📑 Daftar Isi

Ali An Nuur, Mahasiswa Universitas Mataram menciptakan Nuramma, aplikasi AI penghafal Al-Qur’an yang membawanya menang kompetisi Apple 2026.

Nuramma: Aplikasi AI Ustadz Virtual Karya Mahasiswa Mataram

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
  • Nuramma adalah aplikasi AI buatan mahasiswa Mataram, Ali An Nuur, yang berfungsi sebagai ustadz virtual untuk membantu anak-anak menghafal Al-Qur'an.
  • Fitur utama adalah Speech to Text Correction yang mendengarkan dan mencocokkan bacaan Al-Qur'an secara real-time, dengan indikasi warna hijau untuk bacaan benar.
  • Proses speech recognition dilakukan on-device untuk menjaga privasi dan memungkinkan penggunaan offline.
  • Aplikasi mengadopsi gamifikasi ala Duolingo untuk menjaga konsistensi belajar anak.
  • Nuramma mendukung Quran Sign Language untuk anak-anak tuli atau gangguan pendengaran.
  • Aplikasi dibangun dengan SwiftUI dan framework native Apple, tanpa dependensi pihak ketiga.
  • Nuramma berhasil menjadi pemenang Swift Student Challenge 2026.

Telset.id – Di tengah maraknya aplikasi AI generatif, seorang mahasiswa Universitas Mataram bernama Ali An Nuur justru memanfaatkan kecerdasan buatan untuk membantu anak-anak menghafal Al-Qur’an secara mandiri. Lewat aplikasi bernama Nuramma, Ali menghadirkan pengalaman belajar interaktif yang memadukan AI speech recognition, gamifikasi ala Duolingo, hingga Quran Sign Language untuk anak-anak tuli. Aplikasi tersebut bahkan berhasil mengantarkannya menjadi pemenang Swift Student Challenge 2026 dari Apple.

Fitur paling menarik dari Nuramma adalah Speech to Text Correction. Saat anak membaca ayat Al-Qur’an ke mikrofon, sistem akan mendengarkan lalu mencocokkan bacaan secara real-time. Setiap kata yang benar akan berubah menjadi hijau, menciptakan pengalaman seperti progress bar interaktif.

“Ini meniru pengalaman murojaah, seolah-olah ada seorang ustadz virtual yang sedang menyimak bacaan mereka dengan sabar,” jelas Ali kepada detikINET.

Namun membangun AI untuk bacaan Al-Qur’an ternyata jauh lebih rumit dibanding speech recognition biasa. Bahasa Arab Qur’ani memiliki karakteristik pelafalan dan tajwid yang berbeda dari bahasa Arab modern yang umum digunakan sistem pengenal suara. Karena itu, Ali harus mengembangkan algoritma pencocokan yang lebih fleksibel agar tetap bisa memahami variasi pelafalan anak-anak.

Menariknya, seluruh proses speech recognition pada Nuramma dilakukan secara on-device alias langsung di perangkat pengguna. Tidak ada data suara yang dikirim ke cloud maupun server eksternal. Selain menjaga privasi anak-anak, metode ini juga membuat aplikasi tetap bisa digunakan tanpa koneksi internet.

Namun keputusan tersebut membuat proses optimasi menjadi jauh lebih menantang. “Kalau menggunakan model AI biasa, ukuran aplikasi bisa membengkak sampai 20 kali lipat,” katanya. Padahal aturan Swift Student Challenge membatasi ukuran aplikasi maksimal hanya 25 MB.

Ali mengatakan keputusan memproses AI langsung di perangkat juga dipengaruhi kekhawatirannya terhadap privasi anak-anak. “Suara anak-anak yang sedang membaca Al-Qur’an adalah sesuatu yang sangat sensitif dan personal,” ujarnya.

Gamifikasi dan Dukungan Quran Sign Language

Agar anak-anak tidak cepat bosan, Nuramma mengadopsi pendekatan gamifikasi mirip aplikasi belajar bahasa seperti Duolingo. Ada mode Challenge berisi kuis interaktif lengkap dengan feedback visual dan efek haptic. Konsep ini dirancang untuk menciptakan rasa progres dan pencapaian layaknya bermain game.

“Dalam menghafal Al-Qur’an, konsistensi harian adalah segalanya,” kata Ali.

Selain kuis, aplikasi juga memiliki mode Read & Learn yang menampilkan ayat Al-Qur’an lengkap dengan transliterasi, terjemahan, dan audio pelafalan.

Salah satu fitur paling unik dari Nuramma adalah dukungan Quran Sign Language. Fitur ini memungkinkan anak-anak tuli atau memiliki gangguan pendengaran ikut belajar Al-Qur’an lewat representasi visual bahasa isyarat.

Ali mengaku mulai memikirkan fitur tersebut ketika mendalami aksesibilitas di ekosistem Apple seperti Dynamic Type dan VoiceOver. “Aksesibilitas bukan seharusnya menjadi fitur tambahan, melainkan hak dasar,” katanya.

Karena itu, ia mengintegrasikan font Quran Sign Language yang terinspirasi dari aplikasi LPMQ Kementerian Agama ke dalam Nuramma.

Dibangun dengan SwiftUI

Secara teknis, Nuramma dibangun sepenuhnya menggunakan framework native Apple seperti SwiftUI, Speech Framework, AVFoundation, dan CoreText. SwiftUI digunakan untuk menghadirkan animasi interaktif seperti carousel card 3D, parallax background, hingga micro-animation agar pengalaman belajar terasa lebih hidup.

Ali juga sengaja tidak menggunakan dependensi pihak ketiga agar aplikasi tetap ringan dan optimal sebagai Swift Playground project. Ke depan, ia ingin menambahkan fitur tajwid guidance, tracking progress harian, hingga dukungan multi-bahasa.

“Mimpi besarku adalah menjadikan Nuramma sebagai ekosistem pembelajaran Al-Qur’an yang lengkap dan inklusif,” tutupnya.

Inovasi Ali An Nuur ini menunjukkan bagaimana mahasiswa Indonesia mampu bersaing di kancah global. Dengan pendekatan AI yang bertanggung jawab dan desain inklusif, Nuramma menjadi bukti bahwa teknologi dapat menjadi jembatan untuk mendekatkan generasi muda pada nilai-nilai spiritual.

Komentar

Belum ada komentar.