Duh, Sekolah-sekolah di AS Kehabisan Laptop

Sekolah AS kehabisan laptop

Telset.id, Jakarta  – Sekolah-sekolah di Amerika Serikat (AS) dilaporkan kehabisan laptop. Mereka kesulitan memenuhi kebutuhan komputer para siswa yang harus belajar dari rumah gara-gara virus corona.

Dulu, memiliki komputer adalah sebuah kemewahan. Hari-hari ini, mempunyai komputer hampir menjadi kebutuhan, baik untuk menyelesaikan pekerjaan maupun menunjang pendidikan siswa dan mahasiswa.

{Baca juga: Memanfaatkan Teknologi untuk Belajar di Sekolah Tapi Dari Rumah}

Pandemi Covid-19 memang membuat kebiasaan berubah total. Sekolah dilakukan secara daring. Demikian pula bagi sebagian pekerja, yang sampai sekarang masih harus menggarap pekerjaan dari rumah.

Bagi setiap siswa, meminjam komputer di perpustakaan sekolah sangatlah dimungkinkan. Namun, di tengah pandemi, mereka kesulitan mendapatkan pinjaman laptop lantaran stok di sekolah cukup terbatas.

Menurut laporan Axios, seperti dikutip Telset.id dari Ubergizmo, Senin (17/8/2020), banyak sekolah menengah di AS mulai kehabisan laptop untuk dipinjamkan ke siswa guna mendukung belajar dari rumah.

Penjualan laptop meningkat dalam beberapa bulan terakhir. Peningkatannya 20 persen sampai 40 persen setiap minggu. Hingga kini, penjualan laptop secara global belum ada tanda-tanda penurunan.

Sebaliknya, permintaan laptop jauh melebihi pasokan. Acer bahkan mengklaim cukup keteteran untuk menyediakan laptop baru guna memenuhi kebutuhan para siswa belajar secara daring dari rumah.

{Baca juga: Pandemi Corona Bikin Anak-anak Ketagihan Akses Internet}

Acer sekarang menggunakan angkutan udara untuk membantu mempercepat distribusi laptop ke negara tujuan. Acer menyatakan selalu mengupayakan ketersediaan laptop untuk memenuhi permintaan.

Sebelumnya, Kaspersky juga menemukan fakta bahwa wabah Covid-19 atau virus corona telah mengubah kebiasaan banyak orang. Dalam laporannya, Kaspersky menyatakan bahwa pandemi Covid-19 bikin anak-anak ketagihan internet.

“Pandemi saat ini menunjukkan bahwa terdapat banyak peluang yang dimiliki oleh internet, yang juga memungkinkan kita untuk melanjutkan kehidupan serta pekerjaan dengan nyaman di rumah kita,” ujar Yeo Siang Tiong, General Manager Kaspersky Asia Tenggara.

Berdasarkan data anonim yang dikumpulkan oleh Kaspersky Security Network (KSN) dari pengguna Kaspersky Safe Kids di platform Windows dan macOS di Indonesia, minat anak-anak mengakses internet meningkat selama periode Januari hingga Mei 2020.

Dapat dicatat, ketika mayoritas kegiatan sekolah di Indonesia kini beralih menggunakan pendidikan online, komunikasi melalui platform media sosial juga digunakan untuk tujuan pendidikan.

“Sangat penting bagi orang tua untuk membimbing dengan serius, mulai dari usia muda, tentang bagaimana mereka dapat belajar, berkomunikasi, dan bersenang-senang di platform online dengan aman,” sambung Yeo.

Bimbingan orang tua untuk menjaga agar anak-anak tidak terlalu ketagihan dengan internet, dan menjaganya saat mengakses internet sangatlah penting. Ini juga berguna untuk mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.

Misalnya, seorang anak yang menggunakan laptop kantor orang tuanya untuk mengunduh program yang mengandung malware. Itu dapat mengakibatkan hilangnya data pekerjaan konfidensial, serta memungkinkan surel mereka dibajak untuk meluncurkan kampanye spam. [SN/HBS]

SOURCEUbergizmo
Previous articleIni Jenis Smartphone yang Banyak Dicari untuk Belajar Online
Next articleFacebook Mulai Coba Satukan Messenger dengan DM Instagram?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here