AS-China Perang Dagang, Pabrik Apple Pindah ke Indonesia

Telset.id, Jakarta – Indonesia nampaknya akan mendapatkan keuntungan dari imbas perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan China. Kabarnya perusahaan pemasok perangkat Apple, yakni Pegatron, akan memindahkan produksi non iPhone dari China ke Indonesia mulai bulan depan.

Dilansir Telset.id dari Wwcftech pada Selasa (28/05/2019), selama ini Apple memiliki 3 mitra manufaktur yang beroperasi di China, yakni Foxconn, Pegatron dan Wistron.

Namun pada bulan Juni mendatang, Pegatron akan beroperasi di Indonesia melalui PT Sat Nusapersada yang berpusat di Kota Batam, Kepulauan Riau.

Belum jelas produk mana yang akan diproduksi oleh perusahaan tersebut. Walaupun kabar berhembus jika MacBook dan iPad yang bakal diproduksi di Indonesia. PT Sat Nusapersada hanya mengonfirmasi jika produk mereka akan dikirim ke Amerika Serikat.

{Baca juga: Tahun Depan, Pabrik Perakit iPhone akan Pindah ke Batam}

Pegatron sendiri telah menginvestasikan USD$ 300 juta atau Rp 4,3 Triliun untuk perbaikan 2 fasilitas manufaktur di Indonesia. Tetapi perpindahan Pegatron mengakibatkan hilangnya pekerjaan bagi pekerja China yang tampaknya telah menjadi target pertama perang dagang antara AS dan China.

Sebelumnya isu perpindahan Pegatron di Batam sudah berhembus sejak tahun lalu. Dilansir dari Nikkei Asian Review, nantinya pabrikan ini akan menyewa sebuah pabrik di Batam dalam enam bulan ke depan untuk memproduksi sebagian produk non-iPhone yang terkena tarif impor Amerika Serikat.

Perang dagang antara AS dan China juga memasuki babak baru. Donald Trump menandatangani perintah larangan bagi perusahaan-perusahaan AS untuk menggunakan peralatan telekomunikasi buatan perusahaan-perusahaan yang menimbulkan risiko keamanan nasional.

{Baca juga: Amerika Serikat Desak Korea Selatan Embargo Huawei}

Trump terkhusus sangat antipati untuk membuka jalan terkait larangan melakukan bisnis dengan Huawei. Perintah yang diteken oleh Trump akan mendorong undang-undang ekonomi internasional untuk memberi wewenang kepada presiden mengatur perdagangan. [NM/HBS]

Sumber: Wwcftech

Previous articleRiccardo Zacconi akan Lepas Jabatan Bos Candy Crush
Next articleDemi Fortnite, Microsoft Hadirkan Xbox One S Warna Ungu

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here