Telset.id – Nvidia secara resmi menghibahkan satu unit superkomputer AI canggih DGX GB300 kepada Naval Postgraduate School (NPS) di Monterey, California. Langkah ini bertujuan mendukung pendidikan dan penelitian militer AS di era kecerdasan buatan.
CEO Nvidia, Jensen Huang, hadir langsung dalam seremoni peresmian superkomputer tersebut. “AI akan menjadi tulang punggung pertahanan Amerika,” ujar Huang dalam sambutannya.
Superkomputer AI ini akan digunakan oleh mahasiswa, peneliti, dan fakultas NPS untuk berbagai aplikasi kritis. Mulai dari prediksi cuaca, keamanan siber, hingga perencanaan respons bencana.
Huang menekankan pentingnya informasi dan wawasan yang tepat waktu bagi personel militer. “Tidak ada yang lebih berharga bagi Anda selain informasi dan wawasan, dan memahaminya secara tepat waktu, serta memahami dampak dan konsekuensinya. Saya tidak bisa membayangkan sesuatu yang lebih penting,” katanya.
Nvidia DGX GB300 merupakan salah satu server AI paling bertenaga milik Nvidia. Server ini menampung 72 GPU Nvidia Blackwell Ultra dan 36 CPU Nvidia Grace. Konfigurasi ini menghasilkan 20 TB memori GPU dengan kecepatan bandwidth hingga 576 TB/s.
Baca Juga:
Dengan kemampuan komputasi luar biasa ini, NPS akan memiliki kapasitas yang ditingkatkan untuk melatih pemimpin AI baru. Superkomputer ini memungkinkan aplikasi teknis yang lebih canggih, termasuk pengembangan model fondasi internal, menjalankan simulasi, dan menggunakan digital twins.
Teknologi digital twins akan digunakan untuk melatih mahasiswa dari setiap cabang militer dalam navigasi dan pengambilan keputusan di dunia nyata. Ini menjadi langkah maju dalam modernisasi pendidikan militer AS.
“Kepemimpinan adalah tentang melayani sesuatu yang lebih besar. Anda melayani tim Anda. Anda melayani negara Anda. Anda melayani misi Anda,” kata Huang. “Dan semua teknologi ini hanyalah alat untuk membantu Anda.”
Laksamana Samuel Paparo, komandan Komando Pasifik AS, menambahkan, “Saat kita memodernisasi teknologi, kita juga harus memodernisasi cara kita mendidik para pemimpin kita. Akses ke kemampuan komputasi canggih berarti mahasiswa dan fakultas NPS memahami peluang dan tanggung jawab yang menyertai teknologi ini.”
Superkomputer AI ini juga memungkinkan mahasiswa memahami kondisi laut dengan lebih baik dan memprediksi perubahan atmosfer. Selain itu, perangkat ini membekali mahasiswa untuk menghadapi medan perang yang semakin diperkuat AI.
Persaingan antara AS dan China dalam mengerahkan model AI terdepan semakin ketat. China dengan cepat mengejar ketertinggalan meskipun menghadapi sanksi luas atas penjualan chip AI ke negara tersebut. Kedua negara kini mengintegrasikan sistem AI ke dalam militer, kepolisian, dan lembaga pemerintah.
“Banyak dari Anda akan memimpin di lingkungan yang didukung AI. Informasi akan bergerak dengan kecepatan kilat, memampatkan waktu respons,” ujar Paparo. “Keunggulan kita akan datang dari para pemimpin, seperti Anda, yang dapat menggunakan teknologi untuk melihat, memahami, memutuskan, dan bertindak lebih cepat sambil menjalankan penilaian, pengalaman, dan kepemimpinan yang tidak bisa diberikan mesin. Pendidikan itu terjadi di sini, di NPS.”
Hibah superkomputer AI ini menandai komitmen Nvidia dalam mendukung pengembangan kapabilitas AI di sektor pertahanan. Dengan infrastruktur komputasi mutakhir, NPS diharapkan mampu mencetak lulusan yang siap menghadapi tantangan keamanan nasional di era kecerdasan buatan.
Inisiatif ini juga memperkuat posisi Nvidia sebagai pemasok utama teknologi AI untuk militer AS. Perusahaan yang berbasis di Santa Clara, California, ini terus memperluas pengaruhnya di sektor pertahanan melalui berbagai kemitraan dan donasi teknologi.
Langkah Nvidia ini juga relevan dengan perkembangan layanan keuangan berbasis AI yang mulai diadopsi secara global. Teknologi serupa juga mulai diimplementasikan di berbagai sektor strategis.
Dengan hadirnya superkomputer DGX GB300 di NPS, pendidikan militer AS memasuki babak baru. Mahasiswa tidak hanya belajar teori AI, tetapi juga mendapatkan pengalaman langsung menggunakan infrastruktur AI paling canggih di dunia.
Ini sejalan dengan visi Nvidia untuk mempercepat adopsi AI di semua sektor, termasuk pertahanan dan keamanan nasional.





Komentar
Belum ada komentar.