Ilustrasi teknologi AI voice agent Encore AI untuk analisis interaksi pelanggan

Encore AI Kantongi Pendanaan Rp480 M untuk AI Voice Agent

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️4 menit membaca
Bagikan:
  • Encore AI, startup AI voice agent, berhasil mengantongi pendanaan Seri A sebesar USD 30 juta (Rp480 miliar).
  • Putaran pendanaan dipimpin oleh Team8, dengan partisipasi Planven, Lukatz, Garage, serta bank dan perusahaan asuransi.
  • Perusahaan didirikan pada 2022 sebagai Insait IO oleh CEO Dvir Ginzburg, dan kini fokus pada analisis interaksi pelanggan untuk melatih agen AI.
  • Platform Encore AI menggunakan metode "interaction mining" untuk mempelajari percakapan sukses dari karyawan dan menerapkannya pada agen AI.
  • Encore AI memiliki lebih dari 40 pelanggan perusahaan global, mayoritas institusi keuangan, dengan ARR meningkat 5x lipat sejak pendanaan awal.
  • Dana akan digunakan untuk memperluas operasi penjualan di AS dan menerapkan platform dengan lebih banyak institusi keuangan besar.

Telset.id – Encore AI, sebuah startup yang mengkhususkan diri dalam menganalisis interaksi pelanggan untuk melatih agen suara berbasis kecerdasan buatan (AI), berhasil mengamankan pendanaan Seri A sebesar USD 30 juta atau setara dengan sekitar Rp480 miliar. Putaran pendanaan ini dipimpin oleh Team8, dengan partisipasi dari Planven, Lukatz, Garage, serta sejumlah bank dan perusahaan asuransi.

Pendanaan ini menandai langkah signifikan bagi Encore AI yang didirikan pada tahun 2022 dengan nama Insait IO oleh CEO Dvir Ginzburg. Awalnya, perusahaan ini membangun perangkat lunak rekomendasi untuk penasihat keuangan dan relationship manager. Kini, setelah bertransformasi menjadi Encore AI, startup ini telah memperluas sistemnya menjadi sebuah platform yang mampu menganalisis percakapan antara karyawan dan pelanggan untuk mengidentifikasi pendekatan mana yang menghasilkan hasil paling sukses.

Pendekatan unik yang disebut Ginzburg sebagai “interaction mining” ini menjadi fondasi utama teknologi Encore AI. Platform perusahaan mengumpulkan rekaman panggilan, email, pesan teks, dan menghubungkan informasi tersebut dengan sistem CRM. Data tersebut kemudian dipecah menjadi beberapa tahap interaksi untuk menemukan bagian percakapan mana yang membantu proses berjalan lancar dan mana yang gagal.

“Terkadang agen kami bahkan menceritakan lelucon yang sama seperti yang diceritakan oleh para relationship manager, atau memberikan anekdot atau contoh yang sama, karena kami benar-benar berjalan berdasarkan pedoman yang terbukti berhasil,” ujar Ginzburg dalam wawancara eksklusif dengan TechCrunch. “Agen yang kami bangun adalah paket dari banyak pedoman berbeda yang telah berhasil sepanjang proses.”

Hasil dari proses ini, menurut Ginzburg, adalah agen AI yang memanfaatkan bagian terkuat dari pedoman yang digunakan oleh karyawan sebuah organisasi. Hal ini memungkinkan agen Encore, dan pada akhirnya pelanggan mereka, untuk mempelajari apa yang paling efektif untuk klien atau interaksi tertentu, mengingat karyawan yang berbeda mungkin memiliki efektivitas yang berbeda pada titik-titik tertentu dalam proses penjualan atau layanan pelanggan.

Platform Encore AI tidak hanya melatih agen suara, tetapi juga memungkinkan perusahaan untuk mengidentifikasi di mana proses layanan pelanggan dan penjualan yang ada masih kurang, menemukan inefisiensi dan titik hambatan, serta mengidentifikasi masalah utama. Encore mengklaim agennya dapat berkomunikasi langsung dengan pelanggan melalui suara atau teks, serta bertindak sebagai asisten bagi karyawan dengan merekomendasikan respons dan taktik selama percakapan berlangsung.

Saat ini, Encore AI telah memiliki lebih dari 40 pelanggan perusahaan secara global, yang mayoritas adalah institusi keuangan. Ginzburg mengungkapkan bahwa pendapatan berulang tahunan (ARR) perusahaan telah meningkat lebih dari 5 kali lipat sejak putaran pendanaan awal (seed round) kurang dari 18 bulan yang lalu, meskipun ia menolak untuk mengungkapkan angka pendapatan atau valuasi yang pasti.

Meskipun berada di pasar yang relatif baru, Encore AI harus bersaing dengan penyedia CRM besar seperti Salesforce, SAP, Zoho, dan HubSpot yang juga dapat membangun kemampuan AI serupa di sekitar data pelanggan mereka. Namun, Ginzburg berpendapat bahwa akses terhadap data saja tidaklah cukup. Para vendor mapan tersebut perlu merombak proses mereka untuk menjadikan riwayat percakapan pelanggan sebagai fondasi agen AI mereka, seperti yang dilakukan Encore.

“Pemain terbesar yang kami hadapi, mereka tidak melihat riwayat percakapan sebagai titik data yang mereka gunakan. Bagi mereka untuk mulai meminta data percakapan dengan karyawan mereka saat ini akan membutuhkan perubahan seluruh tumpukan implementasi dan tumpukan teknologi mereka,” tegas Ginzburg. Keyakinan ini menjadi modal utama Encore AI untuk mempertahankan posisinya di tengah persaingan.

Startup ini berencana menggunakan dana dari putaran Seri A untuk memperluas operasi penjualan di Amerika Serikat dan menerapkan platformnya dengan lebih banyak institusi keuangan besar. Langkah ini menunjukkan ambisi Encore AI untuk memperkuat posisinya sebagai pemain kunci dalam pengembangan agen AI untuk sektor bisnis, khususnya di industri keuangan. Fenomena pengembangan AI yang pesat ini juga menjadi perhatian para peneliti global, seperti yang dibahas dalam artikel tentang pencegahan momen Chernobyl AI.

Pendekatan Encore AI yang berfokus pada analisis data percakapan historis untuk melatih agen AI memberikan keunggulan kompetitif yang sulit ditiru oleh pesaing. Dengan dana segar yang diperoleh, Encore AI berada di jalur yang tepat untuk terus berinovasi dan memperluas jangkauan pasarnya, terutama di sektor keuangan yang menjadi basis utama pelanggannya. Pendanaan ini juga menunjukkan kepercayaan investor terhadap potensi teknologi AI yang mampu meningkatkan efisiensi operasional bisnis secara signifikan.

Ke depannya, Encore AI akan terus mengembangkan platformnya agar dapat memberikan solusi yang lebih komprehensif bagi perusahaan dalam mengelola interaksi pelanggan. Dengan kemampuan untuk belajar dari data historis dan beradaptasi dengan berbagai skenario, agen AI Encore diharapkan dapat menjadi aset berharga bagi tim penjualan dan layanan pelanggan di berbagai industri.

Kesuksesan Encore AI dalam menggalang dana di tengah persaingan ketat dengan raksasa CRM menunjukkan bahwa inovasi berbasis data dan pendekatan yang unik masih menjadi kunci utama untuk memenangkan pasar. Para investor, termasuk institusi keuangan yang sebelumnya merupakan pelanggan, melihat potensi besar dalam teknologi yang ditawarkan oleh Encore AI untuk mentransformasi cara perusahaan berinteraksi dengan pelanggan mereka.

Dengan rencana ekspansi yang agresif di Amerika Serikat dan fokus pada institusi keuangan besar, Encore AI siap untuk menjadi pemain dominan di pasar agen AI untuk layanan pelanggan dan penjualan. Pendanaan Seri A ini menjadi modal penting bagi startup untuk mewujudkan ambisinya dan membawa teknologi interaksi cerdas ke level berikutnya.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.