Drone “Hantu” untuk Spionase dan Serangan Tempur, Mirip Terminator

drone hantu

Telset.id, Jakarta  – Drone militer Ghost 4 memakai teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) untuk melakukan pengawasan dan serangan. Drone “hantu” ini seperti membawa kita semakin dekat ke masa depan seperti di film Terminator.

Selama ini, konsep drone menimbulkan pro-kontra di tengah masyarakat. Bagi sebagian orang, drone dipandang sebagai perangkat hiburan yang bisa dipakai untuk mengambil foto dan video dengan lanskap apik.

{Baca juga: Ngeri! Rusia Bikin “Gun Drone” dengan Senapan AK-47}

Namun, sebagian orang lain memandang drone sebagai bentuk pelanggaran privasi. Ada pula yang berpikir drone dapat digunakan dalam peperangan untuk pengawasan terhadap musuh serta meluncurkan serangan.

Sebagian besar drone dikendalikan oleh pilot manusia dari jarak jauh. Namun, seperti dikutip Telset.id dari Ubergizmo, Minggu (13/9/2020), perusahaan bernama Anduril mengumumkan drone baru bernama Ghost 4.

Drone hantu tersebut dapat mengandalkan penggunaan AI untuk tidak hanya membantu melakukan pengawasan, tetapi juga menyerang, membawa kita selangkah lebih dekat menuju masa depan seperti Terminator.

Drone Ghost 4 berukuran sekitar dua meter, tetapi dapat dibawa dalam ransel dan telah dirancang untuk tahan terhadap cuaca. Sebagian besar aksesoris drone Ghost 4 dapat dilucuti sehingga bobot turun hingga 35 pon.

Drone Ghost 4 juga menawarkan waktu penerbangan 100 menit serta dapat diujicobakan secara mandiri. Drone Ghost 4 dapat diprogram untuk terbang “gelap” guna memantau atau melacak sebuah subjek atau lokasi.

{Baca juga: Dua Bandara di Inggris Terapkan Teknologi Anti-Drone}

Drone Ghost 4 dapat menyimpan informasi dan terbebas dari deteksi sinyal radio. Drone Ghost 4 mampu terbang dalam kawanan sehingga jika terdeteksi atau sinyal macet  dapat memindahkan data ike drone terdekat.

Seperti diketahui, drone kini menjadi senjata alternatif yang mulai banyak dikembangkan oleh beberapa negara di pasukan perang mereka. Seperti misalnya di Israel yang mempersenjatai tentara mereka dengan drone.

Belum lama ini dikabarkan sistem pertahanan drone Israel yang cocok untuk “Star Wars” telah menembak jatuh beberapa sasaran manuver menggunakan sinar laser berdaya tinggi. Akurasinya pun diklaim mencapai 100 persen.

“Sistem itu mencapai kesuksesan 100 persen di semua skenario pengujian,” kata perusahaan teknologi pertahanan Rafael tentang Drone Dome C-UAS atau Sistem Udara Tanpa Awak, seperti dilansir New York Post.

Dalam rekaman, dikutip Telset.id, Kamis (13/2/2020), sistem yang dipasang kendaraan ditampilkan dengan melibatkan target, termasuk drone zig-zag. Dalam satu tes, tiga drone yang terbang dalam formasi jatuh secara cepat.

“Drone Dome C-UAS dirancang untuk mengatasi ancaman yang ditimbulkan oleh drone yang bermusuhan, baik di situs militer maupun sipil. Sistem ini menawarkan solusi canggih untuk pasukan manuver dan militer,” ujarnya.

{Baca juga: Drone Israel Punya Akurasi 100 Persen Tembak Jatuh Sasaran}

Laporan sebelumnya menyatakan bahwa sistem itu dapat melelehkan drone menggunakan sistem elektronik berteknologi tinggi yang memungkinkan operator untuk mengganggu sinyal drone yang terpantau bermusuhan.

Drone Dome C-UAS merujuk kepada paket yang mencakup radar pencarian, detektor perintah radio drone, sensor elektro-optik, dan sistem perintah-dan-kontrol. Sistem dapat mendeteksi objek sekecil 0,021 kaki persegi di 2,1 mil. [SN/HBS]

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here