📑 Daftar Isi

Ilustrasi antarmuka Siri 2.0 dengan kartu informasi di Dynamic Island pada iPhone.

Siri 2.0 Siap Debut di WWDC 2026, Akhiri Penantian Panjang

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️4 menit membaca
Bagikan:
  • Apple perkenalkan Siri 2.0 di WWDC 2026, setelah penundaan lebih dari setahun.
  • Siri 2.0 menggunakan model Gemini 1,2 triliun parameter dari Google, biaya USD 1 miliar per tahun.
  • Fitur Personal Context memungkinkan akses ke Mail, Messages, Photos, Notes, Files, Calendar, Reminders, dan aplikasi pihak ketiga.
  • Siri mendapat aplikasi khusus di iOS, iPadOS, dan macOS untuk chat dan riwayat percakapan.
  • Antarmuka 'Search or Ask' menggantikan swipe down Notification Center, mendukung multitasking dalam satu prompt.
  • Tampilan jawaban menggunakan rich text cards di Dynamic Island.
  • Integrasi dengan chatbot pihak ketiga selain ChatGPT.
  • iOS 27 developer beta 1 dirilis setelah keynote, versi stabil September 2026.

Telset.id – Apple dipastikan akan memperkenalkan Siri 2.0 yang telah lama ditunggu dalam gelaran WWDC 2026, Senin depan. Pembaruan ini menjadi sorotan utama karena Apple disebut-sebut ingin menebus berbagai kekurangan dari versi sebelumnya melalui peningkatan kecerdasan buatan (AI) yang signifikan.

Menurut laporan Bloomberg yang dikutip dari artikel referensi, keynote WWDC 2026 akan menampilkan peningkatan pada Siri 2.0, sejumlah kemampuan AI baru, serta pembaruan sistem operasi untuk lini produk Apple. Mulai dari iPhone (iOS 27), iPad (iPadOS 27), Mac (macOS 27), Apple TV (tvOS 27), Apple Watch (watchOS 27), hingga Vision Pro (visionOS 27) akan mendapat sentuhan terbaru.

Tidak seperti perilisan iOS tahun lalu yang berfokus pada antarmuka Liquid Glass, tahun ini Apple disebut lebih condong pada peningkatan performa agar sistem lebih andal dan konsumsi daya baterai lebih efisien. Namun, yang paling dinantikan tentu saja adalah perubahan besar pada Siri.

Daya AI Raksasa di Balik Siri Baru

Siri 2.0 tidak hanya sekadar tambalan kecil. Apple dikabarkan menggandeng Google untuk menggunakan model Gemini khusus dengan parameter 1,2 triliun. Kerja sama ini diperkirakan memakan biaya hingga USD 1 miliar per tahun bagi Apple. Konsekuensinya, sebagian besar pemrosesan Siri akan dilakukan di server Google, sebuah langkah yang langsung memicu pertanyaan baru seputar privasi pengguna.

Fitur yang sempat diiklankan pada September 2024 lalu, seperti personal context, integrasi aplikasi mendalam, dan on-screen awareness, akhirnya akan terealisasi. Iklan yang menampilkan aktris Inggris Bella Ramsey sempat menunjukkan bagaimana Siri dapat mencari nama seseorang hanya dengan perintah suara, misalnya “Siri, siapa nama pria yang saya temui beberapa bulan lalu di Café Grenel?”. Sayangnya, iklan tersebut ditarik dari YouTube pada Maret 2025 setelah Apple mengonfirmasi penundaan perilisan Siri yang diperbarui.

Fitur Personal Context ini akan memungkinkan Siri mengakses data dari aplikasi seperti Mail, Messages, Photos, Notes, Files, Calendar, Reminders, dan aplikasi pihak ketiga melalui framework developer Apple. Artinya, pengguna bisa bertanya jam makan siang dengan ibu dan Siri akan menjawabnya langsung, selama informasinya tercatat di kalender, email, catatan, atau pesan teks.

Dalam konteks bisnis dan layanan pelanggan, integrasi AI semacam ini juga mulai banyak diterapkan di platform lain. Misalnya, Meta Agent AI yang membantu bisnis mengotomatisasi layanan di WhatsApp dan Instagram. Ini menunjukkan tren bahwa asisten virtual kini menjadi tulang punggung interaksi digital.

Aplikasi Khusus dan Antarmuka Baru

Untuk pertama kalinya, Siri akan memiliki aplikasi khusus di iOS, iPadOS, dan macOS. Aplikasi ini bisa digunakan untuk memulai percakapan, mengajukan pertanyaan, atau membuka kembali chat sebelumnya. Selain itu, tampilan animasi Siri saat diaktifkan akan berpindah dari efek tepi bercahaya (glowing edges) ke dalam Dynamic Island.

Apple juga memperkenalkan antarmuka “Search or Ask” yang bisa diakses dengan swipe down dari bagian tengah atas layar iPhone. Fitur ini menggantikan fungsi swipe down untuk Notification Center, yang kini dimulai dari sudut kiri atas. Di halaman Search or Ask, pengguna bisa memulai pesan teks, membuka aplikasi, menambah janji ke kalender, mengecek cuaca, melihat delapan aplikasi Siri Suggestions, hingga melihat prakiraan cuaca harian.

Yang menarik, di halaman ini pengguna juga bisa memilih untuk mengintegrasikan Siri dengan chatbot pihak ketiga lain, selain ChatGPT yang sudah ditawarkan sebelumnya.

Permintaan multitasking juga menjadi andalan baru. Pengguna bisa memberikan beberapa tugas dalam satu perintah, seperti mengirim pesan, mengecek harga saham, melihat cuaca, dan menambahkan janji ke kalender dalam satu prompt tunggal. Kemampuan ini menunjukkan bagaimana Apple mencoba mengejar ketertinggalan dari kompetitor yang sudah lebih dulu mengadopsi AI generatif.

Untuk urusan adopsi teknologi AI di ranah bisnis, platform seperti Meta Agent AI untuk bisnis juga menunjukkan bagaimana otomatisasi percakapan menjadi kunci efisiensi. Siri 2.0 tampaknya ingin membawa konsep serupa ke dalam ekosistem Apple secara lebih personal.

Kartu Informasi Kaya dan Ketersediaan

Dalam menjawab pertanyaan, Siri akan menampilkan rich text cards melalui Dynamic Island. Kartu ini akan menampilkan hasil untuk pertanyaan seputar berita, orang, tempat, skor olahraga, atau cuaca. Informasi yang diambil dari data pribadi pengguna seperti email, teks, catatan, kontak, janji kalender, dan pengingat juga akan ditampilkan dalam format serupa.

Bagi pengembang dan pengguna yang tidak sabar, Apple biasanya merilis developer beta pertama untuk iOS baru segera setelah keynote berakhir. Jika semuanya berjalan lancar dan Anda terdaftar di Apple Beta Software Program, Anda bisa langsung menginstal iOS 27 developer beta 1 yang mungkin sudah menyertakan semua fitur baru Siri. Jika tidak, Anda harus menunggu hingga versi stabil iOS 27 dirilis pada September mendatang.

Menarik untuk dicermati bagaimana Apple mengelola ekspektasi pengguna setelah setahun lebih penundaan. Di sisi lain, persaingan di ranah asisten virtual semakin ketat. Bahkan di sektor layanan pesan, Meta resmi luncurkan langganan berbayar untuk platform mereka, menandakan bahwa monetisasi fitur AI dan komunikasi menjadi tren industri.

Dengan segala perubahan ini, Siri 2.0 di WWDC 2026 bukan sekadar pembaruan biasa. Ini adalah upaya Apple untuk membuktikan bahwa mereka masih bisa berinovasi di tengah tekanan kompetisi AI global. Pertanyaan besarnya: apakah keterlambatan ini sepadan dengan hasil akhirnya?

Bagi pengguna yang mengandalkan respons cepat dalam layanan digital, penting untuk memahami bahwa WhatsApp rajai customer service dengan 46% pelanggan kabur jika tak dibalas 5 menit. Hal ini menunjukkan bahwa kecepatan dan ketepatan respons, seperti yang dijanjikan Siri 2.0, kini menjadi standar baru yang tidak bisa ditawar.

Komentar

Belum ada komentar.