Telset.id – Perusahaan robotik asal China, Agibot, resmi meluncurkan jajaran robot humanoidnya di pasar bisnis-ke-bisnis (B2B) Inggris. Langkah ini menandai ekspansi signifikan perusahaan rintisan yang didirikan oleh dua mantan insinyur Huawei pada 2023 tersebut ke pasar Eropa.
Acara peluncuran digelar di London pada 30 Juni 2026, menampilkan beberapa unit robot humanoid A3 ukuran penuh dan X2 setengah ukuran. Dalam acara tersebut, Agibot juga menghadirkan mitra bisnis potensial dan yang sudah ada. Semua robot yang diperagakan dikendalikan oleh manusia menggunakan smartphone dan kontroler DualSense, yang dioperasikan di beberapa stasiun demo di area acara.
Salah satu robot X2 diprogram untuk menari mengikuti musik ceria, sementara robot lainnya yang mengenakan kaus Harry Kane menendang bola ke gawang. Ada pula robot yang mengenakan baju besi bergaya Gundam untuk menunjukkan potensi kustomisasi. Sementara itu, robot humanoid A3 ukuran penuh digunakan untuk menyapa tamu dan berfoto.
Dalam presentasinya, salah satu pendiri sekaligus COO Agibot, Daniel Jiang, menekankan visi perusahaannya. “Bisnis robot adalah bisnis AI. Robot harus memahami Anda, tahu apa yang Anda katakan, berbicara dengan Anda, dan bekerja untuk Anda,” ujar Jiang. Istilah ‘robot’ dan ‘embodied AI’ sering digunakan bergantian dalam acara tersebut, dengan Agibot memposisikan produknya sebagai penanda era teknologi baru: revolusi industri keempat.
Rekan pendiri sekaligus Presiden R&D, Yan Xiong, menambahkan, “Dari produk yang pernah saya kerjakan, embodied AI adalah yang paling menarik dan menginspirasi. Melalui tiga kecerdasan dalam satu tubuh, robot bisa menjadi seperti manusia.” Tiga kecerdasan yang dimaksud mengontrol interaksi, lokomotor, dan manipulasi, yang didukung oleh model AI di perangkat yang berkomunikasi dengan server cloud.
Agibot mengalokasikan 75% staf R&D dan 80% anggaran R&D untuk pengembangan tiga kecerdasan tersebut. Robot-robot Agibot sebagian besar terbuat dari paduan magnesium dengan penguatan titanium pada titik-titik tekanan. Robot A3 memiliki berat 55 kg dengan tinggi 173 cm dan daya tahan baterai hingga 10 jam dari baterai 1152W. Robot X2 memiliki berat 39 kg dengan tinggi 131 cm dan daya tahan baterai dua jam. Kedua unit berkomunikasi dengan internet melalui 5G dual-modul dan dual-SIM.
Agibot juga memamerkan robot D1 quadruped yang bisa melakukan backflip, robot industri G2, dan robot pembersih C5. Model D1 MaxPro memiliki kapasitas angkut 50 kg dengan berat 68 kg. Perusahaan ini baru saja memproduksi unit ke-15.000, meningkat dari 10.000 unit hanya tiga bulan sebelumnya. Robot industri G2 telah digunakan di pabrik elektronik Longcheer di China.
Baca Juga:
Meskipun robot-robot ini masih dikendalikan manusia dan tidak sepenuhnya otonom, Agibot menunjukkan komitmennya terhadap pengembangan otonomi. Yan Xiong menyatakan, “Peningkatan ke produksi massal adalah rintangan pertama untuk mematangkan industri embodied AI. Setelah mencapai produksi massal, langkah selanjutnya adalah membawa portofolio kami ke ketersediaan komersial.” Ia menambahkan, “AI tidak boleh terbatas di balik layar, AI harus dibawa ke dunia fisik.”
Kehadiran robot humanoid Agibot di pasar Inggris membuka peluang baru di sektor konstruksi, hiburan langsung, dan dunia korporat. Meskipun masih dalam tahap awal, langkah Agibot menunjukkan bahwa era robot humanoid yang dapat berinteraksi dan bekerja bersama manusia semakin dekat. Perkembangan ini juga relevan dengan tren robot serangga dan robot cacing yang juga dikembangkan untuk aplikasi spesifik.





Komentar
Belum ada komentar.