📑 Daftar Isi

Robot humanoid Galbot melayani pelanggan di toko kapsul Hung Hom, Hong Kong.

Robot Humanoid Galbot Kelola Toko 24 Jam di Hong Kong

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️2 menit membaca
Bagikan:
  • Galbot luncurkan toko 24 jam di Hong Kong yang dikelola robot humanoid Xiao Gai
  • Xiao Gai bertugas mengisi rak, mengambil barang, dan menangani pembayaran
  • Robot ini bisa berbicara dalam berbagai bahasa dan menjual makanan hingga obat
  • Target lalu lintas pejalan kaki naik 40%, rencana ekspansi 100 toko di 10 kota
  • Hong Kong Investment Corporation mendanai proyek ini sebagai tanda AI masuk ke kehidupan sehari-hari

Telset.id – Sebuah toko swalayan 24 jam di Hong Kong akan dijalankan sepenuhnya oleh satu robot humanoid bernama “Xiao Gai”. Galbot, perusahaan AI dan robotika asal Beijing, menjadi otak di balik inovasi yang disebut-sebut sebagai yang pertama di kota tersebut.

Laporan dari South China Morning Post mengonfirmasi bahwa toko pop-up ini berlokasi di kawasan waterfront Hung Hom. Dikemas dalam “kapsul” portabel, toko ini tidak memiliki satu pun karyawan manusia, melainkan hanya mengandalkan Xiao Gai untuk semua operasionalnya.

Xiao Gai memiliki tinggi lima kaki enam inci dengan rentang lengan mencapai enam kaki. Menurut laporan Inside Retail, robot ini akan bertugas mengisi rak, mengambil barang, dan menangani pembayaran pelanggan. Galbot mengklaim Xiao Gai bisa memulai percakapan ramah dan berbicara dalam berbagai bahasa, menjual segala sesuatu mulai dari makanan ringan hingga obat-obatan bebas.

Hong Kong Investment Corporation, yang mendanai proyek ini, menyebutnya sebagai tanda bagaimana AI “memasuki kehidupan sehari-hari masyarakat dengan cara yang lebih nyata.”

Target lalu lintas dan ekspansi

Galbot memproyeksikan bahwa faktor kebaruan toko ini akan meningkatkan lalu lintas pejalan kaki di area tersebut hingga 40 persen. Perusahaan juga berencana meluncurkan 100 toko kapsul serupa yang dikelola robot di sepuluh kota lain.

Ini bukan pertama kalinya robot dikerahkan untuk menggantikan peran manusia di tempat kerja. Pada bulan Mei, Japan Airlines mengumumkan akan mulai bereksperimen dengan petugas bagasi robot di Bandara Haneda Tokyo, salah satu bandara tersibuk di dunia.

Namun, potensi kegagalan tetap ada. Rekaman viral awal tahun ini menunjukkan robot restoran tiba-tiba mengamuk, melemparkan peralatan makan ke mana-mana saat karyawan berusaha mengendalikannya. Dalam kasus lain, agen AI yang ditugaskan menjalankan kedai kopi di Stockholm menghabiskan sebagian besar anggarannya hanya dalam waktu sebulan, membuat kesalahan seperti memesan 3.000 pasang sarung tangan lateks.

Penerapan robot di sektor ritel juga menarik perhatian terkait keamanan transaksi dan privasi data. Sementara itu, platform seperti Epic Games Store terus menawarkan hiburan digital alternatif bagi konsumen.

Pertanyaan besarnya: apakah robot seperti Xiao Gai akan menjadi solusi operasional ritel masa depan, atau sekadar atraksi sementara yang penuh risiko? Waktu yang akan menjawab, terutama saat Galbot bersiap meluncurkan 100 toko kapsul tambahan dalam waktu dekat.

Robot humanoid Galbot melayani pelanggan di lokasi Hung Hom, Hong Kong.

Komentar

Belum ada komentar.