CEO TSMC C.C Wei mengucapkan semoga berhasil kepada Elon Musk terkait proyek Terafab

CEO TSMC Ucapkan ‘Good Luck’ ke Elon Musk soal Terafab

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️5 menit membaca
Bagikan:
  • CEO TSMC C.C Wei mengucapkan 'semoga berhasil' kepada Elon Musk atas proyek Terafab
  • Target produksi Terafab adalah 1 juta wafer per bulan secara mandiri
  • Wei menilai proyek sebesar itu sulit terwujud dalam waktu dekat
  • Membangun satu pabrik chip biasanya memakan waktu 2-3 tahun, plus 1-2 tahun untuk menaikkan kapasitas
  • Wei menegaskan tidak ada jalan pintas dalam bisnis chip
  • Intel saat ini masih menjadi salah satu dari 10 pelanggan utama TSMC
  • TSMC tidak akan menaikkan harga secara agresif seperti chip memori
  • Kepercayaan pelanggan dan keberlanjutan lebih penting bagi TSMC

Telset.id – CEO TSMC, C.C Wei, secara terbuka mengucapkan ‘semoga berhasil’ kepada Elon Musk setelah pendiri Tesla itu meluncurkan proyek ambisius Terafab. Proyek ini menargetkan produksi 1 juta wafer per bulan secara mandiri, sebuah angka yang dinilai sangat sulit untuk dicapai dalam waktu dekat oleh raksasa foundry asal Taiwan tersebut.

Pernyataan Wei disampaikan saat dimintai tanggapan oleh pemegang saham dalam sebuah forum. Dilansir dari Nikkei Asia pada Jumat (5/6/2026), Wei dengan lugas menanggapi rencana gila Musk tersebut. “Saya hanya akan mengucapkan, ‘Semoga beruntung’ atas proyek Terafab milik Elon Musk,” ujarnya.

Wei tidak hanya memberikan ucapan selamat, tetapi juga menjelaskan realitas di balik industri manufaktur chip. Menurutnya, proyek sebesar Terafab tidak akan mudah terwujud dalam waktu singkat. “Akan butuh waktu yang cukup lama untuk terwujud,” tutur Wei menambahkan.

Ia mengingatkan bahwa membangun satu pabrik chip saja biasanya memakan waktu 2-3 tahun. Belum lagi waktu tambahan 1-2 tahun untuk menaikkan kapasitas produksi hingga mencapai level optimal. “Oleh karena itu, tidak ada jalan pintas dalam bisnis chip,” tegas Wei memberikan perspektif realistis kepada para pemegang saham.

Pernyataan ini muncul di tengah persaingan ketat di industri foundry global. TSMC saat ini masih memegang posisi dominan, namun tantangan dari pendatang baru seperti Terafab milik Musk mulai terlihat. Wei menegaskan bahwa selama 30-40 tahun terakhir, TSMC selalu berhadapan dengan berbagai macam kompetisi dan dia sama sekali tidak gentar. Di masa lalu, Wei yakin TSMC sudah menang, dan dia yakin hal yang sama akan terjadi di masa depan.

Selain membahas Terafab, Wei juga memberikan komentar mengenai posisi Intel di industri foundry. Saat ini, Intel masih berjuang untuk bersaing di bisnis foundry. Menariknya, Wei mengungkapkan bahwa Intel saat ini masih menjadi salah satu dari 10 pelanggan utama TSMC. “Kami ingin menghasilkan uang dari mereka dan juga akan terus melindungi kekayaan intelektual dan rahasia dagang kami sendiri,” akunya, dikutip dari Electronics Weekly.

Pernyataan terakhir dari Wei ini kemungkinan besar merujuk pada litigasi terkait rahasia dagang dan perjanjian non-kompetisi yang melibatkan mantan SVP TSMC, Wei-Jen Lo, yang direkrut oleh Intel. Situasi ini menunjukkan betapa kompleksnya hubungan antara pemain-pemain besar di industri chip, di mana persaingan dan kerja sama bisa berjalan beriringan.

Dalam kesempatan yang sama, Wei juga menyoroti kondisi pasar yang sedang tertekan. Ia menyatakan keprihatinannya atas kenaikan harga komponen yang telah memukul pasar PC dan smartphone, serta pasar lainnya. Namun, Wei menegaskan bahwa TSMC tidak akan mengikuti tren kenaikan harga secara agresif seperti yang dilakukan oleh produsen chip memori.

“Kami tidak akan menaikkan harga seperti chip memori – tiba-tiba naik 400% dalam jangka pendek,” tegas Wei. Ia mengakui bahwa dirinya iri dengan margin laba kotor perusahaan chip memori yang mencapai 80%, namun ia menegaskan bahwa strategi tersebut tidak realistis untuk TSMC. “Kami benar-benar berpikir kepercayaan pelanggan dan keberlanjutan lebih penting,” tandasnya.

Sikap TSMC yang menekankan pada kepercayaan pelanggan dan keberlanjutan ini menjadi pembeda di tengah industri yang kerap kali mengejar keuntungan jangka pendek. Meskipun permintaan chip terus meningkat, terutama didorong oleh kecerdasan buatan (AI), TSMC memilih untuk tetap pada pendekatan yang lebih konservatif namun berkelanjutan.

Proyek Terafab milik Elon Musk sendiri merupakan salah satu rencana paling ambisius di industri semikonduktor. Target produksi 1 juta wafer per bulan secara mandiri adalah angka yang hanya bisa dicapai oleh segelintir pemain besar sekalipun. Untuk konteks, TSMC sendiri sebagai pemimpin pasar membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk mencapai kapasitas produksi sebesar itu di pabrik-pabrik canggihnya.

Reaksi dari CEO TSMC ini memberikan gambaran bahwa meskipun Musk dikenal sebagai sosok yang mampu mewujudkan proyek-proyek mustahil, dunia manufaktur chip memiliki tantangan unik yang tidak bisa diselesaikan hanya dengan ambisi dan modal besar. Faktor waktu, keahlian teknis, rantai pasok, dan pengalaman puluhan tahun menjadi variabel yang tidak bisa diabaikan.

Bagi TSMC, komentar Wei ini juga menjadi sinyal kepada pasar bahwa mereka tidak gentar menghadapi kompetisi baru. Dengan pengalaman puluhan tahun, hubungan erat dengan pelanggan, dan investasi besar-besaran di teknologi proses terdepan seperti chip Sub-1nm, TSMC yakin bisa mempertahankan posisinya sebagai pemimpin foundry global.

Di sisi lain, pernyataan Wei tentang Intel juga menarik untuk dicermati. Fakta bahwa Intel masih menjadi salah satu pelanggan utama TSMC menunjukkan betapa saling terkaitnya ekosistem chip global. Meskipun Intel berusaha membangun bisnis foundry-nya sendiri, mereka masih bergantung pada TSMC untuk memproduksi sebagian chip mereka. Situasi ini menciptakan dinamika unik di mana pesaing sekaligus menjadi pelanggan.

Pasar semikonduktor global saat ini memang berada dalam fase yang menarik. Di satu sisi, permintaan chip untuk AI, data center, dan kendaraan listrik terus melonjak. Di sisi lain, pasar tradisional seperti PC dan smartphone mengalami perlambatan. Permintaan chip yang tinggi dari pelanggan AS menjadi salah satu pendorong utama pertumbuhan TSMC, namun kenaikan harga komponen menjadi tantangan yang harus dikelola dengan hati-hati.

Keputusan TSMC untuk tidak menaikkan harga secara agresif meskipun ada tekanan biaya menunjukkan strategi jangka panjang yang matang. Wei menekankan bahwa kepercayaan pelanggan dan keberlanjutan bisnis lebih penting daripada keuntungan jangka pendek. Pendekatan ini mungkin akan membuat TSMC kehilangan sebagian margin keuntungan potensial, namun di sisi lain memperkuat hubungan dengan pelanggan dan menciptakan fondasi yang lebih kokoh untuk pertumbuhan di masa depan.

Bagi Elon Musk, respons dari CEO TSMC ini bisa menjadi bahan pertimbangan serius. Proyek Terafab memang ambisius, namun realitas industri chip menunjukkan bahwa tidak ada jalan pintas menuju kesuksesan. Butuh waktu, investasi, dan yang terpenting, pengalaman dan keahlian yang tidak bisa dibangun dalam semalam.

Ke depannya, persaingan di industri foundry diprediksi akan semakin ketat. Dengan masuknya pemain baru seperti Terafab, upaya Intel untuk membangun kembali bisnis foundry-nya, dan dominasi TSMC yang terus berlanjut, lanskap industri chip global akan semakin dinamis. Namun satu hal yang pasti, komentar dari CEO TSMC ini menjadi pengingat bahwa di industri ini, realitas teknis dan pengalaman seringkali lebih berbicara daripada ambisi belaka.

Bagi para pengamat industri, pernyataan Wei ini juga menjadi indikator bahwa TSMC tetap percaya diri menghadapi persaingan. Dengan pengalaman puluhan tahun, hubungan erat dengan pelanggan utama seperti Apple dan Nvidia, serta investasi besar di teknologi proses terdepan, TSMC sepertinya akan tetap menjadi pemain dominan di industri foundry untuk tahun-tahun mendatang.

Komentar

Belum ada komentar.