Ilustrasi antarmuka Siri 2.0 yang akan menggunakan chip Nvidia Blackwell B200

Siri 2.0 Gunakan Chip Nvidia Blackwell B200 di WWDC 2026

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
ā±ļø4 menit membaca
Bagikan:
  • Apple akan gunakan chip Nvidia Blackwell B200 untuk Siri 2.0 di WWDC 2026
  • Siri 2.0 akan menggunakan model Gemini 1,2 triliun parameter dari Google
  • Apple bayar Google $1 miliar per tahun untuk model Gemini khusus
  • Blackwell B200 punya 208 miliar transistor, lebih besar dari A19 Pro (25-30 miliar)
  • Fitur confidential-compute Nvidia enkripsi data saat diproses
  • Hanya iPhone 15 Pro ke atas yang kompatibel dengan Siri 2.0
  • Siri 2.0 bisa akses aplikasi native untuk tugas multi-langkah kompleks

Telset.id – Apple dikabarkan akan menggunakan chip Nvidia Blackwell B200 untuk menjalankan chatbot Siri bertenaga Gemini di Google Cloud. Langkah ini menjadi sorotan karena Apple biasanya enggan bergantung pada pihak ketiga untuk komponen inti, namun keputusan ini diambil demi memenuhi tuntutan privasi dan performa.

WWDC 2026 akan digelar pada Senin depan, dan Siri 2.0 diprediksi menjadi salah satu topik utama dalam keynote. Setelah sesi keynote berakhir, Apple diperkirakan akan merilis iOS 27 beta 1 untuk para pengembang. Versi beta tersebut diharapkan sudah menyertakan perubahan besar pada Siri yang telah dibahas sejak WWDC 2024.

Menurut laporan dari The Information, beberapa pertanyaan yang diajukan ke chatbot Siri akan diproses oleh model Gemini khusus dengan 1,2 triliun parameter. Apple dilaporkan membayar Google sebesar $1 miliar per tahun untuk menggunakan model ini. Model Gemini yang jauh lebih besar ini akan menggantikan model AI generatif 3 miliar parameter yang saat ini digunakan Siri untuk merangkum teks, menulis ulang dasar, dan pemahaman bahasa yang lebih baik. Untuk pertanyaan yang lebih kompleks, pengguna masih bisa mengirimkannya ke ChatGPT.

## Chip Nvidia Blackwell B200: Otak Baru untuk Siri

Yang menarik, ketika Siri menggunakan model Gemini baru, Apple akan mengandalkan teknologi privasi dari Nvidia. Hal ini membuat beberapa orang yang mengetahui masalah ini menyimpulkan bahwa Apple akan menggunakan chip AI Nvidia saat menjawab pertanyaan yang diajukan ke chatbot Siri di Google Cloud. Chip tersebut adalah Nvidia Blackwell B200.

Blackwell B200 terdiri dari dua GPU die yang dibangun di atas TSMC 4NP, generasi kedua dari teknologi proses 4nm milik foundry tersebut. Kecepatan chip ini didukung oleh interkoneksi 10 Terabytes per detik (TB/s) yang menyatukan kedua GPU die tersebut. Bagi perangkat lunak yang berjalan di atas chip B200, kedua die tersebut terasa seperti satu GPU dengan total 208 miliar transistor.

Sebagai perbandingan, prosesor A19 Pro yang dirancang Apple untuk iPhone 17 Pro dan iPhone 17 Pro Max hanya memiliki 25 miliar hingga 30 miliar transistor. Angka ini menunjukkan betapa besarnya daya komputasi yang akan digunakan untuk menunjang kecerdasan Siri 2.0.

Keputusan Apple untuk menggunakan chip Nvidia ini terbilang tidak biasa mengingat perusahaan yang berbasis di Cupertino itu biasanya sangat suka memiliki kendali penuh atas setiap aspek produknya. Namun, penggunaan Nvidia Blackwell B200 dengan fitur confidential-compute memungkinkan data dienkripsi saat diproses di chip, sehingga memenuhi standar privasi Apple.

## Model iPhone yang Mendukung Siri 2.0

Tidak semua iPhone akan mendapatkan pembaruan yang membuat Siri lebih pintar. Berdasarkan laporan, hanya model-model tertentu yang kompatibel, yaitu:

  • iPhone 15 Pro
  • iPhone 15 Pro Max
  • iPhone 16
  • iPhone 16 Plus
  • iPhone 16 Pro
  • iPhone 16 Pro Max
  • iPhone 16e
  • iPhone 17
  • iPhone Air
  • iPhone 17 Pro
  • iPhone 17 Pro Max
  • iPhone 17e
  • iPhone Ultra
  • iPhone 18 Pro
  • iPhone 18 Pro Max
  • iPhone 18 (diharapkan rilis musim semi 2027)
  • iPhone 18e (diharapkan rilis musim semi 2027)
  • iPhone Air 2 (diharapkan rilis musim semi 2027)

## Kemampuan Baru Siri 2.0

Dengan peningkatan ini, Siri tidak hanya akan menjadi lebih pintar dalam menjawab pertanyaan, tetapi juga memiliki kemampuan Personal Siri yang dapat menelusuri aplikasi native iOS. Misalnya, Siri bisa mencari informasi di aplikasi Messages, Mail, Photos, Notes, Calendar, Apple Wallet, dan lainnya untuk menemukan detail tentang penerbangan yang akan dijemput oleh pengguna.

Setelah mendapatkan informasi tersebut, Siri dapat terhubung ke aplikasi pelacak penerbangan pihak ketiga untuk mendapatkan data waktu kedatangan yang terkini. Selanjutnya, Siri akan membuka Apple Maps dan menghitung rute perjalanan ke bandara, serta menentukan waktu yang tepat untuk berangkat agar bisa menjemput tepat waktu.

Fitur ini menunjukkan bagaimana Siri 2.0 akan mampu melakukan tugas multi-langkah yang kompleks dengan memanfaatkan data dari berbagai sumber secara terintegrasi. Ini adalah lompatan besar dari kemampuan Siri saat ini yang masih terbatas pada perintah sederhana.

Sementara itu, isu keamanan AI chatbot juga menjadi perhatian. Beberapa platform AI chatbot lain pernah menghadapi masalah keamanan, seperti yang terjadi pada AI chatbot Meta yang disebut-sebut bisa membuat akun Instagram mudah diretas. Apple tampaknya ingin menghindari risiko serupa dengan menerapkan teknologi privasi dari Nvidia.

Selain itu, gugatan terhadap platform AI chatbot juga semakin marak. Negara bagian Pennsylvania baru-baru ini menggugat Character.AI karena chatbot-nya diduga berpura-pura menjadi psikiater. Apple perlu memastikan bahwa Siri 2.0 tidak menghadapi masalah serupa dengan menerapkan batasan yang jelas.

Dengan segala persiapan ini, WWDC 2026 akan menjadi momen krusial bagi Apple untuk menunjukkan evolusi Siri. Pertanyaan besarnya adalah apakah Siri 2.0 mampu memenuhi ekspektasi pengguna yang sudah lama menantikan asisten virtual yang benar-benar cerdas dan dapat diandalkan.

Komentar

Belum ada komentar.