📑 Daftar Isi

Ilustrasi logo Spotify dengan ikon AI yang dicoret menandakan penghapusan lagu AI dari rekomendasi

Spotify Hapus 50 Juta Lagu AI dari Rekomendasi Pengguna

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️2 menit membaca
Bagikan:
  • Spotify hapus lebih dari 50 juta lagu AI slop dari rekomendasi dalam setahun
  • Sistem rekomendasi diubah untuk tonjolkan musik seniman manusia
  • Spotify luncurkan badge AI Persona dan tak merekomendasikan musik AI Persona
  • Deteksi pakai keterlibatan pendengar, pola unggahan, metadata, dan alat AI pihak ketiga
  • Sebelumnya Spotify turunkan 75 juta lagu spam pada tahun lalu
  • YouTube Music, Deezer, dan Bandcamp ambil sikap berbeda terhadap musik AI

Telset.id – Spotify mengumumkan telah menghapus lebih dari 50 juta lagu yang dianggap sebagai AI-generated slop atau spam dari rekomendasi pengguna selama setahun terakhir. Perubahan ini menjadi langkah besar platform streaming musik tersebut dalam membatasi penyebaran konten musik yang dihasilkan kecerdasan buatan (AI) di sistem rekomendasinya.

Pengumuman pada Selasa itu menyebutkan Spotify juga melakukan perubahan pada sistem rekomendasinya untuk lebih menonjolkan musik yang dibuat oleh seniman manusia. Langkah ini menjawab keluhan pendengar soal konten AI yang muncul di daftar rekomendasi mereka.

“Editor kami memegang standar yang sama dan tidak memprogram konten yang diidentifikasi sebagai slop atau spam,” kata Spotify dalam pengumumannya. “Sejak kami membuat perubahan ini, kami melihat penurunan yang signifikan pada keluhan pendengar soal konten tersebut muncul di rekomendasi.”

Badge AI Persona dan Sikap Tegas Platform Lain

Meski belum mewajibkan label pada semua trek AI, Spotify meluncurkan badge “AI Persona” untuk seniman yang menggunakan identitas AI dan tidak mewakili orang sungguhan. Platform ini juga memastikan tidak akan merekomendasikan musik dari AI Persona tersebut.

Langkah Spotify ini berbeda dari sejumlah platform musik lain yang mengambil sikap lebih tegas terhadap musik AI. YouTube Music memasang label pada lagu AI, Deezer memberi pengguna opsi untuk memfilter AI slop, dan Bandcamp melarang musik AI sepenuhnya.

Untuk menentukan apakah sebuah trek berpotensi dihasilkan AI atau spam, Spotify menggunakan kombinasi keterlibatan dan umpan balik pendengar, pola unggahan, metadata, serta alat deteksi AI pihak ketiga. Pada tahun sebelumnya, perusahaan juga menyebut telah menurunkan lebih dari 75 juta lagu yang diidentifikasi sebagai spam.

Di sisi lain, Spotify tetap membuka ruang kolaborasi dengan industri musik. Perusahaan menggandeng Universal Music Group dan penerbit musik independen Believe untuk meluncurkan alat pembuatan remix musik AI. Langkah ini menunjukkan Spotify tidak sepenuhnya menutup pintu terhadap AI, melainkan memisahkan konten AI yang dianggap sampah dari karya yang dikurasi secara sengaja.

Bagi pendengar, perubahan sistem rekomendasi ini berdampak langsung pada pengalaman mendengarkan sehari-hari. Pengguna yang sebelumnya menemukan trek AI tak dikenal di daftar putar kini mendapat rekomendasi yang lebih terarah pada musik karya seniman manusia. Sementara itu, bagi para seniman, kebijakan ini menegaskan bahwa visibilitas di Spotify tetap bergantung pada standar kurasi editorial dan sinyal keterlibatan pendengar, bukan pada volume unggahan semata.

Keputusan Spotify menghapus puluhan juta lagu AI dari rekomendasi sekaligus memperjelas posisi platform di tengah derasnya konten generatif. Langkah ini juga menandai bahwa deteksi AI, umpan balik pendengar, dan kurasi manusia kini menjadi bagian tak terpisahkan dari cara Spotify menentukan musik apa yang layak muncul di hadapan penggunanya.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.