Tampilan layanan iCloud+ Apple dengan bundel Apple TV dan Apple Arcade

Apple Bundel Apple TV dan Arcade ke iCloud+ di 100 Negara

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️4 menit membaca
Bagikan:
  • Apple membundel Apple TV dan Arcade ke langganan iCloud+ di lebih dari 100 negara
  • Bundel tidak tersedia di Amerika Serikat
  • Harga iCloud+ termurah 1 dolar AS, jauh lebih murah dari Apple One 20 dolar AS
  • Apple Music Select ikut dibundel dengan akses radio internet tanpa iklan
  • Peluncuran memperluas Apple TV ke 59 negara baru
  • Wilayah termasuk India, Arab Saudi, Singapura, Türkiye, dan Uni Emirat Arab

Telset.id – Apple memperluas cakupan layanan langganannya dengan membundel Apple TV dan Apple Arcade ke dalam paket iCloud+ di lebih dari 100 negara. Langkah ini membuat layanan hiburan dan gaming Apple jadi lebih mudah diakses, tetapi kebijakan tersebut tidak berlaku di Amerika Serikat. Keputusan ini menandai pergeseran strategi Apple dalam mendorong pertumbuhan layanan di pasar-pasar yang selama ini lebih sensitif terhadap harga.

iCloud+ sendiri selama ini dikenal sebagai langganan yang memberi pengguna akses ke penyimpanan lebih besar, plus fitur privasi dan keamanan seperti Private Relay yang menyembunyikan alamat IP, serta Hide My Email yang memungkinkan pengguna membuat alamat email acak. Kini, perusahaan menambahkan Apple TV dan Arcade ke dalam paket tersebut tanpa mengubah harga dasar langganan di sejumlah wilayah.

Sebelumnya, Apple sudah menjual beberapa produk langganan dalam satu bundel bernama Apple One yang mencakup iCloud+, Apple TV, Music, dan Arcade. Namun, harga bundel Apple One setidaknya 20 dolar AS per bulan, jauh lebih mahal dibandingkan langganan iCloud+ standalone. Paket iCloud+ termurah hanya 1 dolar AS di Amerika Serikat, dan harganya kurang lebih setara dengan nilai tersebut dalam mata uang lokal di wilayah lain.

Dengan dimasukkannya TV dan Arcade ke langganan iCloud+ seharga 1 dolar AS, tampaknya Apple tidak lagi mendorong bundel Apple One di lokasi tertentu. Ada kemungkinan perusahaan menyadari bahwa layanannya bisa mencapai pertumbuhan lebih besar di wilayah tersebut jika dibuat lebih terjangkau dan mudah diakses.

iCloud+

Seperti dicatat 9to5Mac, Apple bahkan membundel Apple Music Select yang akan memberi pelanggan iCloud+ akses ke sejumlah stasiun radio internet tanpa iklan. Perlu dicatat juga bahwa peluncuran ini akan memperluas ketersediaan Apple TV ke 59 negara baru. Langkah ini memperkuat posisi Apple TV sebagai salah satu layanan streaming yang terus memperluas jangkauan globalnya.

Sayangnya, bundel iCloud+ baru ini tidak tersedia di Amerika Serikat. Wilayah yang mendapatkannya antara lain India, Arab Saudi, Singapura, Türkiye, dan Uni Emirat Arab. Daftar lengkapnya mencakup Albania, Algeria, Angola, Anguilla, Antigua and Barbuda, Armenia, Azerbaijan, Bahamas, Bahrain, Barbados, Belize, Benin, Bermuda, Bhutan, Bosnia and Herzegovina, Botswana, British Virgin Islands, Burkina Faso, Cameroon, Cape Verde, Cayman Islands, Chad, Côte d’Ivoire, Democratic Republic of the Congo, Dominica, Egypt, Eswatini, Fiji, Gabon, Gambia, Georgia, Ghana, Grenada, Guinea-Bissau, Guyana, India, Iraq, Israel, Jamaica, Jordan, Kazakhstan, Kenya, Kosovo, Kuwait, Kyrgyz Republic, Lebanon, Liberia, Libya, Madagascar, Malawi, Maldives, Mali, Mauritania, Mauritius, Micronesia, Moldova, Montenegro, Montserrat, Morocco, Mozambique, Namibia, Nauru, Nepal, Niger, Nigeria, North Macedonia, Oman, Pakistan, Palau, Papua New Guinea, Qatar, Republic of the Congo, Rwanda, Saint Kitts and Nevis, Saint Lucia, Saint Vincent and the Grenadines, São Tomé and Príncipe, Saudi Arabia, Senegal, Serbia, Seychelles, Sierra Leone, Singapore, Solomon Islands, Sri Lanka, Suriname, Tajikistan, Tanzania, Tonga, Trinidad and Tobago, Tunisia, Türkiye, Turkmenistan, Turks and Caicos, Uganda, Ukraine, United Arab Emirates, Uzbekistan, Vanuatu, Yemen, Zambia, dan Zimbabwe.

Perluasan ini juga sejalan dengan berbagai pembaruan ekosistem Apple lainnya. Misalnya, alat AI baru yang dihadirkan Apple di iOS 27 menunjukkan bahwa perusahaan terus memperkaya fitur perangkat lunaknya. Sementara itu, langkah pensiun tombol Home menandai pergeseran desain iPhone yang sudah berlangsung sejak 2017.

Di sisi lain, pengembangan layanan berbasis langganan juga berdampak pada biaya yang harus ditanggung pengguna. Contohnya, kehadiran Apple Intelligence di HomeKit Secure Video disebut membuat biaya naik tajam. Hal ini menunjukkan bahwa setiap penambahan fitur atau layanan baru selalu membawa konsekuensi tersendiri bagi pengguna.

Dengan membundel Apple TV dan Arcade ke iCloud+ di lebih dari 100 negara, Apple tampaknya ingin memperluas basis pengguna layanan hiburan dan gaming-nya tanpa harus memaksa mereka berlangganan Apple One yang lebih mahal. Strategi ini berpotensi meningkatkan adopsi layanan Apple di pasar berkembang, terutama di kawasan Asia, Afrika, dan Timur Tengah yang masuk dalam daftar wilayah peluncuran. Namun, keputusan untuk tidak menghadirkan bundel ini di Amerika Serikat menunjukkan bahwa Apple masih menerapkan pendekatan berbeda di pasar utamanya, di mana Apple One kemungkinan tetap menjadi andalan.

Bagi pengguna di Indonesia, meskipun negara ini tidak disebutkan secara eksplisit dalam daftar wilayah yang mendapat bundel baru, perkembangan ini tetap menarik untuk dicermati. Pasalnya, kebijakan Apple dalam mengemas layanan langganan sering kali menjadi indikator arah strategi perusahaan di pasar global, termasuk kemungkinan perluasan ke wilayah lain di masa mendatang. Yang jelas, langkah ini menegaskan bahwa Apple semakin serius menggarap bisnis layanan sebagai salah satu pilar pertumbuhan utamanya.

[ META_DESCRIPTION]
Apple membundel Apple TV dan Arcade ke langganan iCloud+ di lebih dari 100 negara, tetapi tidak tersedia di Amerika Serikat. Simak detailnya.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.