Ilustrasi layar komputer menampilkan struktur protein hasil prediksi AlphaFold.

Tim AlphaFold Google Dibubarkan, Fokus Dialihkan ke Gemini

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️4 menit membaca
Bagikan:
  • Google resmi membubarkan tim AlphaFold, program AI peraih Nobel Kimia 2024
  • Tim dipindahkan ke proyek Gemini atau bergabung dengan Anthropic dan Isomorphic Labs
  • John Jumper, peraih Nobel, meninggalkan DeepMind untuk bergabung dengan Anthropic
  • Langkah ini menandai pergeseran fokus Google dari riset fundamental ke produk AI komersial
  • Dampak terhadap akses database struktur protein masih belum jelas

Telset.id – Google secara resmi membubarkan tim AlphaFold, program AI peraih Nobel di bidang kimia yang dikembangkan oleh DeepMind. Langkah ini diambil seiring dengan fokus perusahaan yang semakin terpusat pada pengembangan model AI Gemini.

Keputusan tersebut dikonfirmasi oleh Financial Times, yang melaporkan bahwa Google telah memindahkan sebagian besar anggota kunci tim AlphaFold ke proyek-proyek terkait Gemini. Beberapa anggota lainnya, termasuk penulis utama makalah ilmiah AlphaFold, telah meninggalkan perusahaan.

AlphaFold dikenal sebagai program AI yang mampu memprediksi struktur tiga dimensi protein dari urutan asam amino dalam hitungan menit, sebuah tugas yang sebelumnya memakan waktu bertahun-tahun. Teknologi ini telah mempercepat penemuan obat, pengembangan vaksin, dan pemahaman tentang perubahan struktural protein yang terkait dengan penyakit neurodegeneratif seperti Alzheimer dan Parkinson.

DeepMind mulai mengembangkan AlphaFold pada tahun 2018. Pada tahun 2020, program ini diakui sebagai solusi atas “masalah pelipatan protein” yang telah membingungkan para ilmuwan selama 50 tahun. Masalah ini berusaha menjawab bagaimana asam amino secara otomatis terlipat menjadi bentuk 3D yang kompleks, yang kemudian menentukan peran biologis suatu protein.

Sebelum AlphaFold, para ilmuwan berhasil mengidentifikasi struktur sekitar 170.000 protein selama 50 tahun terakhir menggunakan alat seperti sinar-X dan resonansi magnetik nuklir. Tim AlphaFold mengambil informasi dari penelitian sebelumnya dan memasukkannya ke dalam AI mereka untuk melatih AlphaFold. Pada tahun 2021, jurnal Nature menerbitkan makalah tentang metodologi AlphaFold dan prediksi struktur seluruh proteom manusia, atau kumpulan lengkap protein yang diekspresikan oleh spesies kita.

DeepMind kemudian meluncurkan AlphaFold Protein Structure Database, memberikan akses gratis kepada para peneliti ke lebih dari 200 juta prediksi struktur protein. Pada tahun 2024, CEO DeepMind Demis Hassabis dan John Jumper, yang merupakan staf peneliti saat proyek dimulai dan kemudian menjadi VP serta engineering fellow, memenangkan Hadiah Nobel Kimia atas karya mereka di AlphaFold.

Namun, perubahan besar mulai terjadi pada Juni 2026 ketika John Jumper mengumumkan bahwa ia meninggalkan DeepMind untuk bergabung dengan Anthropic. Beberapa rekannya juga ikut pindah ke perusahaan rintisan AI tersebut. DeepMind telah mengonfirmasi kepada Financial Times bahwa mereka juga memindahkan staf secara internal ke proyek-proyek yang berfokus pada Gemini. Mantan anggota staf lainnya dipindahkan ke Isomorphic Labs, perusahaan penemuan obat milik Alphabet yang merupakan spin-off dari DeepMind.

Langkah ini menandai keputusan Google untuk mengalokasikan lebih banyak sumber dayanya ke pengembangan Gemini. “Strategi kami selama sembilan tahun terakhir adalah fokus pada tantangan besar… tujuan konkret yang menjadi fokus setiap proyek,” kata Pushmeet Kohli, VP of research di Google DeepMind. “Strateginya telah berevolusi.”

Pembubaran tim AlphaFold ini menimbulkan pertanyaan tentang masa depan penelitian fundamental di Google DeepMind. Meskipun perusahaan menegaskan bahwa strateginya telah berevolusi, langkah ini menunjukkan prioritas baru yang lebih mengutamakan produk AI komersial dibandingkan proyek sains jangka panjang. Keputusan ini juga berpotensi memicu kekhawatiran tentang komitmen Google terhadap riset ilmiah murni di tengah persaingan ketat di industri AI.

Sementara itu, dampak dari pengalihan fokus ini terhadap akses dan pengembangan database struktur protein masih belum jelas. Para peneliti di seluruh dunia yang telah bergantung pada AlphaFold mungkin perlu mencari alternatif atau menyesuaikan diri dengan perubahan kebijakan akses. Situasi ini juga menjadi sorotan bagi para pengamat industri yang melihat pergeseran strategi besar-besaran di tubuh raksasa teknologi tersebut. Belanja Modal Google yang membengkak juga menjadi perhatian investor, seiring fokus perusahaan yang semakin terpusat pada AI.

Perpindahan sejumlah anggota tim AlphaFold ke Anthropic, perusahaan AI yang didirikan oleh mantan eksekutif OpenAI, menambah dinamika persaingan di industri ini. Anthropic dikenal dengan model AI Claude yang menjadi pesaing langsung Gemini. Kepergian John Jumper, peraih Nobel, ke Anthropic merupakan pukulan telak bagi DeepMind dan menandai pergeseran talenta kunci di dunia AI. Situasi ini semakin menarik mengingat sebelumnya data chat Claude bocor ke Google, yang menunjukkan kompleksitas hubungan antara kedua perusahaan.

Keputusan Google untuk membubarkan tim pemenang Nobel ini juga mencerminkan tekanan yang dihadapi perusahaan untuk segera memonetisasi investasi AI mereka. Di tengah persaingan dengan OpenAI dan Microsoft, Google tampaknya memilih untuk memprioritaskan produk yang dapat menghasilkan pendapatan langsung. Gemini, sebagai model AI generatif, dipandang sebagai kunci untuk mempertahankan dominasi Google di pasar pencarian dan layanan cloud. Namun, langkah ini juga berpotensi mengorbankan proyek-proyek ilmiah berisiko tinggi yang mungkin tidak memberikan keuntungan finansial jangka pendek. Ratusan chat Claude publik yang ditemukan di Google Search juga menambah kekhawatiran tentang keamanan data dan implikasinya terhadap persaingan bisnis.

Dengan dibubarkannya tim AlphaFold, masa depan penelitian struktur protein berbasis AI kini berada di tangan para peneliti independen dan institusi akademis. Meskipun database AlphaFold tetap tersedia untuk umum, pengembangan lebih lanjut dari teknologi ini mungkin akan terhenti. Hal ini menjadi pengingat bahwa di era AI, keputusan korporasi dapat secara langsung memengaruhi arah penelitian ilmiah global.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.