Telset.id β Indonesia mengirimkan 20 peserta yang berkompetisi dalam 17 bidang keterampilan pada WorldSkills Competition ke-48 yang digelar di Shanghai, China. Delegasi ini menampilkan talenta generasi muda sekaligus memperlihatkan semakin luasnya kemitraan pendidikan vokasi Indonesia dengan China, termasuk keterlibatan pertama kali di bidang 3D Digital Game Art.
Adrianus Patiung, ketua Tim Kerja Peserta Didik Direktorat Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) Republik Indonesia (RI) sekaligus ketua delegasi, mengapresiasi ketenangan para peserta muda di arena yang memiliki luas 360.000 meter persegi tersebut. Menurutnya, apa pun hasil akhirnya, kompetisi ini menjadi tolok ukur kualitas pendidikan vokasi Indonesia.
Partisipasi Indonesia di WorldSkills Competition 2026 bukan sekadar ajang unjuk kemampuan. Ajang ini menjadi cermin arah kebijakan pendidikan vokasi nasional yang semakin menyelaraskan ruang kelas dengan kebutuhan industri, sejalan dengan berbagai inisiatif penguatan lulusan SMK yang tengah berjalan di dalam negeri.
AI Jadi Mata Pelajaran Pilihan di Sekolah Indonesia
Terkait perkembangan teknologi, Didik Suhardi, staf khusus Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Bidang Manajemen dan Kelembagaan, mengatakan bahwa kecerdasan buatan (AI) dan pemrograman kini menjadi mata pelajaran pilihan di sekolah-sekolah Indonesia. Ia memandang AI sebagai βsupertoolβ yang memberdayakan tenaga kerja terampil, bukan sebagai pengganti mereka.
Didik menekankan bahwa meskipun AI dapat membantu dalam simulasi, ketepatan manusia tetap sangat penting. Prinsip yang dipegang adalah manusia memegang kendali, AI sebagai pendukung. Pandangan ini sejalan dengan diskursus global soal peran AI di dunia kerja, termasuk soal sejauh mana teknologi tersebut mengubah lanskap ketenagakerjaan.
Dalam konteks pendidikan vokasi, kebijakan ini menempatkan AI bukan sebagai ancaman, melainkan sebagai keterampilan pendukung yang memperkuat kompetensi lulusan SMK. Peserta didik didorong memahami pemanfaatan AI untuk simulasi dan produktivitas, tanpa mengesampingkan ketelitian dan pengambilan keputusan oleh manusia.
Baca Juga:
Sinergi Link and Match dan Teaching Factory
Arie Wibowo Khurniawan, direktur SMK di bawah Direktorat Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus Kemendikdasmen RI, menjelaskan bahwa sinergi pendidikan bilateral menjembatani ruang kelas dan dunia industri. Kerja sama tersebut berfokus pada menyelaraskan pendidikan dengan kebutuhan bisnis, industri, dan dunia kerja, yang disebut sebagai link and match.
Investasi China di Indonesia turut mendorong pengembangan kurikulum bersama dan pembangunan teaching factory. Melalui skema ini, lulusan SMK diharapkan dapat memperoleh pekerjaan dengan lebih cepat karena kompetensi yang diperoleh selaras dengan kebutuhan nyata di lapangan.
Pendekatan link and match menempatkan dunia usaha dan dunia industri sebagai mitra aktif dalam penyusunan kurikulum. Dengan begitu, keterampilan yang diajarkan di sekolah tidak berhenti pada teori, tetapi langsung terhubung dengan praktik kerja yang dibutuhkan perusahaan.
Kemitraan pendidikan vokasi dengan China dalam WorldSkills Competition ke-48 juga memperlihatkan dimensi diplomasi yang lebih luas. Kompetisi ini tidak hanya menguji keterampilan teknis, tetapi juga memperkuat jaringan antara peserta muda, sekolah, dan industri lintas negara.
Bagi Indonesia, keikutsertaan dalam 17 bidang keterampilan menunjukkan cakupan kompetensi yang diperlombakan cukup beragam. Debut di bidang 3D Digital Game Art menandai masuknya Indonesia ke ranah keterampilan digital kreatif yang semakin relevan dengan industri teknologi.
Didik Suhardi berharap kerja sama dengan lembaga-lembaga Tiongkok di bidang energi terbarukan, kendaraan listrik, dan ekonomi digital dapat semakin diperdalam melalui pelatihan bersama dan sertifikasi keterampilan yang saling diakui. Harapan ini disampaikan dalam menyongsong visi Indonesia Emas 2045.
Menengok pertukaran antarpemuda, Didik menyatakan bahwa keterampilan adalah bahasa universal yang menyatukan, dan persahabatan yang dibangun oleh generasi muda ini merupakan fondasi bagi hubungan Indonesia-Tiongkok yang semakin erat.
Bagi dunia pendidikan vokasi dalam negeri, agenda penguatan kompetensi lulusan juga berjalan melalui berbagai program pelatihan dan sertifikasi. Sejumlah inisiatif menyoroti pentingnya mutu pelatihan agar benar-benar berdampak pada kesiapan kerja, sejalan dengan prinsip link and match yang diusung Kemendikdasmen.
Peserta yang tampil di Shanghai menjadi representasi dari arah tersebut. Dengan 20 peserta di 17 bidang, Indonesia menempatkan kualitas pendidikan vokasi sebagai tolok ukur yang diuji langsung di panggung kompetisi internasional.
WorldSkills Competition ke-48 sendiri menjadi ajang pertemuan talenta muda dari berbagai negara. Arena seluas 360.000 meter persegi menjadi ruang bagi para peserta untuk menunjukkan keterampilan teknis di bidang masing-masing, termasuk bidang-bidang yang berkaitan dengan teknologi dan industri kreatif.
Dari sisi kebijakan, masuknya AI dan pemrograman sebagai mata pelajaran pilihan menunjukkan penyesuaian kurikulum terhadap perkembangan teknologi. Namun, penekanan tetap pada peran manusia sebagai pengendali, dengan AI berfungsi sebagai pendukung dalam proses kerja.
Kerja sama bilateral yang berfokus pada penyelarasan pendidikan dan kebutuhan industri juga mendorong pengembangan kurikulum bersama. Teaching factory menjadi salah satu bentuk nyata kolaborasi tersebut, menghubungkan pembelajaran di sekolah dengan praktik produksi dan kebutuhan dunia kerja.
Dengan kombinasi partisipasi di kompetisi internasional, penyesuaian kurikulum berbasis teknologi, serta kemitraan industri lintas negara, pendidikan vokasi Indonesia berada dalam fase penguatan yang bertumpu pada keselarasan antara keterampilan dan kebutuhan pasar kerja.
[INFOGRAPHIC]
Title: Indonesia di WorldSkills Competition 2026
Items:
- 20 peserta Indonesia berkompetisi di WorldSkills Competition ke-48, Shanghai.
- 17 bidang keterampilan diperlombakan, termasuk debut 3D Digital Game Art.
- Arena kompetisi seluas 360.000 meter persegi.
- AI dan pemrograman menjadi mata pelajaran pilihan di sekolah Indonesia.
- Kerja sama bilateral fokus pada link and match dan teaching factory.
- Target penguatan: energi terbarukan, kendaraan listrik, ekonomi digital.





Komentar
Belum ada komentar.