JAKARTA – Bencana gempa dasyat di Nepal yang menelan korban 1.000 lebih orang juga menyisakan cerita duka bagi para pendaki Gunung Everest. Akibat gempa berkekuatan 7,9 skala Richter, membuat terjadinya longsoran salju Everest yang mengubur banyak pendaki. Kejadian mengerikan ini sempat terekam video seorang pendaki.
Bulan April menjadi waktu yang ideal di Everest, sehingga banyak dikunjungi para pendaki dari seluruh dunia yang ingin menaklukkan puncak setinggi 8.850 meter itu. Karena hingga bulan Mei akan mulai masuk ke musim semi, yang dianggap cuacanya paling bersahabat untuk melakukan pendakian.
Tak heran jika saat terjadi peristiwa longsor salju Everest dua hari lalu, banyak pendaki yang mulai mendirikan tenda di base camp Everest. Menurut pejabat Kementerian Pariwisata memperkirakan sekitar 1.000 pendaki, termasuk sekitar 400 orang asing yang berada di base camp Everest saat gempa terjadi.
Peristiwa longsornya salju Everest sempat terekam video seorang pendaki. Video berdurasi sekitar 2,5 menit itu memperlihatkan suasana saat terjadinya longsor yang menimbun para pendaki gunung di base camp.
Video tersebut diunggah ke YouTube oleh seorang pendaki asal Jerman bernama Jost Kobusch. Video ini diposting satu hari setelah gempa yang mengguncang wilayah Nepal.
Pada tayangan video itu awalnya suasana base camp terlihat tidak ada masalah, para pendaki nampak santai mengobrol sambil bercanda di tenda mereka. Namun dalam waktu sekejap, suasana santai itu berubah mencekam, setelah para pendaki melihat longsoran bola salju yang sangat besar, sehingga nampak seperti gumpalan awan tebal.
Tak ayal, para pendaki langsung berlarian menyelamatkan diri dari terjangan longsor salju yang dasyat itu. Suasana panik sangat terlihat, dengan adanya teriakan-teriakan para pendaki yang mengingatkan pendaki lainnya untuk segera berlari menyelamatkan diri.
Namun longsoran salju meluncur terlalu cepat, sehingga hanya dalam hitungan detik lokasi base camp itu sudah tertimbun salju. Kemah-kemah yang didirikan para pendaki pun rata dengan tanah, tertimbun salju tebal.
“Kami merasakan tanah bergetar akibat gempa itu, dan saat kami melihat banyak orang berlarian, kami juga ikut berlari untuk menyelamatkan nyawa,” tulis Kobusch dalam keterangan di video tersebut.
Orang yang merekam video itu berhasil selamat, dan bahkan saat kejadian itu berlangsung dia tidak menghentikan rekamannya. Ia selamat karena masih sempat berlindung di tenda, dan menutupi badannya dengan jaket.
Kobusch sendiri sebelumnya dikenal sebagai pendaki gunung termuda yang pernah melakukan pendakian solo (sendirian) saat menaklukkan salah satu puncak Himalaya seorang diri.
Sebelumnya juga dilaporkan bahwa salah satu orang yang menjadi korban longsornya salju Everest tersebut adalah eksekutif Google Dan Fredinburg. Saat peristiwa itu terjadi, manajer proyek Google X tersebut tengah bersiap di base camp untuk mendaki Gunung Everest.
Fredinburg meninggal dunia pada Sabtu pagi setelah mengalami cedera yang sangat parah pada bagian kepalanya akibat tertimbun longsor salju dari puncak gunung tertinggi di dunia itu. Dalam pendakian itu, Fredinburg tidak sendirian, dia bersama tiga orang rekannya yang juga dari Google.
Nah, berikut ini video yang memperlihatkan dasyatnya lonsoran salju Gunung Everest:




Komentar
Belum ada komentar.