Tampilan antarmuka Lumo 2.0 dengan fitur image generation dan thinking mode dari Proton

Proton Lumo 2.0 Hadir dengan Image Generation dan Thinking Mode

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️4 menit membaca
Bagikan:
  • Proton meluncurkan Lumo 2.0 dengan fitur image generation dan thinking mode
  • Skor benchmark Lumo 2.0 Max 240% lebih tinggi dari versi sebelumnya
  • Percakapan dilindungi zero-access encryption, tidak bisa diakses pihak ketiga
  • Tersedia gratis, Lumo Plus $10/bulan untuk fitur tanpa batas
  • Pesaing ChatGPT dan Gemini dengan fokus privasi maksimal

Telset.id – Proton resmi meluncurkan pembaruan terbesar untuk chatbot Lumo, hampir setahun setelah peluncuran perdananya. Lumo versi 2.0 kini dilengkapi dengan fitur image recognition dan generation, menjadikannya pesaing serius bagi ChatGPT dan Gemini. Pembaruan ini menandai lompatan signifikan dalam kemampuan AI berbasis privasi.

Proton mengumumkan bahwa Lumo 2.0 memiliki kemampuan untuk menghasilkan gambar, serta menganalisis dan mengeditnya. Yang paling penting, percakapan yang melibatkan gambar tetap dilindungi oleh zero-access encryption seperti semua obrolan di Lumo. Artinya, data hanya dapat diakses di perangkat pengguna dan tidak bisa diakses oleh pihak ketiga, bahkan Proton sendiri.

Selain image generation, Lumo 2.0 juga menghadirkan thinking mode untuk penalaran. Proton menyatakan bahwa Lumo 2.0 Lite mencetak skor 127 persen lebih tinggi dibandingkan Lumo 1.4 pada benchmark Artificial Analysis Intelligence Index, sementara Lumo 2.0 Max mencetak 240 persen lebih tinggi. Benchmark ini mengukur kemampuan model di berbagai tugas.

Lumo yang diperbarui juga memiliki konteks yang lebih dalam, memberikannya kemampuan untuk menggali informasi latar belakang yang relevan dan memberikan respons yang lebih akurat. Selain itu, Lumo 2.0 kini dapat menampilkan informasi terbaru dan sumber kutipan dalam responsnya.

Lumo 2.0 sudah tersedia untuk digunakan. Kemampuan AI inti tetap gratis, tetapi pengguna harus membayar $10 per bulan untuk Lumo Plus guna mendapatkan obrolan tanpa batas, image generation tingkat lanjut, dan akses ke model Proton yang lebih canggih.

“Lumo 2.0 telah dirancang ulang dari awal dan pengenalan thinking mode memberinya kemampuan baru yang kuat,” kata pendiri dan CEO Proton, Andy Yen. “Pengujian pengguna menunjukkan bahwa kesenjangan telah menutup hingga pada banyak kasus penggunaan, pengguna tidak lagi dapat merasakan perbedaan kualitatif antara Lumo 2.0 Max dan model terbaru dari OpenAI dan Anthropic. Lumo 2.0 menunjukkan bahwa pengguna tidak lagi harus memilih antara kemampuan AI yang kuat dan perlindungan privasi yang bermakna.”

Dengan hadirnya fitur image generation, Lumo 2.0 kini menjadi alternatif yang menarik bagi pengguna yang mengutamakan privasi. Di tengah kekhawatiran tentang penggunaan data oleh perusahaan teknologi besar, Proton menawarkan solusi yang aman tanpa mengorbankan kecanggihan AI. Hal ini sejalan dengan tren industri di mana Big Tech kena denda akibat pelanggaran data AI.

Keunggulan Lumo 2.0 terletak pada enkripsi zero-access yang memastikan data pengguna tidak dapat diakses oleh siapa pun, termasuk Proton. Ini menjadi nilai jual utama di era di mana privasi data semakin menjadi perhatian utama. Pengguna kini bisa memanfaatkan AI canggih tanpa khawatir data mereka dieksploitasi.

Dalam hal performa, peningkatan skor benchmark yang signifikan menunjukkan bahwa Lumo 2.0 tidak hanya unggul dalam privasi, tetapi juga dalam kemampuan teknis. Skor Lumo 2.0 Max yang 240 persen lebih tinggi dari versi sebelumnya menempatkannya sejajar dengan model-model AI terdepan. CEO Proton bahkan menyatakan bahwa dalam banyak kasus, pengguna tidak bisa membedakan kualitas Lumo 2.0 Max dengan model dari OpenAI dan Anthropic.

Fitur thinking mode juga menjadi tambahan penting. Mode ini memungkinkan Lumo untuk melakukan penalaran yang lebih dalam, mirip dengan cara kerja model AI canggih lainnya. Dengan konteks yang lebih dalam, Lumo dapat memberikan jawaban yang lebih relevan dan akurat, serta menyertakan sumber informasi terkini.

Bagi pengguna yang membutuhkan fitur lebih, langganan Lumo Plus seharga $10 per bulan menawarkan akses tanpa batas ke semua kemampuan AI. Ini termasuk image generation tingkat lanjut dan model-model AI terbaru dari Proton. Dengan harga yang kompetitif, Lumo Plus menjadi pilihan menarik bagi pengguna berat AI yang peduli privasi.

Peluncuran Lumo 2.0 juga menunjukkan komitmen Proton untuk terus berinovasi di bidang AI. Setelah hampir setahun sejak peluncuran pertama, perusahaan asal Swiss ini berhasil menghadirkan pembaruan yang signifikan. Lumo 2.0 membuktikan bahwa AI yang powerful dan privasi yang ketat bisa berjalan beriringan.

Dari segi aksesibilitas, Lumo 2.0 dapat digunakan secara gratis dengan fitur dasar yang sudah sangat mumpuni. Pengguna bisa mencoba kemampuan image generation, thinking mode, dan akses ke informasi terkini tanpa biaya. Ini menjadi strategi yang cerdas untuk menarik lebih banyak pengguna ke ekosistem Proton.

Proton sendiri dikenal sebagai perusahaan yang fokus pada privasi dan keamanan data. Dengan produk-produk seperti Proton Mail, Proton VPN, dan Proton Drive, perusahaan ini telah membangun reputasi sebagai alternatif yang aman dari layanan-layanan Big Tech. Lumo 2.0 melanjutkan tradisi ini dengan menawarkan AI yang aman dan andal.

Ke depannya, Proton kemungkinan akan terus mengembangkan Lumo dengan fitur-fitur baru. Dengan basis pengguna yang terus bertambah dan teknologi yang semakin matang, Lumo berpotensi menjadi pemain utama di pasar chatbot AI. Keunggulan dalam privasi bisa menjadi faktor pembeda yang signifikan di tengah persaingan yang ketat.

Bagi pengguna yang ingin mencoba Lumo 2.0, chatbot ini sudah tersedia dan bisa diakses langsung. Dengan antarmuka yang intuitif dan fitur yang lengkap, Lumo 2.0 siap menjadi asisten AI andalan bagi mereka yang mengutamakan privasi. Ini adalah langkah maju yang penting dalam demokratisasi AI yang aman dan bertanggung jawab.

Dengan semua fitur baru ini, Lumo 2.0 tidak hanya menjadi alternatif, tetapi juga pesaing yang layak diperhitungkan. Proton berhasil membuktikan bahwa AI yang kuat tidak harus mengorbankan privasi. Ini adalah kemenangan bagi pengguna yang selama ini khawatir tentang keamanan data mereka saat menggunakan layanan AI.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.