📑 Daftar Isi

Putin dan Xi Jinping berjabat tangan melambangkan hubungan China dan Rusia

China Kirim 46 Ton Material Drone ke Perusahaan Rusia Sanksi

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
  • China kirim 46 ton material serat karbon ke Alabuga-Volokno, produsen drone Rusia yang disanksi, awal 2026
  • Kargo dari Jilin Chemical Fiber Group disembunyikan di bawah kode bea cukai serat sintetis sipil
  • Alabuga-Volokno pakai 89% output untuk perusahaan pertahanan Rusia pada 2030
  • Pakar perkirakan material cukup untuk 1.300 drone serang jarak jauh
  • Beijing dan Rosatom membantah, Ukraina serukan sanksi sekunder

Telset.id – China dilaporkan mengirim 46 ton material prekursor serat karbon ke produsen drone Rusia yang dikenai sanksi, Alabuga-Volokno, pada awal 2026. Pengiriman ini terungkap lewat dokumen pengiriman internal yang ditinjau oleh pemerintah Amerika Serikat dan Inggris. Temuan tersebut menyoroti bagaimana material strategis bisa bergerak melalui jalur dagang sipil meski ada rezim sanksi internasional.

Dokumen itu menjelaskan dua kontainer besar berpindah dari Jilin Chemical Fiber Group, sebuah perusahaan milik negara China, ke Alabuga-Volokno, anak perusahaan Rosatom, korporasi nuklir negara Rusia. Kargo tercatat memakai kode bea cukai yang biasanya dipakai untuk serat sintetis sipil. Penyidik menilai pencatatan itu menyamarkan penggunaan militer sebenarnya dari material tersebut.

Alabuga-Volokno memproduksi 39 produk serat karbon terpisah untuk penerbangan, teknik roket, drone, pembuatan kapal, dan armor. Perusahaan ini hampir tidak melepas produk sipil karena sekitar 89% output-nya diproyeksikan melayani perusahaan pertahanan Rusia pada 2030.

Pakar senjata David Albright mengatakan penggunaan kode pengiriman yang benar akan menandai kiriman itu sebagai item dual-use dengan aplikasi sipil sekaligus pertahanan. Albright memperkirakan volume yang dikirim cukup untuk memasok material bagi sebanyak 1.300 drone serang jarak jauh.

Ukrainian Security and Cooperation Centre menyatakan telah melacak setidaknya delapan tender untuk pengiriman serupa antara kedua perusahaan sejak 2022. Lembaga itu menilai sanksi telah membuat Beijing menjadi hampir satu-satunya pemasok material komposit untuk manufaktur senjata Rusia. Analisis Kiel Institute menemukan China memasok lebih dari 60% komponen yang menopang produksi militer Rusia.

A Russian Molniya drone

Mantan deputy secretary of state Kurt Campbell mengatakan puluhan perusahaan China kini menjaga hubungan erat dengan sektor pertahanan Moskow dengan imbalan transfer teknologi militer. Pengungkapan ini muncul beberapa pekan sebelum Donald Trump dijadwalkan bertemu Xi Jinping di Washington. Kedua pemerintah diperkirakan lebih suka fokus pada perdagangan ketimbang penegakan sanksi dalam pertemuan puncak tersebut.

Bantahan Beijing dan Moskow

Kedutaan Besar China di Washington menolak tuduhan itu. Mereka menyatakan negaranya mengontrol secara ketat barang dual-use dan tidak pernah mempersenjatai salah satu pihak dalam konflik. Rosatom juga membantah adanya pelanggaran terkait pengajuan bea cukai anak perusahaannya.

“Rosatom dan perusahaan-perusahaannya beroperasi dengan kepatuhan penuh terhadap hukum dan persyaratan regulasi yang berlaku,” kata seorang juru bicara perusahaan negara Rusia itu. “Klaim apa pun yang menyatakan sebaliknya adalah salah dan menunjukkan kurangnya pemahaman tentang cara kerja otoritas bea cukai Rusia.”

Mantan pejabat AS tetap meragukan bantahan Beijing. Mereka berargumen perusahaan milik negara beroperasi di bawah pengawasan pemerintah yang ketat. “Mereka melakukannya dengan mengetahui bahwa pemerintah China tidak akan menindak mereka karenanya,” kata Dennis Wilder, mantan CIA deputy assistant director untuk Asia Timur dan Pasifik. “Gagasan bahwa perusahaan milik negara China bisa menyembunyikan sesuatu dari pemerintah China sama sekali tidak masuk akal.”

Pemimpin China Xi Jinping selalu menegaskan China tidak akan berpartisipasi dalam konflik antara Rusia dan Ukraina. “Kami tidak akan menambah bahan bakar ke api, dan di atas semua itu kami tidak akan mengambil keuntungan,” kata Xi pada 2023.

Meski ada bantahan dari Beijing dan Moskow, Ukraina berargumen dukungan China membuat industri pertahanan Rusia terus memperluas produksi drone dan komponen rudal. Kyiv memperingatkan pengiriman yang berlanjut hanya memperkuat hubungan antara dua rival strategis Barat itu, memperdalam kerja sama di sektor industri mereka. Ukraina menyerukan sanksi sekunder, kontrol ekspor yang lebih ketat, tekanan finansial pada perantara, dan koordinasi lebih dekat dengan mitra Asia untuk melawan jaringan tersebut.

Putin and Xi shaking hands

Isu rantai pasok teknologi dan pengawasan ekspor ini juga menyeruak di sektor lain. Sejumlah pihak mendorong Regulasi AI yang lebih ketat, sementara China sendiri memperketat aturan lewat Aturan Deepfake AI. Di sisi lain, kebutuhan infrastruktur komputasi terus melonjak, tercermin dari langkah Tambah 2 Juta GPU Nvidia oleh AWS untuk periode 2027-2028.

Pengungkapan pengiriman 46 ton material ini menegaskan bahwa jaringan pasokan dual-use masih menjadi titik lemah penegakan sanksi. Bagi Ukraina, temuan tersebut memperkuat seruan agar kontrol ekspor diperketat dan tekanan terhadap perantara diperluas, sejalan dengan peringatan Kyiv bahwa pengiriman yang terus berjalan hanya memperkokoh kerja sama industri antara Beijing dan Moskow.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.