Telset.id ā Sam Altman kembali menghidupkan wacana pembagian kekayaan AI kepada publik Amerika Serikat. Laporan terbaru mengungkapkan bahwa CEO OpenAI itu tengah mendiskusikan pemberian saham 5% perusahaan kepada pemerintah AS.
Berdasarkan valuasi OpenAI saat ini, nilai saham tersebut setara dengan sekitar USD 320 atau lebih dari Rp5,2 juta per rumah tangga di Amerika. Gagasan ini dirancang untuk menjawab kekhawatiran bahwa perusahaan AI diuntungkan oleh karya manusia tanpa memberikan kompensasi yang layak.
āThe idea is meant to address concerns that AI companies are benefiting from human-generated work without compensating creators,ā demikian isi laporan yang dikutip dari MIT Technology Review, Rabu (26/2/2025).
Selain itu, proposal ini juga bertujuan meredakan kekhawatiran bahwa AI akan menyebabkan keruntuhan pasar tenaga kerja. Dengan adanya jaring pengaman finansial, masyarakat diharapkan lebih siap menghadapi dampak disrupsi teknologi.
Namun, detail implementasi dari rencana tersebut masih belum jelas. Para pengamat menilai tawaran ini mungkin lebih kuat sebagai narasi politik dibandingkan sebagai rencana kebijakan yang matang.
Proposal ini menjadi sorotan di tengah meningkatnya kekhawatiran global tentang dominasi perusahaan teknologi besar. Beberapa negara mulai mengambil langkah regulasi untuk melindungi warganya dari risiko AI.
Baca Juga:
Di sisi lain, laporan bocoran dari Departemen Keuangan AS menyebutkan bahwa pasar AI saat ini diibaratkan seperti gelembung dotcom yang siap meletus. Hal ini kontras dengan optimisme publik yang sering ditunjukkan oleh pemerintahan saat ini.
āA leaked Treasury report compares the AI market to the dotcom bubble,ā tulis laporan tersebut, menambahkan bahwa kekhawatiran pasar yang terlalu berlebihan semakin meningkat.
Sementara itu, keuntungan Samsung melonjak hingga 1.800% berkat penjualan chip AI yang booming. Perusahaan asal Korea Selatan itu baru saja melaporkan laba kuartalan rekor untuk kuartal ketiga berturut-turut.
Namun, saham Samsung justru melemah karena kekhawatiran bahwa booming AI akan segera berakhir. Fenomena ini menunjukkan betapa volatilnya industri yang sedang menjadi pusat perhatian global.
Di Amerika Serikat, badan siber federal (CISA) mulai menggunakan model Mythos dari Anthropic untuk mengaudit kode pemerintah. Langkah ini diambil meskipun Anthropic sedang berselisih dengan Gedung Putih.
āA US cyber agency is using Mythos to audit government code,ā demikian bunyi laporan, yang menyebutkan bahwa agen-agen pemerintah menggunakan teknologi tersebut untuk mencari bug dalam sistem mereka.
Sementara itu, Gubernur Illinois baru saja menandatangani undang-undang AI frontier terkuat di Amerika Serikat. Undang-undang ini dirancang untuk melindungi warga negara dari risiko yang ditimbulkan oleh kecerdasan buatan.
Di sisi lain, sebuah tracker tersembunyi di Claude Code milik Anthropic baru saja terungkap dan dihapus. Tracker tersebut secara diam-diam memantau pengguna di China.
āA hidden tracker in Claude Code has been exposed and removed,ā laporan menyebutkan, yang memicu kritik bahwa Anthropic bersedia mengawasi penggunanya.
Rusia juga diduga menerbangkan drone di atas Eropa dari armada bayangan. Penerbangan tersebut dilaporkan diluncurkan dari kapal komersial, menambah ketegangan geopolitik yang sudah memanas.
Seorang āaktorā AI kontroversial bernama Tilly Norwood akan membintangi film fitur pertamanya. Film komedi-drama berjudul āMisalignedā ini mendapat kecaman dari serikat aktor utama.
Biaya AI yang tinggi juga mendorong perusahaan-perusahaan AS beralih ke model China. Bisnis mulai mencari alternatif model yang lebih murah, sementara lab AI China bertaruh besar pada open source.
Para peneliti juga menunjukkan bahwa bukti kuantum bisa mengalahkan bukti klasik. Mereka menemukan masalah yang tidak bisa dipecahkan oleh bukti klasik, membuka jalan baru dalam komputasi.
Terakhir, model baru menunjukkan bahwa Bumi tidak akan pernah ditelan oleh matahari. Meskipun demikian, kemungkinan besar Bumi tidak akan menjadi tempat yang nyaman untuk ditinggali pada saat itu.
![]()
Kutipan hari ini datang dari jurnalis Sarah OāConnor dalam bukunya āWe Are Not Machinesā. Ia memperingatkan bahwa tujuan mungkin adalah membuat mesin seperti manusia, tetapi yang ditakutkan adalah manusia justru berubah menjadi mesin.
āThe goal might be to make machines in our image. But what I fear is thatāperhaps without even quite noticingāwe remake ourselves in theirs,ā tulis OāConnor.
Di sisi lain, Eske Willerslev, spesialis pemulihan DNA dari tulang dan benda kuno, telah membuat banyak terobosan. Ia berhasil memulihkan genom manusia purba pertama yang hampir lengkap dan materi genetik berusia 2,4 juta tahun dari Greenland.
Temuan ini mengungkapkan bahwa gurun Arktik saat ini dulunya adalah hutan dengan poplar, birch, dan mastodon. Para ilmuwan percaya bahwa DNA purba dapat mengungkap petunjuk tentang penyakit modern dan bahkan pasokan makanan yang lebih baik untuk dunia yang memanas.
āAnd can we get that? Yes, I believe we can,ā kata Willerslev optimis.





Komentar
Belum ada komentar.