📑 Daftar Isi

Ilustrasi satelit AST SpaceMobile BlueBirds 8, 9, dan 10 di orbit Bumi

AST SpaceMobile Kembali Bangkit, Ancaman Baru untuk Starlink?

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
  • AST SpaceMobile berhasil meluncurkan tiga satelit BlueBirds 8, 9, dan 10 setelah misi April gagal
  • Satelit BlueBird baru mampu memberikan kecepatan data puncak sekitar 200 Mbps
  • Target konstelasi dikurangi dari 60 menjadi 45 satelit karena kegagalan misi sebelumnya
  • Layanan direct-to-device (D2D) komersial diperkirakan baru tersedia pada paruh kedua 2027
  • SpaceX tetap dominan dengan 650 satelit V1 yang mendukung 7,4 juta perangkat di 30 negara

Telset.id – AST SpaceMobile berhasil bangkit setelah misi April lalu gagal karena satelit BlueBird 7 ditempatkan di orbit yang salah oleh roket New Glenn milik Blue Origin. Perusahaan yang menjadi pesaing utama SpaceX di sektor komunikasi satelit ini baru saja berhasil meluncurkan tiga satelit generasi berikutnya, yaitu BlueBirds 8, 9, dan 10, ke orbit Bumi rendah.

Ketiga satelit tersebut merupakan array komunikasi komersial terbesar yang pernah ditempatkan di orbit. AST SpaceMobile sedang membangun konstelasi untuk menyediakan broadband seluler berbasis ruang angkasa ke ponsel pintar yang tidak dimodifikasi.

“BlueBirds 8, 9, dan 10 mewakili kelanjutan eksekusi dari visi yang dulunya dianggap mustahil: broadband seluler berbasis ruang angkasa untuk semua orang, di mana saja,” ujar Abel Avellan, Pendiri, Ketua, dan CEO AST SpaceMobile, pada Juni 2026.

Spesifikasi dan Keunggulan Satelit BlueBird

Satelit-satelit ini memiliki array seluas sekitar 2.400 kaki persegi. Ukuran antena yang besar ini menghasilkan cakupan yang lebih terarah, lebih sedikit interferensi, dan kapasitas yang lebih besar.

Satelit BlueBird generasi berikutnya ini mampu memberikan kecepatan data puncak dua kali lipat dari satelit BlueBird Blok 1, yang baru-baru ini mencapai kecepatan unduh puncak 98,9 Mbps langsung ke ponsel pintar.

“Kami melihat kecepatan data puncak sekitar 200 Mbps, memungkinkan pengalaman yang jauh lebih kaya daripada yang mungkin dilakukan dengan layanan narrowband Starlink,” tambah Avellan.

Kemajuan ini menjadi angin segar bagi operator seluler AS seperti AT&T dan Verizon yang selama ini bergantung pada layanan satelit. Namun, masih ada pertanyaan besar mengenai kapan layanan ini benar-benar bisa dinikmati pengguna.

Jadwal Peluncuran dan Target Konstelasi

Ini adalah peluncuran sukses pertama AST SpaceMobile di tahun 2026. Perusahaan memulai tahun ini dengan tujuh satelit di orbit dan berharap dapat mengakhiri tahun dengan 45 satelit.

Kegagalan di bulan April memaksa AST untuk mengurangi target satelit dari 60 menjadi 45, yang mendorong peluncuran layanan direct-to-device (D2D) ke tahun depan. Untuk mencapai target tersebut, perusahaan berencana mempertahankan laju peluncuran setiap satu hingga dua bulan.

Tim Farrar, analis satelit dan presiden TMF Associates, memperkirakan layanan D2D komersial dari AST SpaceMobile baru akan tersedia pada paruh kedua tahun 2027. Ini berarti lebih dari dua tahun setelah peluncuran beta Starlink D2D melalui kemitraan dengan T-Mobile.

Artinya, pengguna AT&T dan Verizon harus menunggu lebih lama dari janji peluncuran tahun 2026.

Meskipun AST SpaceMobile tidak memiliki ambisi sebesar Starlink, kehadirannya di pasar D2D berpotensi memecah dominasi SpaceX di industri seluler saat ini. SpaceX saat ini sudah memiliki 650 satelit V1 di orbit yang mendukung 7,4 juta perangkat setiap bulan di 30 negara.

SpaceX berencana untuk meluncurkan satelit V2 generasi berikutnya pada tahun 2027, yang akan mendukung data broadband dan konektivitas IoT selain layanan teks dan data ringan. Saham SpaceX sendiri sempat mengalami fluktuasi setelah mencapai puncak tertinggi IPO-nya.

Namun, pertanyaan yang lebih besar adalah apakah pelanggan benar-benar peduli dengan layanan ini. T-Mobile T-Satellite hanya menyumbang 0,0002% dari total lalu lintas jaringan pada bulan Mei, menunjukkan bahwa sebagian besar pelanggan tidak sering membutuhkan layanan tersebut.

Meski demikian, kehadiran AST SpaceMobile tetap menjadi perkembangan yang patut dicermati. Jika perusahaan berhasil memenuhi targetnya, ini bisa menjadi titik balik dalam industri komunikasi satelit. Kekhawatiran investor terhadap dominasi SpaceX mungkin akan semakin meningkat seiring munculnya kompetitor baru.

Komentar

Belum ada komentar.