Ilustrasi Apple Upgrade skema sewa perangkat untuk atasi krisis RAM

Apple Siasati Krisis RAM dengan Skema Sewa Mac

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
  • Apple dikabarkan akan meluncurkan skema sewa perangkat bernama Apple Upgrade pada 28 Juli.
  • Skema ini bekerja sama dengan Klarna untuk pembiayaan dan mencakup Mac, iPhone, iPad, dan Apple Watch.
  • Jangka waktu sewa 36 bulan untuk Mac/iPad, 24 bulan untuk iPhone/Apple Watch.
  • Apple Upgrade tidak menyertakan AppleCare dan tidak berlaku untuk perangkat murah seperti MacBook Neo.
  • Skema ini muncul sebagai respons terhadap krisis RAM yang membuat harga perangkat semakin mahal.
  • Framework melaporkan lonjakan harga RAM hingga 88% untuk modul 64GB.
  • Modul RAM 64GB kini dibanderol USD 1.600 atau sekitar Rp 25,6 juta.
  • Puncak krisis RAM diperkirakan terjadi pada 2027.
  • Reaksi di media sosial cenderung negatif karena dianggap membuat konsumen tidak memiliki apa pun.
  • Apple Upgrade akan dimulai di AS terlebih dahulu sebelum diperluas ke wilayah lain.

Telset.id – Apple dikabarkan akan meluncurkan skema sewa perangkat untuk konsumen sebagai cara mengatasi dampak krisis RAM yang membuat harga Mac semakin mahal. Rencana ini memungkinkan pengguna tidak perlu mengeluarkan biaya besar di muka untuk memiliki Mac, iPhone, iPad, atau Apple Watch.

Skema yang diberi nama ‘Apple Upgrade’ ini akan diumumkan pada 28 Juli dan bekerja sama dengan Klarna untuk menangani sisi pembiayaan. Informasi tersebut diungkap oleh Mark Gurman dari Bloomberg. Dengan skema ini, pengguna bisa mendapatkan perangkat terbaru tanpa harus membayar penuh di awal.

Apple Upgrade akan berjalan sebagai langganan dengan jangka waktu 36 bulan untuk Mac dan iPad, atau 24 bulan untuk iPhone dan Apple Watch. Pengguna memiliki opsi untuk melunasi perangkat lebih awal dan membelinya, atau meningkatkan ke model yang lebih baru sebelum masa sewa berakhir.

MacBook Pro M5 Pro hands on

Skema ini kabarnya akan menggantikan iPhone Upgrade Program dan program pembiayaan standar Apple. Namun, berbeda dengan iPhone Upgrade Program, Apple Upgrade tidak akan menyertakan AppleCare. Beberapa perangkat murah seperti MacBook Neo, Apple Watch SE, iPad entry-level, dan iPhone 16 juga tidak akan memenuhi syarat untuk skema sewa ini.

Keputusan Apple ini muncul di tengah krisis RAM yang semakin parah. Framework, produsen laptop, baru-baru ini mengungkapkan bahwa biaya modul memori LPCAMM2 untuk laptop mereka mengalami lonjakan lebih dari dua kali lipat dari perkiraan awal. Framework bahkan terpaksa menurunkan pesanan 64GB menjadi 32GB dan 32GB menjadi 16GB dengan tetap mempertahankan harga asli.

Harga modul RAM 32GB naik 82 persen, sementara modul 64GB naik 88 persen. Di Amerika Serikat, modul RAM 64GB kini dibanderol dengan harga USD 1.600 atau sekitar Rp 25,6 juta. Lonjakan harga ini menjadi indikasi jelas bahwa krisis RAM belum menunjukkan tanda-tanda mereda.

A RAM stick held in a hand

Analis sebelumnya telah memprediksi bahwa harga RAM akan terus naik sepanjang tahun ini. Bahkan, puncak dari krisis ini diperkirakan akan terjadi pada 2027 yang disebut sebagai tahun terburuk dalam sejarah industri RAM. Krisis RAM ini dipicu oleh meningkatnya permintaan dari pusat data yang membutuhkan kapasitas memori besar untuk menjalankan aplikasi AI.

Apple sendiri telah menaikkan harga produk-produknya pada akhir Juni lalu sebagai respons terhadap kenaikan biaya komponen. Kenaikan harga ini membuat banyak calon pembeli menunda keputusan membeli Mac. Skema sewa ini menjadi solusi Apple untuk menjaga agar penjualan Mac tetap berjalan.

Reaksi di media sosial terhadap rencana ini cenderung negatif. Seorang pengguna Reddit berkomentar bahwa skema ini merupakan “satu langkah lebih dekat untuk tidak memiliki apa pun”. Kekhawatiran utama adalah bahwa cicilan akhir untuk membeli perangkat akan sangat mahal, seperti yang umum terjadi pada skema sewa pada umumnya.

Meskipun demikian, skema ini masih berupa rumor meskipun detailnya cukup lengkap. Banyak hal akan bergantung pada harga yang ditetapkan oleh Apple dan Klarna. Jika biaya sewanya terlalu tinggi, skema ini mungkin tidak akan menarik minat konsumen.

iPhone 17

Apple Upgrade kabarnya akan dimulai di Amerika Serikat terlebih dahulu sebelum diperluas ke wilayah lain. Belum ada informasi apakah Indonesia akan menjadi salah satu pasar yang mendapatkan skema ini. Namun, jika berhasil, bukan tidak mungkin skema serupa akan diterapkan di negara lain.

Gurman mengatakan bahwa Apple berencana mengiklankan program ini sebagai cara untuk memiliki pembayaran yang lebih rendah dibandingkan program pembiayaan saat ini. Ini menjadi daya tarik utama bagi konsumen yang ingin menggunakan produk Apple tanpa harus membayar penuh di awal.

Skema sewa ini juga memungkinkan pengguna untuk selalu menggunakan perangkat terbaru. Setelah masa sewa berakhir, pengguna bisa mengembalikan Mac dan beralih ke model yang lebih baru dengan perjanjian pembiayaan baru. Ini menjadi solusi bagi mereka yang ingin selalu update dengan teknologi terbaru.

MacBook Air 15-inch with M4 chip on a creative's desk with screen open

Namun, ada kekhawatiran bahwa skema ini justru akan membuat konsumen semakin terbebani dalam jangka panjang. Biaya total yang harus dibayar selama masa sewa bisa jauh lebih tinggi dibandingkan membeli perangkat secara langsung. Ini menjadi pertimbangan penting bagi konsumen sebelum memutuskan untuk menggunakan skema ini.

Apple belum memberikan komentar resmi mengenai rumor ini. Namun, dengan tanggal pengumuman yang disebutkan pada 28 Juli, publik tidak perlu menunggu lama untuk mengetahui kebenaran kabar ini. Jika benar, skema ini akan menjadi perubahan besar dalam strategi penjualan Apple.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.