Amerika Berantas Obat Ilegal Pakai Teknologi Blockchain

Obat ilegal
Foto: AP Photo/Rich Pedroncelli

Telset.id, Jakarta – Amerika Serikat (AS) ingin memastikan tidak ada lagi obat ilegal masuk rumah sakit ataupun apotek di sana. Caranya, mereka akan mengembangkan sistem pelacak obat dengan memanfaatkan teknologi Blockchain.

Badan Regulasi Makanan dan Obat AS (FDA) baru saja meluncurkan program percobaan yang memungkinkan jaringan penyuplai obat untuk melacak resep dokter.

Melansir dari Engadget, Selasa (12/02/2019), FDA masih belum memberikan informasi lengkap tentang teknologi yang akan mereka gunakan. Namun, mereka menjadikan teknologi Blockchain sebagai contoh teknologi yang bisa mereka gunakan.

{Baca juga: Netizen China Pakai Blockchain Sebarkan Berita yang Disensor}

Blockchain bisa digunakan untuk memverifikasi bahwa obat yang ada di rumah sakit dan apotek memang datang dari penyuplai resmi.

FDA menyatakan, perusahaan penyuplai obat memiliki waktu hingga 11 Maret untuk berpartisipasi dalam program percobaan ini. Meski demikian, mereka baru dapat menggunakan sistem pelacak obat itu pada tahun 2023 mendatang.

Keputusan FDA untuk mengembangkan sistem berbasis teknologi blockchain dinilai sangat tepat waktu. Sebab, AS kini tengah sibuk berperang dengan masalah kecanduan penghilang rasa sakit.

{Baca juga: Wah, Smartphone Android Kini Punya “Dompet Cryptocurrency”}

Teknologi seperti blockchain bisa meminimalisir kemungkinan obat penghilang rasa sakit atau obat berbahaya lain masuk ke rantai penjualan obat secara ilegal. Selain itu, teknologi ini juga bisa digunakan untuk melacak asal dan kapan obat-obatan itu masuk ke pasar.

Dengan begitu, ini bisa mengurangi kemungkinan pekerja medis atau penyuplai obat untuk menjual obat-obatan ke orang yang tidak membutuhkannya. (BA/FHP)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here