📑 Daftar Isi

Ilustrasi logo aplikasi Instagram pada layar ponsel yang menunjukkan pengaturan akun privat

Eksperimen Buktikan Akun Instagram Privat Masih Bisa Dilacak

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
  • Eksperimen Compare the Market membuktikan akun Instagram privat masih bisa dilacak oleh investigator berlisensi
  • Investigator berhasil menemukan alamat 7 dari 9 relawan, tercepat dalam 15 menit dengan petunjuk pertama dalam 50 detik
  • Empat relawan menggunakan akun privat namun tetap teridentifikasi lokasinya
  • Investigasi mengungkap 4 denah properti dan memastikan satu relawan sedang berlibur
  • Pakar OSINT Colin Crowden menjelaskan kombinasi data publik menciptakan kerentanan
  • Lima langkah proteksi: tunda posting liburan, review privasi, koordinasi keluarga, matikan geotagging, audit jejak digital
  • Rekomendasi tambahan: kombinasikan dengan keamanan rumah fisik dan cek polis asuransi

Telset.id – Keyakinan bahwa mengunci akun Instagram dengan mode privat cukup untuk melindungi privasi ternyata keliru. Sebuah eksperimen yang dilakukan oleh Compare the Market membuktikan bahwa seorang investigator berlisensi tetap bisa menemukan alamat rumah pemilik akun privat hanya dengan informasi yang tersedia di publik.

Percobaan ini melibatkan sembilan relawan yang diminta untuk menyembunyikan informasi pribadi mereka. Dari jumlah tersebut, empat orang menggunakan akun Instagram privat. Hasilnya, investigator berhasil mengidentifikasi alamat tujuh dari sembilan relawan, dengan waktu tercepat hanya 15 menit dan petunjuk pertama ditemukan dalam 50 detik.

Eksperimen ini dilakukan oleh Colin Crowden, Intelligence Director di Global Protect sekaligus pakar Open-Source Intelligence (OSINT). Crowden mengungkapkan bahwa temuan ini menantang asumsi umum bahwa pengaturan privasi akun sudah cukup untuk memberikan perlindungan menyeluruh.

Instagram app logo on a phone display

Data Publik yang Bocor dari Akun Privat

Selain menemukan alamat rumah, investigasi ini juga mengungkap empat denah properti lengkap yang menampilkan tata letak bagian dalam rumah para relawan. Temuan yang lebih mengkhawatirkan, Crowden berhasil memastikan bahwa salah satu relawan sedang berlibur, sehingga propertinya dipastikan dalam keadaan kosong.

Kecepatan pengumpulan informasi ini menyoroti celah keamanan yang kritis. Crowden menjelaskan bahwa informasi yang dibagikan oleh teman dan keluarga, tag lokasi dari unggahan lama, detail properti yang terlihat di foto, serta data dari sumber online lain turut membentuk gambaran yang lebih utuh tentang seseorang.

“Informasi yang tampak tidak berbahaya jika berdiri sendiri bisa menjadi jauh lebih mengungkapkan ketika dilihat bersama informasi publik lain yang tersedia. Ini bukan soal satu unggahan yang menciptakan risiko keamanan; ini tentang bagaimana berbagai informasi berbeda dapat terakumulasi seiring waktu,” jelas Crowden.

Eksperimen ini menunjukkan bahwa kombinasi sumber data, bukan satu unggahan tunggal, yang menciptakan kerentanan. Meskipun akun Instagram Anda privat, foto yang ditandai oleh teman, check-in publik, atau detail kecil di latar belakang foto dapat membocorkan lokasi dan informasi rumah Anda.

Helen Phipps, pakar asuransi rumah dari Compare the Market, bekerja sama dengan Crowden untuk menyusun rekomendasi konkret guna mengurangi jejak digital pengguna. Rekomendasi ini mencakup langkah-langkah praktis yang bisa langsung diterapkan.

Lima Langkah Praktis Mengurangi Jejak Digital

Rekomendasi pertama adalah menunda membagikan foto liburan hingga tiba di rumah. Membagikan momen secara real-time memungkinkan orang lain mengetahui bahwa properti Anda sedang kosong. Jika tetap ingin mengunggah saat bepergian, hindari menyebutkan lokasi pasti atau durasi kepergian.

Kedua, tinjau pengaturan privasi sebelum bepergian. Periksa siapa yang dapat melihat unggahan, story, dan konten yang menandai Anda. Pertimbangkan untuk mengatur akun menjadi privat dan meninjau daftar pengikut agar pembaruan liburan hanya terlihat oleh orang yang Anda percaya. Langkah ini hanya membutuhkan beberapa menit tetapi secara signifikan membatasi eksposur.

Ketiga, koordinasikan dengan teman dan keluarga. Orang terdekat dapat secara tidak sengaja membocorkan informasi Anda. Minta mereka untuk tidak membagikan pembaruan real-time jika bepergian bersama atau mengunggah foto properti jika sedang menjaga rumah. Banyak orang tidak menyadari bahwa menandai Anda dalam unggahan atau membagikan detail lokasi dapat membahayakan keamanan Anda.

Keempat, matikan tag lokasi otomatis. Nonaktifkan geotagging di pengaturan media sosial Anda sepenuhnya. Di Instagram, ini memerlukan pencabutan akses langsung melalui pengaturan sistem ponsel di bawah menu Privasi & Keamanan (iOS) atau Aplikasi (Android), bukan di dalam aplikasi itu sendiri. Berbagi lokasi dapat secara tidak sengaja mengungkapkan keberadaan Anda bahkan saat tidak mengunggah secara real-time.

Kelima, audit jejak digital Anda secara berkala. Cari nama Anda sendiri di internet untuk melihat detail pribadi apa yang dapat diakses publik, lalu hapus hal-hal yang membahayakan privasi. Berikan perhatian khusus pada unggahan media sosial lama yang menampilkan nomor rumah, rambu jalan, pelat nomor kendaraan, atau landmark yang dapat dikenali.

Selain langkah digital, Compare the Market juga merekomendasikan kombinasi dengan keamanan rumah klasik. Atur timer lampu untuk menciptakan kesan ada orang di rumah, periksa semua kunci, aktifkan sistem alarm, dan minta tetangga untuk mengumpulkan pos serta mengelola tempat sampah agar rumah terlihat berpenghuni. Pastikan polis asuransi rumah Anda mencakup durasi perjalanan dan tinjau ketentuan yang berlaku saat properti tidak dihuni.

Investigasi ini mengangkat pertanyaan penting tentang privasi di era digital. Setiap pengguna perlu menyadari bahwa pengaturan akun privat bukanlah tameng sempurna, melainkan hanya salah satu lapisan dari keseluruhan strategi perlindungan data pribadi.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.