📑 Daftar Isi

Ilustrasi antarmuka checkout Shopify dengan dukungan WebMCP untuk AI agent

Shopify Izinkan AI Agent Selesaikan Checkout di Semua Toko Online

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️4 menit membaca
Bagikan:
  • Shopify aktifkan WebMCP untuk checkout, termasuk Shop Pay, bagi merchant memenuhi syarat
  • AI agent berbasis browser kini bisa membaca, memperbarui, dan menyelesaikan transaksi
  • Tiga alat baru: get_checkout, update_checkout, complete_checkout
  • Agent bekerja lewat UCP tanpa screenshot atau scraping halaman web
  • Berlawanan dengan Amazon dan Adidas yang blokir AI agent
  • Kemitraan dengan Instinct diumumkan pada hari yang sama

Telset.id – Shopify resmi mengaktifkan dukungan WebMCP untuk proses checkout, termasuk Shop Pay, sehingga AI agent berbasis browser kini dapat menyelesaikan pembelian di situs merchant Shopify tanpa perlu menavigasi halaman HTML yang dirancang untuk manusia. Langkah ini menempatkan Shopify pada posisi berlawanan dengan sejumlah retailer seperti Amazon dan Adidas yang justru memblokir AI agent dari aktivitas pembelian atas nama pengguna.

Pengumuman tersebut disampaikan Shopify pada Senin, dan memperluas kemampuan AI agent yang sebelumnya hanya bisa mencari produk serta menambahkan barang ke keranjang. Dengan tambahan dukungan WebMCP pada checkout, agent kini dapat membaca layar checkout, memperbaruinya, dan mengirimkan transaksi setelah mendapat otorisasi dari pembeli, tanpa bergantung pada screenshot atau scraping halaman web.

Menurut Shopify, fitur ini menghadirkan tiga alat baru, yakni get_checkout, update_checkout, dan complete_checkout. Ketiga alat tersebut memungkinkan agent memeriksa halaman checkout, mengubah hal-hal seperti alamat pelanggan atau opsi pengiriman, lalu melakukan pemesanan setelah pembeli memberikan otorisasi. Fitur ini sedang digulirkan ke seluruh merchant Shopify yang memenuhi syarat.

Bagaimana WebMCP Mengubah Cara AI Agent Berbelanja

Gil Greenberg, staff product manager yang menangani agentic commerce di Shopify, menyampaikan kabar ini melalui sebuah unggahan di X. Ia menegaskan bahwa berbelanja dengan agent tidak seharusnya terasa membosankan. “Hari ini, kami meluncurkan dukungan WebMCP untuk checkout, termasuk Shop Pay, untuk semua merchant Shopify yang memenuhi syarat,” tulisnya dalam unggahan tersebut, seraya menyertakan tautan penjelasan mengenai cara kerja fitur ini, posisi UCP, dan apa yang ditunjukkan oleh data.

Tampilan antarmuka checkout Shopify dengan dukungan WebMCP untuk AI agent

Shopify sebelumnya telah mendukung WebMCP untuk storefront dan keranjang belanja, yang memungkinkan AI agent berbasis browser menelusuri inventaris retailer Shopify, mencari produk, dan menambahkannya ke keranjang. Dukungan WebMCP untuk checkout menjadi kelanjutan logis dari kemampuan tersebut. Perlu dicatat bahwa Shopify juga telah menawarkan hosted Model Context Protocol (MCP) server yang memungkinkan agent bekerja secara server-to-server.

Standar WebMCP yang diusulkan ini dirancang khusus untuk agent yang beroperasi di dalam browser pembeli. Baik MCP server maupun WebMCP sama-sama memanfaatkan Universal Commerce Protocol (UCP) milik Shopify, yang menyediakan cara umum untuk mencari dan menemukan produk, membangun keranjang, serta melakukan checkout. Dengan kata lain, UCP menjadi fondasi yang memastikan setiap transaksi berjalan dalam kerangka yang konsisten.

Greenberg menambahkan bahwa agent yang beroperasi di browser pembeli sebaiknya menggunakan alat WebMCP yang disediakan pada storefront dan checkout untuk menyelesaikan penempatan pesanan secara efisien. “Daripada menavigasi HTML yang dibuat untuk manusia, alat WebMCP ini menyediakan API terstruktur dan efisien yang dirancang khusus melalui UCP untuk memastikan fakta perdagangan yang akurat, pengungkapan yang diperlukan, dan persyaratan handoff,” ujarnya.

Dampak bagi Merchant dan Ekosistem Agentic Commerce

Langkah Shopify ini menandai arah yang berbeda dari sebagian platform ritel besar. Amazon dan Adidas dilaporkan memblokir AI agent dari melakukan pembelian atas nama pengguna di platform masing-masing. Shopify justru membuka pintu bagi agent untuk menyelesaikan transaksi, dengan catatan pembeli tetap memberikan otorisasi sebelum pesanan diproses.

Sejumlah AI agent terkemuka seperti Muse dan Instinct sudah memiliki kemitraan langsung dengan Shopify untuk agentic commerce. Kemitraan dengan Instinct diumumkan pada hari yang sama dengan pengumuman dukungan WebMCP untuk checkout. Langkah ini memperkuat posisi Shopify dalam ekosistem perdagangan yang digerakkan AI, sejalan dengan catatan sebelumnya soal trafik dari AI search yang melonjak tiga kali lipat.

Dari sisi teknis, kehadiran tiga alat baru dalam WebMCP memberi agent kemampuan yang lebih terstruktur dibandingkan pendekatan scraping. Agent tidak lagi perlu menafsirkan tampilan visual halaman checkout, melainkan berinteraksi lewat API yang memang dirancang untuk kebutuhan mesin. Pendekatan ini diklaim memastikan akurasi fakta perdagangan, pengungkapan yang diwajibkan, serta persyaratan handoff antara agent dan sistem merchant.

Bagi merchant Shopify yang memenuhi syarat, fitur ini tersedia tanpa perlu membangun integrasi terpisah. Merchant cukup mengandalkan dukungan WebMCP yang disediakan platform, sementara pembeli tetap memegang kendali lewat otorisasi sebelum transaksi dikirim. Model ini menjaga keseimbangan antara otomatisasi dan kontrol pengguna.

Perkembangan ini juga menjadi sinyal bahwa persaingan di ranah agentic commerce semakin terbuka. Ketika sebagian platform memilih membatasi akses AI agent, Shopify mengambil posisi sebaliknya dengan memperluas peran agent hingga ke tahap akhir transaksi. Keputusan tersebut berpotensi memengaruhi cara merchant menilai kesiapan platform mereka menghadapi belanja yang dijalankan mesin.

Shopify sendiri telah menunjukkan perhatian pada kualitas penggunaan AI di tempat kerja, sebagaimana tercermin dari kritik CEO-nya terhadap AI slop di tempat kerja. Di sisi lain, ekspansi Shopify di pasar lokal pernah melibatkan Telkomsel untuk UKM, menandakan bahwa adopsi platform ini menyentuh berbagai lapisan pelaku usaha.

Dengan dukungan WebMCP untuk checkout, Shopify memposisikan checkout sebagai bagian dari alur yang dapat dijalankan agent secara end-to-end, mulai dari pencarian produk hingga penyelesaian pesanan. Pembeli yang mengotorisasi transaksi tetap menjadi pihak yang menentukan, sementara agent berperan sebagai eksekutor yang bekerja dalam kerangka UCP.

Ke depan, keberhasilan pendekatan ini akan bergantung pada seberapa luas merchant mengadopsi dukungan tersebut dan seberapa cepat ekosistem agent berkembang. Yang jelas, Shopify telah memilih jalur yang membuka ruang bagi AI agent untuk menyelesaikan pembelian, bukan menutupnya.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.