Sebentar Lagi, Manusia Bisa Manipulasi Mimpi Pakai Alat Ini

Alat Manipulasi Mimpi

Telset.id, Jakarta – Para ilmuwan dari Massachusetts Institute of Technology (MIT) menciptakan alat yang bisa manipulasi mimpi bernama Dormio. Dengan alat ini, Anda jadi memungkinkan untuk memilih mimpi ketika sedang tidur.

Alat manipulasi mimpi buatan para ilmuwan MIT memang masih bersifat eksperimental. Namun, alat tersebut diklaim bisa memicu tema dan pengalaman mimpi spesifik. Kedengarannya memang seperti sesuatu yang tidak mungkin, bahkan seperti di film-film.

Studi ini dipimpin oleh ilmuwan saraf Adam Haar Horowitz dari MIT. Studi menunjukkan bagaimana perangkat bernama Dormio itu memungkinkan sesuatu disebut targeted dream incubation atau TDI.

{Baca juga: 7 Aplikasi Sleep Tracker Terbaik di Android 2020}

Menurut New York Post, dikutip Telset.id, Senin (03/08/2020), TDI dimungkinkan selama keadaan pertama tidur, yakni ketika Anda sedikit sadar sehingga masih dapat mendengar dan memproses audio.

Pengguna harus tidur di dekat robot Jibo. Ia memulai percakapan kala pengguna sedikit terjaga. Robot merekam yang pengguna katakan. Amnesia hipnagogis dapat membuat orang melupakan impian.

“Tujuannya untuk memengaruhi dan memperpanjang tidur transisi. Untuk melakukannya, kita harus melacak keadaan transisi (hipnagogia) dan menyela ketika berakhir,” demikian jelas pihak MIT Media Lab.

{Baca juga: Dijamin Nyenyak, Ini 7 Aplikasi Pengantar Tidur Terbaik Android 2020}

“Di perangkat baru kami, sinyal-sinyal berasal dari tangan. Kami dapat mengumpulkan data tentang hilangnya tonus otot, perubahan denyut jantung, dan perubahan konduktansi kulit,” tambah MIT Media Lab.

Saat biosignal menandakan akhir dari keadaan transisi, audio robot dipicu dan pengguna sedikit tersentak bangun, tetapi tidak sepenuhnya terjaga. Isyarat audio dipakai sebagai protokol awal.

Teknologi Dimanfaatkan untuk Membantu Tidur

Selain mimpi, mayoritas orang pun rupanya telah memanfaatkan teknologi untuk membantu mereka agar bisa tertidur lelap. Penelitian membuktikan bahwa enam dari 10 orang Amerika Serikat beralih ke teknologi untuk bisa tidur.

Sekira 57 persen responden mengatakan bahwa teknologi bisa membantu untuk tidur. Dalam hal ini bermanfaat dalam meningkatkan kualitas tidur.

{Baca juga: Mayoritas Orang Manfaatkan Teknologi untuk Bisa Tidur}

Diinisiasi oleh Eight Sleep dan dilakukan oleh OnePoll sebelum Hari Tidur se-Dunia pada 13 Maret 2020, survei tersebut mengamati kebiasaan buruk tidur orang AS dan solusi modern yang dipilih. Hasilnya cukup mencengangkan sebagian orang.

Sesuai hasil survei, rata-rata responden hanya bisa tidur lima jam tujuh menit per malam alias  jauh lebih sedikit dari delapan jam tidur yang direkomendasikan.

Tidak hanya itu, hampir setengah (48 persen) responden mengaku memiliki jadwal tidur yang tidak konsisten. Rata-rata responden mengalami tiga malam tidur yang terganggu per minggu. Sekitar 52 persen sulit tidur karena terganggu oleh suhu. (SN/MF)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here