Telset.id – Salesforce resmi memperkenalkan Koa, model AI reasoning pertama miliknya, dalam ajang Dreamforce yang menjadi salah satu pengumuman terbesar perusahaan pekan ini. Model ini dibangun di atas Nemotron, model open-weight dari Nvidia, dan menjadi langkah baru bagi pelanggan enterprise yang membutuhkan kemampuan penalaran tanpa harus bergantung pada model frontier tertutup. Koa menjadi contoh bagaimana kebutuhan dunia enterprise terhadap AI mulai berbeda dari apa yang ditawarkan laboratorium AI frontier.
Koa dikembangkan bersama Nvidia melalui proses post-training agar unggul dalam tugas-tugas terkait penjualan, pemasaran, dan dukungan pelanggan. Langkah ini menegaskan posisi Salesforce yang menyediakan alternatif open-weight bagi pelanggan enterprise, di tengah model frontier tertutup yang umumnya meminta perusahaan mengunggah file, kode, prompt, dan umpan balik langsung ke model serta agen mereka dengan biaya besar.
Melalui Koa, Salesforce menawarkan sejumlah keunggulan bagi pelanggan enterprise: alternatif open-weight dibanding model frontier tertutup, model yang dilatih untuk tugas kerja spesifik alih-alih memecahkan soal matematika rumit, serta model yang tidak mengonsumsi data pelanggan asli sehingga tidak dapat membocorkannya ke pihak lain. Koa juga diklaim membantu menekan pengeluaran AI karena menggunakan token lebih sedikit untuk pekerjaan yang sama, dapat dirutekan otomatis melalui AI “gateway” sesuai kebutuhan, dan mengikuti seluruh persyaratan data serta keamanan pelanggan yang tertanam di dalam Salesforce.
Koa Melengkapi Agentforce
Koa akan disediakan sebagai alternatif bagi model lain yang ditawarkan Salesforce di platform Agentforce, tempat pelanggan membangun agen untuk menangani tugas rutin seperti menjawab pertanyaan layanan pelanggan atau menjadwalkan janji temu. Jayesh Govindarajan, EVP of Salesforce AI, mengatakan kepada TechCrunch bahwa perusahaan telah membangun banyak model bahasa kecil yang spesifik untuk tugas sebagai bagian dari portofolio Agentforce. “Namun reasoning selalu menjadi sesuatu yang kami andalkan dari penyedia model frontier. Sampai sekarang,” ujarnya.
Sebelum Koa hadir, jika sebuah agen perlu menalar tugas berjalan panjang atau multi-langkah, prompt tersebut akan dirutekan ke model frontier seperti Claude atau ChatGPT melalui AI gateway Agentforce, yakni sistem yang menentukan model mana yang menangani permintaan tertentu. Govindarajan menjelaskan bahwa salah satu alasan Salesforce belum melakukannya sebelumnya adalah tantangan tidak adanya model dasar pra-latih untuk memulai. Menurutnya, sampai Nemotron muncul, belum ada model pra-latih Amerika yang tersedia, canggih, dan memiliki provenans data yang jelas. “Kami tidak tahu apa yang digunakan Qwen untuk pelatihan,” katanya, merujuk pada model open-weight populer asal Tiongkok buatan Alibaba.
Baca Juga:
Post-training model seperti ini berarti mengubahnya dari sistem serbaguna menjadi sistem yang menguasai pengetahuan penjualan dan dukungan pelanggan. Untuk melakukannya, Salesforce dan Nvidia tidak menggunakan data asli dari pelanggan Salesforce. Sebagai gantinya, mereka menyusun data sintetis yang meniru pola pelanggan. Govindarajan menggambarkan bahwa pihaknya menyimulasikan lingkungan layanan pelanggan dengan persona profesional layanan pelanggan, termasuk pelanggan marah yang menelepon ke pusat layanan, hingga profesional penjualan yang berusaha menutup kesepakatan.
Koa ditujukan agar lebih baik dalam tugas kerja yang diinginkan pelanggan Salesforce dari sebuah agen, sekaligus lebih murah dari sisi token yang terbakar dibandingkan mengirim tugas yang sama ke Claude atau ChatGPT. Kari Ann Briski, Nvidia’s VP of Generative AI Software for Enterprise, mengatakan kepada TechCrunch bahwa Nemotron memiliki arsitektur unik untuk inferensi agar hemat token. Menurutnya, ini semacam trifecta yang dibutuhkan: sovereign AI, waktu ke token pertama, dan reasoning yang efisien untuk keseluruhan tokenomics.
Meski demikian, Salesforce tidak serta-merta meninggalkan Anthropic atau OpenAI. Perusahaan baru saja mengumumkan kemitraan dengan Anthropic bernama ClaudeForce yang memungkinkan perusahaan menggunakan Claude sebagai antarmuka AI mereka, sementara data tetap berada di sistem pencatatan Salesforce dan diamankan oleh infrastrukturnya. Langkah ini menunjukkan bahwa Salesforce tetap membuka opsi bagi pelanggan yang ingin memakai model frontier, sembari memperkuat portofolio model internalnya melalui Koa.
Kehadiran Koa menandai pergeseran cara Salesforce memenuhi kebutuhan AI enterprise. Alih-alih sepenuhnya bergantung pada model frontier tertutup, perusahaan kini menyediakan opsi yang lebih hemat token, aman, dan disesuaikan dengan tugas kerja. Bagi pelanggan enterprise, pilihan ini memberi ruang untuk mengatur sendiri kapan sebuah tugas cukup ditangani model internal dan kapan perlu dirutekan ke model frontier melalui AI gateway.
Dengan pendekatan ini, Salesforce memposisikan Koa bukan sebagai pengganti model frontier, melainkan pelengkap dalam ekosistem Agentforce. Pelanggan tetap dapat mengandalkan model seperti Claude atau ChatGPT untuk kebutuhan tertentu, sementara tugas-tugas rutin dan spesifik dapat diserahkan ke Koa. Kombinasi ini memberi fleksibilitas sekaligus menjaga kendali atas data dan biaya AI di lingkungan enterprise.





Komentar
Belum ada komentar.