Telset.id – Pemerintah Amerika Serikat memerintahkan instansi federal sipil untuk menghentikan pembelian produk dan layanan yang dikembangkan startup AI asal China, DeepSeek, sekaligus menghapusnya dari sistem IT pemerintah. Langkah ini diambil Departemen Keamanan Dalam Negeri (DHS) dengan alasan keamanan nasional yang berkaitan dengan operasional DeepSeek di China.
Perintah tersebut tidak hanya menyasar produk DeepSeek sendiri, tetapi juga mencakup produk dan layanan pihak ketiga yang dibangun menggunakan teknologi DeepSeek. Meski begitu, instansi masih dapat mengajukan permohonan pengecualian. Kebijakan ini memperluas pembatasan yang sebelumnya hanya berlaku di lingkungan sistem keamanan nasional.
DHS menekankan kekhawatiran soal penanganan data pengguna oleh DeepSeek. Dalam perintahnya, DHS memperingatkan bahwa informasi sensitif dari pengguna pemerintah AS berpotensi dapat diakses otoritas China berdasarkan hukum yang berlaku di negara tersebut. Isu inilah yang menjadi inti dari keputusan larangan tersebut.
Apa yang Sebenarnya Diambil DeepSeek?
Bagi pengguna biasa, keputusan pemerintah AS ini memunculkan pertanyaan lanjutan: seberapa besar data yang dikumpulkan DeepSeek, dan ke mana informasi itu mengalir. Menurut kebijakan privasi DeepSeek yang diperbarui pada Februari 2026, perusahaan dapat mengumpulkan informasi yang diberikan pengguna saat berinteraksi dengan layanannya.
Cakupan data itu meliputi prompt, riwayat obrolan, berkas yang diunggah, foto, hingga input suara. DeepSeek juga dapat mengumpulkan informasi akun serta detail teknis yang terkait dengan perangkat dan aktivitas jaringan. Kebijakan tersebut secara eksplisit menyatakan bahwa perusahaan mengumpulkan, memproses, dan menyimpan data pribadi di Republik Rakyat China.
Artinya, apa pun yang dibagikan pengguna ke chatbot tersebut berpotensi diproses di bawah sistem hukum dan regulasi yang berbeda dari yang biasa berlaku di Amerika Serikat. Perlu dicatat, praktik mengumpulkan percakapan bukan hal eksklusif DeepSeek. Perusahaan AI lain juga mencatat interaksi pengguna, tergantung produk dan pengaturan privasi masing-masing.
Yang membedakan adalah lokasi penyimpanan informasi, perlindungan yang berlaku, serta tingkat kenyamanan pengguna terhadap perusahaan yang menanganinya. DHS juga memperingatkan bahwa teknologi tersebut berpotensi digunakan untuk mengumpulkan intelijen tentang individu atau instansi pemerintah Amerika, serta menyinggung kemungkinan adanya malware atau kerentanan keamanan lain di dalam model itu sendiri.
Baca Juga:
Meski demikian, pengumuman publik tersebut tidak membuktikan bahwa setiap pengguna DeepSeek telah menjadi korban. Pemerintah mengambil pendekatan pencegahan terhadap sistem yang mungkin menangani informasi federal yang sensitif. Perintah yang mendasarinya sendiri sebenarnya sudah ada sejak Juli, namun baru dipublikasikan pekan ini.
Bukan Larangan Menyeluruh bagi Konsumen
Penting digarisbawahi, ini bukan larangan berskala nasional. Warga Amerika masih dapat mengakses chatbot DeepSeek, dan pemerintah tidak memerintahkan konsumen untuk menghapus aplikasi tersebut. Keputusan DHS menyasar sistem instansi federal sipil, bukan perangkat pribadi masyarakat umum.
Meski begitu, kekhawatiran soal keamanan data tetap relevan. Bagi pengguna yang memakai DeepSeek untuk pertanyaan ringan seperti menjelaskan resep, merangkum informasi publik, atau mencari ide liburan, informasi yang dibagikan tidak tergolong sensitif. Situasinya berbeda jika pengguna mengunggah dokumen keuangan, membahas informasi medis, berbagi berkas pekerjaan, atau memasukkan kata sandi dan detail rahasia lainnya.
Untuk kebutuhan semacam itu, menahan informasi dari chatbot konsumen DeepSeek menjadi langkah yang lebih bijak. Kehati-hatian serupa juga berlaku untuk layanan AI lain selama pengguna belum memahami betul bagaimana data mereka ditangani. DeepSeek sendiri menerbitkan model yang dapat dijalankan pengembang menggunakan infrastruktur mereka sendiri. Aplikasi yang menjalankan model tersebut secara lokal belum tentu mengirim percakapan ke server DeepSeek, karena perlindungan privasinya bergantung pada aplikasi dan lokasi hosting model.
Dengan kata lain, melihat nama DeepSeek pada sebuah model AI tidak otomatis menunjukkan ke mana data pengguna mengalir. Pengguna yang ingin melindungi privasi dapat meninjau pengaturan dan kontrol data di aplikasi DeepSeek. Perusahaan menyatakan pengguna dapat mengelola atau menghapus riwayat obrolan serta memilih untuk tidak menggunakan informasi mereka sebagai bahan pelatihan atau penyempurnaan model.
Beberapa langkah pencegahan lain juga bisa diterapkan. Hindari memasukkan informasi sensitif ke dalam prompt, seperti kata sandi, nomor jaminan sosial, catatan keuangan, atau dokumen kerja privat. Tinjau riwayat obrolan dan hapus percakapan yang tidak lagi dibutuhkan, dengan catatan penghapusan belum tentu langsung menghilangkan seluruh salinan yang disimpan sesuai kebijakan perusahaan. Matikan opsi pelatihan model bila tersedia, dan periksa izin aplikasi terhadap mikrofon, kamera, atau foto untuk menonaktifkan akses yang tidak diperlukan.
Pengguna juga perlu berhati-hati terhadap aplikasi AI pihak ketiga. Periksa siapa yang mengoperasikan layanan dan di mana informasi diproses, alih-alih mengasumsikan setiap produk berbasis DeepSeek memiliki praktik privasi yang sama. Langkah ini menjadi penting karena adopsi model AI makin luas di berbagai lapisan industri, termasuk di sektor otomotif seperti yang terlihat pada keputusan Tesla yang ikut terdampak dinamika kebijakan lintas negara.
Ketegangan AS-China di bidang AI sendiri terus meningkat. Model AI China tersebut menantang pesaing Amerika, termasuk OpenAI dan Meta, lewat model open-weight berbiaya rendah. China pun merespons langkah Washington. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Mao Ning, pada Selasa menyatakan Beijing menolak apa yang disebutnya sebagai “overstretching the concept of national security and politicizing technology and trade issues”.
“Kami akan dengan tegas melindungi hak dan kepentingan sah perusahaan China,” ujar juru bicara tersebut. Sebelumnya, Amerika Serikat telah mengambil langkah membatasi penggunaan DeepSeek di lingkungan pemerintah. Sebuah undang-undang yang disahkan pada Desember 2025 menyasar penggunaannya di sistem keamanan nasional bidang intelijen, dan perintah terbaru ini memperluas pembatasan ke instansi federal sipil, mencakup pembelian baru maupun sistem IT yang sudah ada.
Sementara itu, China dilaporkan tengah mempertimbangkan pembatasan ekspor terhadap 23 teknologi terkait AI, termasuk desain chip dan model AI canggih tertentu, untuk mengatasi risiko keamanan dan penyalahgunaan. Laboratorium AI China itu juga menghadapi pengawasan dari pemerintah dan regulator di berbagai belahan dunia sejak model penalaran R1 mengguncang industri AI pada Januari 2025 dan memicu aksi jual tajam saham Nvidia.
AS menuduh DeepSeek dan lima perusahaan AI China lainnya, termasuk Alibaba dan Moonshot AI, menggunakan model distillation berskala besar untuk mengekstraksi informasi dari sistem AI Amerika, menurut laporan pada September. OpenAI dan Anthropic pun secara terpisah menyuarakan kekhawatiran atas dugaan penggunaan model distillation oleh DeepSeek, teknik yang memanfaatkan output satu model AI untuk melatih model lain. Sebelumnya, OpenAI memberi tahu anggota parlemen AS bahwa pihaknya mengamati dugaan upaya DeepSeek mendistilasi modelnya, sementara Anthropic menyatakan telah mengidentifikasi upaya tidak sah dari DeepSeek dan laboratorium AI China lain untuk mengumpulkan output dari Claude.
DeepSeek belum segera menanggapi permintaan komentar terkait keputusan ini. Bagi konsumen, keputusan pemerintah federal tidak berarti DeepSeek sepenuhnya berbahaya atau telah digunakan untuk mencuri informasi warga biasa. Yang terjadi adalah perhatian baru terhadap isu privasi yang sebenarnya sudah ada sejak DeepSeek populer: perusahaan secara terbuka mengakui memproses dan menyimpan informasi pengguna di China. Untuk pertanyaan ringan, DeepSeek tetap menjadi opsi bagi konsumen yang nyaman dengan ketentuan tersebut. Untuk dokumen sensitif atau informasi pribadi, pendekatan yang lebih aman adalah memakai layanan yang perlindungan privasinya sudah ditinjau dan dipercaya, atau menahan informasi itu dari chatbot AI sama sekali.





Komentar
Belum ada komentar.