Astronom Amatir Temukan Bintang Aneh di Bima Sakti

Astronom Amatir

Telset.id, Jakarta  – Setelah pencarian selama 40 tahun, para astronom akhirnya melihat bintang pertama dari jenisnya yang berdenyut hanya di satu sisi. Menariknya, fenomena unik itu ditemukan oleh para astronom amatir.

Seperti dilansir New York Post, para astronom amatir cukup memainkan peran penting dalam penemuan tersebut. Mereka menelusuri data dari satelit yang memburu planet Transiting Exoplanet Survey Satellite atau TESS.

{Baca juga: Astronom Jepang Temukan ‘Belalai Gajah Raksasa’ Misterius di Luar Angkasa}

“Pulsator satu sisi”, nama bintang itu, terlihat di Bima Sakti sekitar 1.500 tahun cahaya dari Bumi, menurut para peneliti. Satu tahun cahaya, yang mengukur jarak di ruang angkasa, sama dengan sekitar enam triliun mil.

Bintang yang dikenal sebagai HD74423 tersebut sekitar 1,7 kali massa matahari. Tim astronom internasional memanfaatkan banyak data untuk membuat penemuan. Penelitian mereka dipublikasikan di Nature Astronomy.

“Apa yang pertama kali menarik perhatian saya adalah kenyataan bahwa benda itu adalah bintang yang secara kimiawi aneh,” papar rekan penulis Simon Murphy, PhD dari Institut Astronomi Sydney di Universitas Sydney.

Menurutnya, dikutip Telset.id, Kamis (12/3/2020), bintang-bintang seperti itu biasanya cukup kaya dengan logam. Berbeda, bintang yang ditemukan para astronom amatir miskin logam, membuatnya menjadi jenis bintang panas langka.

{Baca juga: Ilmuwan NASA Temukan Markas Alien di Planet Mars}

Astronom lain juga sudah mulai mempelajarinya. “Kami tahu secara teoritis bahwa bintang-bintang seperti ini harus ada sejak 1980-an,” kata rekan penulis studi itu, Don Kurtz, yang berasal dari University of Central Lancashire.

Sebelumnya, seorang mahasiswi astronomi di Universitas British Columbia bernama Michelle Kunimoto juga dikabarkan berhasil menemukan 17 planet baru.

Kunimoto, seorang kandidat PhD, seperti dilaporkan New York Post, adalah penulis utama sebuah makalah baru yang diterbitkan dalam The Astronomical Journal yang menggambarkan 17 planet baru dengan detail kasar. Satu di antaranya berukuran kira-kira sebesar Bumi.

Banyak dari 17 planet yang cukup besar dan dianggap sebagian besar merupakan gas. Ada banyak sekali planet gas di luar sana, tetapi menemukan dunia yang lebih kecil dan berbatu terbukti lebih sulit bagi para astronom di belahan mana pun.

Planet yang sekarang berlabel KIC-7340288 b itu sekitar 50 persen lebih besar daripada Bumi dan kebetulan berada di zona bernama Goldilocks. Dengan kata lain, planet tersebut cukup hangat di permukaannya untuk mendukung air cair.

{Baca juga: Mahasiswa Astronomi Ini Berhasil Temukan 17 Planet Baru}

“Planet itu berjarak sekitar seribu tahun cahaya. Kita tidak akan sampai di sana dalam waktu dekat!,” kata Kunimoto dalam sebuah pernyataan. “Meski demikian, bagi saya, planet tersebut adalah penemuan yang sangat menarik,” imbuhnya.

Penemuan itu dibuat menggunakan teknik yang populer di kalangan pemburu planet ekstrasurya. Cahaya bintang diamati untuk melihat perubahan kecerahan. Ketika kecerahan bintang memudar, ada sesuatu yang lewat di depan bintang. [SN/HBS]

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here