Tiga Bulan Menjabat, CEO TikTok Mengundurkan Diri

Telset.id, Jakarta – Kevin Mayer baru tiga bulan menjabat sebagai CEO TikTok. Namun baru seumur jagung menjabat, CEO TikTok mengundurkan diri dari jabatannya. Pengunduran diri ini diduga karena tekanan dari pemerintah Amerika Serikat yang melarang aplikasi tersebut.

Dilansir Telset.id dari Engadget pada Kamis (27/08/2020), dalam keterangan resminya, Mayer mengakui jika kondisi politik menjadi alasannya untuk mengundurkan diri sebagai CEO TikTok.

Menurutnya, kondiri politik yang kian memanas dan semakin besarnya tekanan dari pemerintah AS, membuat dirinya melakukan refleksi untuk masa depan karirnya di TikTok.

“Dalam beberapa minggu terakhir, karena lingkungan politik berubah tajam, saya telah melakukan refleksi signifikan tentang apa yang dibutuhkan oleh perubahan struktural perusahaan, dan apa artinya bagi peran global yang saya daftarkan,” tulis Mayer.

{Baca juga: Terungkap! Larangan TikTok Berkat Lobi-lobi Bos Facebook}

CEO Tiktok Mengundurkan Diri

CEO TikTok mengundurkan diri

Dengan berbagai pertimbangan akhirnya Mayer yang baru menjabat sebagai pimpinan di TikTok memutuskan untuk mengundurkan diri dari jabatannya. Keputusan tersebut dianggap sebagai keputusan yang berat namun harus Mayer lakukan.

“Dengan latar belakang ini, dan karena kami berharap dapat segera mencapai resolusi, dengan berat hati saya ingin memberi tahu Anda semua bahwa saya telah memutuskan untuk keluar dari perusahaan,” ujar Mayer.

“Saya ingin menjelaskan bahwa keputusan ini tidak ada hubungannya dengan perusahaan, apa yang saya lihat untuk masa depan kita, atau keyakinan yang saya miliki pada apa yang sedang kita bangun,” tambahnya.

{Baca juga: Tips Mengamankan Akun TikTok, Wajib Tahu!}

Keputusan Kevin Mayer dihormati oleh manajemen TikTok. Juru bicara TikTok menyatakan jika mereka menghargai keputusan CEO TikTok mengundurkan diri dan mengucapkan terima kasih atas kontribusi Mayer selama ini.

Untuk mengisi kekosongan kepemimpinan, manajemen pun menunjuk General Manager TikTok Vanessa Pappas untuk sementara memimpin perusahaan.

“Kami menghargai bahwa dinamika politik beberapa bulan terakhir telah mengubah secara signifikan ruang lingkup peran Kevin ke depan, dan sepenuhnya menghormati keputusannya. Kami berterima kasih atas waktunya di perusahaan dan berharap dia baik-baik saja,” tulis Juru Bicara TikTok.

TikTok saat ini memang sedang menghadapi polemik politik. Pada awal Agustus 2020, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump melarang perusahaan AS untuk melakukan transaksi atau melakukan kemitraan dengan TikTok dan WeChat dengan alasan keamanan nasional.

Dilansir Telset.id dari Zdnet pada Jumat (07/08/2020) Trump memiliki mengeluarkan dua surat perintah mengenai TikTok dan WeChat.

Pertama pemerintah AS melarang perusahaan untuk melakukan transaksi dengan TikTok ataupun Bytedance selaku perusahaan induk.

Kedua adalah melarang perusahaan untuk melakukan transaksi atau menjalin kemitraan dengan WeChat atau perusahaan induknya yaitu Tencent. Bagi perusahaan yang sudah terlanjur melakukan transaksi maka diberi waktu 45 hari untuk menyelesaikan transaksi.

{Baca juga: Donald Trump Larang TikTok dan WeChat di Amerika Serikat}

Trump memiliki alasan tersendiri mengapa melarang TikTok dan WeChat. Menurut Trump, TikTok mengancam keamanan nasional, kebijakan luar negeri, dan ekonomi Amerika Serikat.

“TikTok secara otomatis menangkap petak besar informasi dari penggunanya, termasuk internet dan informasi aktivitas jaringan lainnya seperti data lokasi dan riwayat penelusuran dan pencarian,” kata Trump dalam surat perintahnya.

Sedangkan WeChat dianggap sebagai aplikasi yang mendukung keberadaan Partai Komunis China. Trump menduga jika WeChat akan dijadikan  alat untuk melakukan kampanye dan propaganda mengenai partai tersebut.

{Baca juga: Media China Sebut Donald Trump Mau “Rampok” TikTok}

“WeChat, seperti TikTok, juga dilaporkan menyensor konten yang dianggap Partai Komunis China sensitif secara politik dan juga dapat digunakan untuk kampanye disinformasi yang menguntungkan Partai Komunis China,” tambah Trump. [NM/HBS]

SourceEngadget

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest Articles

- Advertisement -