Apple, Samsung, Sony, Microsoft Kena Semprit Amnesty International

Penambangan kobalt yang mempekerjakan anak di bawah umur di Republik Demokratik Kongo. (mining.com)

Telset.id – Organisasi HAM Amnesty International menuduh perusahaan IT besar seperti Apple, Samsung, Sony dan Microsoft gagal melakukan pengecekan terhadap lini bisnisnya, sehingga ada komponen yang dibuat dengan menggunakan tenaga kerja di bawah umur.

Kasus tersebut yakni, pada penambangan kobalt yang digunakan sebagai komponen device empat perusahaan tersebut, ternyata ditambang oleh anak-anak di bawah umur di Afrika, terutama di Republik Demokratik Kongo.

Seperti dikutip dari Tech Times, Amnesty International mencatat operasional penambangan kobalt di Kongo ternyata mempekerjakan anak-anak usia 7 tahun. UNICEF bahkan mengestimasi ada sekitar 40.000 anak-anak dibawah umut bekerja sebagai penambang di Kongo.

Padahal, sebagai penambang, mereka terpapar aneka kondisi berbahaya untuk kesehatan, serta banyak kecelakaan fatal yang bisa menghilangkan nyawa. Amnesty International mengklaim setidaknya ada 80 penambang anak-anak meninggal di lokasi penambangan, pada jangka waktu September 2014-Desember 2015, di wilayah selatan Kongo.

Kongo sendiri saat ini memproduksi sekitar separuh dari suplai kobalt dunia. Sementara kobalt merupakan komponen penting yang digunakan untuk memproduksi baterai mobile device Lithium ion, terutama untuk tablet dan smartphone. [AI/HBS]

Artikel Apple, Samsung, Sony, Microsoft Kena Semprit Amnesty International dikutip dari Telset.

Related Articles

- Advertisement -

Latest Articles

- Advertisement -