Edward Snowden “Ajarin” FBI Cara Bobol iPhone

Telset.id, Jakarta – Penolakan Apple atas permintaan Biro Investigasi Federal AS (FBI) untuk memberikan akses backdoor terkait penyelidikan terduga terorisme di San Bernardino mendapat beragam tanggapan dari berbagai pihak. Ada yang mendukung, tapi ada juga yang menyalahkan Apple.

Apple mendapat dukungan dari beberapa perusahaan teknologi raksasa seperti Google, Facebook, dan bahkan rival abadinya, Samsung. Namun tak sedikit juga yang menentang pendapat Apple, seperti pendiri Microsoft Bill Gates dan John McAfee, ahli cybersecurity dan juga founder software antivirus McAfee.

Bahkan nama terakhir ini menawarkan jasa kepada FBI untuk membuka akses tersebut. McAfee mengatakan bersedia membantu membuka akses backdoor, asalkan pihak Federal tidak “mengganggu” Apple.

[Baca juga: John McAfee Klaim Bisa Bobol ‘Pintu Belakang’ iPhone]

Menariknya, kekisruhan ini juga mengundang perhatian Edward Snowden. Pembocor dokumen CIA ini memiliki pendapat yang berbeda dalam memandang kasus ini. Snowden mengatakan bahwa FBI sebenarnya berbohong, karena sebenarnya FBI dianggapnya bisa saja membobol iPhone tanpa perlu bantuan Apple.

“FBI mengatakan bahwa Apple memiliki kemampuan “teknis eksklusif” untuk membuka kunci iPhone,” ujar Snowden saat berbicara dalam konferensi Common Cause’s Blueprint for Democracy, yang Telset.id kutip dari 9to5mac, Jumat (11/3/2016).

“Tapi dengan segala hormat, menurut saya itu cuma omong kosong,” ketusnya

Snowden berpendapat, bahwa FBI sebenarnya memiliki opsi lain yang bisa dilakukan sendiri, selain meminta tolong langsung kepada Apple sebagai pembuat iPhone.

Sebelumnya, ia memang sudah pernah membeberkan metode untuk membobol sistem pengamanan iPhone, yang secara otomatis akan menghapus data apabila pengguna salah memasukkan kode PIN sebanyak 10 kali.

Cara yang diberikan Snowden adalah dengan menyalin keseluruhan isi memori flash iPhone. Chip NAND flash yang menyimpan memori tersebut dilepas untuk dibaca dengan alat khusus yang mampu membaca dan menulis (flashing) ke NAND.

Setelah itu chip kemudian dipasang kembali untuk mencoba serangkaian kombinasi PIN. Jika masih gagal, FBI tinggal mengulangi kembali cara yang sama dan menyalin kopi memori ke chip NAND iPhone yang isinya telah terhapus.

Cara ini bisa dilakukan berulang-ulang hingga akhirnya menemukan kombinasi PIN yang cocok. Snowden menyindir, metode seperti yang dia ajarkan tadi bisa dilakukan oleh banyak penyedia jasa data recovery, apalagi lembaga sekelas FBI, masa gak bisa.[HBS]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here