Apple Suntik Rp 139 Miliar ke Pabrik Aluminium Ramah Lingkungan

Telset.id, Jakarta – Apple dikabarkan menggelontorkan investasi sebesar Rp 139 Miliar di pabrik aluminium ramah lingkungan. Apple memang dikenal selektif dalam memilih perusahaan yang dianggap tidak mencemari lingkungan.

Apple dikenal sebagai perusahaan yang sangat perhatian terhadap lingkungan. Ini dapat dilihat pada pabrik dan kantornya yang  yang mengacu pada kriteria bangunan hijau.

Tak hanya itu, perusahaan yang dinahkodai Tim Cook ini juga sangat selektif dalam menanamkan modalnya pada perusahaan yang dianggap tidak mencemari lingkungan.

{Baca juga: Bertemu Trump, Kanye West Minta Apple Bikin Pesawat Hidrogen}

Salah satu investasi terbaru Apple adalah uang sebesar US$10 juta atau sekitar Rp 139 miliar yang digelontorkannya di pabrik peleburan alumunium Elysis besutan Alcoa dan Rio Tinto, Quebec, Kanada.

Tak kurang Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau, Perdana Menteri Negara Bagian Quebec Premier Philippe Couillard bersama Eksekutif Utama Apple dan Produsen industri Alcoa dan Rio Tinto mengumumkan proses baru untuk peleburan aluminium yang menghilangkan emisi gas rumah kaca.

Alcoa dan Rio Tinto menciptakan perusahaan patungan yang memiliki markas di Montreal yang disebut Elysis. Perusahaan anyar ini nantinya akan membantu mengarusutamakan proses, dengan rencana membuatnya menjadi komersial pada 2024.

Selain menghasilkan pertukaran karbon untuk oksigen, sebagai produk sampingan proses produksi, teknologi anyar yang diaplikasikan juga diharapkan dapat mengurangi ongkos produksi sekitar 15 persen.

Beberapa tahun terakhir Apple telah melakukan dorongan besar untuk mengurangi jejak karbon di seluruh fasilitas produksinya. Bahkan bulan lalu raksasa teknologi ini mengumumkan bahwa mereka telah mengadopsi 100 persen energi bersih untuk fasilitas globalnya.

“Apple berkomitmen untuk memajukan teknologi yang baik untuk planet ini dan membantu melindunginya untuk generasi mendatang,” kata Tim Cook dalam rilis yang terkait dengan berita hari ini.

“Kami bangga menjadi bagian dari proyek baru yang ambisius ini, dan berharap suatu hari dapat menggunakan aluminium yang diproduksi tanpa emisi gas rumah kaca langsung dalam pembuatan produk kami.” imbuh dia.

{Baca juga: Duh.. Asia Penyumbang Sampah Elektronik Terbesar}

Perusahaan-perusahaan itu, bersama dengan Pemerintah Kanada dan Quebec, telah bergabung untuk berinvestasi hingga 188 juta dolar Kanada atau sekitar Rp 2 triliun dalam teknologi maju.

Sementara bisnis baru tersebut akan berkantor pusat di Montreal, manufaktur AS juga akan mendapatkan bagiannya. Alcoa telah membangun pabrik peleburan logam skala yang lebih kecil di dekat Pittsburgh sejak 2009. [WS/IF]

Source Link

 

Previous articleAda Pembaruan Google Assistant, Android P dan Aplikasi, Apa Saja?
Next articleNokia 8110 “Pisang” Masuk Pasar Singapura Bulan Ini

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here