Telset.id – Seorang jurnalis teknologi berhasil membangun ekstensi Chrome bernama CartShare menggunakan ChatGPT untuk mengatasi masalah yang belum dipecahkan Amazon: berbagi isi keranjang belanja antar pengguna. Proyek ini menunjukkan bahwa teknik vibe coding memungkinkan siapa saja membuat solusi digital tanpa harus memiliki latar belakang sebagai developer profesional.
Masalah ini berawal dari anak sang jurnalis yang ingin mengirim isi keranjang belanjanya kepada temannya yang tidak memiliki daftar perlengkapan sekolah. Amazon hanya menyediakan fitur berbagi keranjang untuk akun Amazon Business, sementara pengguna konsumen hanya bisa berbagi melalui fitur Lists yang kurang praktis karena mengharuskan pembuatan daftar baru terlebih dahulu.

Membangun CartShare dengan ChatGPT
Dengan memanfaatkan teknik vibe coding, sang jurnalis mendeskripsikan masalahnya kepada ChatGPT menggunakan bahasa alami. Ia membutuhkan sebuah tombol yang bisa membaca produk dan jumlah barang di keranjang Amazon, mengubahnya menjadi tautan privat, dan memungkinkan orang lain membuka tautan tersebut untuk melihat perlengkapan yang sama.
Hasilnya adalah CartShare, sebuah situs web kecil yang dilengkapi ekstensi Chrome. Alur penggunaannya sesuai dengan apa yang diminta sang anak: buka keranjang Amazon, klik ekstensi CartShare, lalu salin tautan yang dihasilkan. Penerima tautan bisa mencentang barang yang sudah dimiliki, membuka produk individual di Amazon, atau memilih perlengkapan yang diinginkan.
Yang menarik, keranjang bersama ini tidak membutuhkan akun atau database. Identifikasi produk, judul, dan jumlah barang dienkode langsung di dalam tautan. Artinya, CartShare tidak memerlukan kata sandi Amazon, alamat pengiriman, atau informasi pembayaran siapa pun.
ChatGPT membangun antarmuka, mengemas ekstensi Chrome, dan menerbitkan situs tersebut. Hasilnya tampak seperti produk nyata dengan nama, bahasa privasi, dan tombol besar yang menjanjikan penyalinan produk terpilih ke keranjang Amazon penerima.
Hasil Pengujian: Sebagian Berhasil
Pengujian menunjukkan hasil yang beragam. Halaman berbagi CartShare berfungsi dengan baik—menampilkan serangkaian produk, mempertahankan jumlahnya, dan membuat tautan yang bisa dikirim ke orang lain. Namun, transfer satu klik dari keranjang ke keranjang tidak berhasil.
Prototipe tersebut mencoba menggunakan URL keranjang Amazon yang berisi identifikasi produk dan jumlah barang. Saat diuji, Amazon mengembalikan error 500 dan menyatakan tidak mendukung sesi atau klien tersebut. Ini berarti bagian paling memuaskan dari ide tersebut—menekan satu tombol dan melihat keranjang orang lain terisi otomatis—belum bisa diselesaikan.
Ekstensi Chrome yang membaca keranjang asli juga masih perlu diuji terhadap keranjang Amazon sungguhan karena Amazon dapat mengubah struktur halamannya kapan saja.
Sang jurnalis kemudian kembali ke situs CartShare dan melakukan perubahan. Tombol transfer dihapus dan diganti dengan pemberitahuan status yang jelas bahwa proyek ini hanya berfungsi sebagian. Penerima bisa membandingkan produk dan membukanya secara individual, tetapi CartShare belum bisa menjanjikan transfer lengkap dari keranjang ke keranjang.

Pelajaran dari Keterbatasan Vibe Coding
Pengalaman ini menjadi pengingat betapa menipunya vibe coding bisa terasa, bahkan ketika tidak ada yang berniat menipu siapa pun. AI dapat menghasilkan antarmuka yang tampak profesional sebelum perilaku di baliknya diuji dengan benar. Tombol, warna, dan teks membuat proyek terasa selesai, tetapi situs web yang meyakinkan bukanlah bukti bahwa fitur di baliknya berfungsi, terutama ketika berhadapan dengan perusahaan besar seperti Amazon.
Ke depannya, CartShare berpotensi berfungsi penuh, meskipun mungkin membutuhkan kedua pihak untuk memasang ekstensi. Alih-alih mengandalkan URL keranjang yang ditolak Amazon, versi masa depan bisa membuka keranjang Amazon penerima dan menambahkan setiap produk terpilih melalui kontrol terlihat yang sama seperti yang digunakan pembeli biasa. Cara ini akan lebih lambat dan lebih rapuh karena ekstensi harus mengikuti perubahan situs Amazon, tetapi tetap menghindari berbagi kata sandi atau informasi pembayaran.
Opsi lainnya adalah berhenti pada tahap pengisian otomatis keranjang penerima. Bahkan halaman berbagi yang bersih dan menampilkan produk serta jumlah yang tepat sudah lebih nyaman daripada meminta seseorang membangun ulang keranjang dari tangkapan layar atau membuat Amazon List setelah belanja selesai.
CartShare belum siap menggantikan tombol berbagi Amazon yang hilang. Proyek ini adalah prototipe publik yang menunjukkan bagaimana fitur tersebut bisa bekerja dan, yang lebih penting, di mana ide sederhana ini bertemu dengan batasan teknis Amazon.
Permintaan sang anak hanya butuh beberapa detik untuk dijelaskan. Vibe coding mengubahnya menjadi situs web dan ekstensi Chrome tanpa harus menjadi developer terlebih dahulu. Perjalanan dari prototipe yang meyakinkan menuju produk yang andal adalah bagian tersulit yang baru dimulai, tetapi secara keseluruhan ini tetap dianggap sebagai kemenangan.





Komentar
Belum ada komentar.