Ubergizmo, Jumat (25/9/2020), Twitter mengklaim bahwa berdasarkan apa yang ditemukan selama eksperimen, 40 persen lebih banyak pengguna benar-benar mengklik dan membaca artikel.

Mereka juga melihat bahwa jumlah orang yang mengklik artikel sebelum melakukan retweet meningkat 33 persen. Beberapa orang akhirnya tidak melakukan retweet setelah membaca artikel yang dibaca tersebut.

Kadang-kadang, beberapa publikasi berjudul clickbait yang dirancang untuk memancing tanggapan memang menyesatkan pembaca. Tak sedikit orang yang membagikan artikel seperti itu dengan maksud yang salah.

Kebiasaan tersebut mengakibatkan penyebaran informasi yang salah. Twitter sekarang sedang berupaya untuk menghadirkan fitur “cek dan ricek” itu kepada lebih banyak pengguna di berbagai negara di dunia.

Ngomong-ngomong soal fitur baru, belum lama ini Twitter juga menambahkan deskripsi insformasi khusus trending topic agar netizen bisa memahami dan mengikuti topik yang lagi trending atau viral.

{Baca juga: Twitter Wajibkan Netizen ‘Mikir Dulu’ Sebelum Retweet}

Mengutip dari Ubegizmo, Twitter memberikan deskripsi mengenai konteks kata kunci untuk setiap topik yang sedang viral. Dengan ini, netizen akan mengerti makna dari topik yang sedang ramai diperbincangkan.

Deskripsi itu nantinya akan dibuat dalam bentuk tweet yang disematkan atau pinned pada topik yang sedang tren. Di sana, akan dijelaskan mengapa sebuah kicauan bisa jadi trending topic di Twitter. [SN/IF]

 

 

SourceUbergizmo

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest Articles

- Advertisement -