📑 Daftar Isi

Dataiku dan Palang Merah Singapura Perkuat Respons Bencana via AI

Dataiku dan Palang Merah Singapura Perkuat Respons Bencana via AI

Penulis:Fernando Yehezkiel
Terbit:
Diperbarui:
⏱️4 menit membaca
Bagikan:

Telset.id – Dataiku, platform untuk kesuksesan AI, berkolaborasi dengan Palang Merah Singapura (Singapore Red Cross/SRC) untuk memperkuat respons bencana dan kesiapsiagaan kesehatan masyarakat. Kolaborasi ini memanfaatkan kecerdasan buatan untuk mendeteksi dini bencana dan memprediksi wabah penyakit lebih cepat.

Inisiatif ini merupakan bagian dari program AI-for-Good milik Dataiku yang bertujuan membantu organisasi nirlaba (LSM) dalam mengatasi berbagai tantangan sosial, lingkungan, dan kemanusiaan yang kritis. Sebagai bagian dari kolaborasi ini, Dataiku telah menyediakan akses terhadap platformnya kepada tim Humanitarian Innovation and Technology (HIT) Palang Merah Singapura.

Selain akses platform, Dataiku juga memberikan dukungan pro bono dari para data scientist dan engineer di Dataiku. Dukungan tersebut dirancang untuk membantu SRC dalam mengoptimalkan pemanfaatan data dan memperluas dampaknya melalui skala penggunaan AI yang spesifik.

Pemantauan Bencana di Asia Tenggara

Palang Merah Singapura telah memanfaatkan platform AI Dataiku untuk mengotomatiskan proses pemantauan bencana yang sebelumnya sangat bergantung pada pekerjaan manual tenaga manusia. Proses ini mencakup pengumpulan, pembersihan, hingga konsolidasi data terkait bencana alam maupun yang disebabkan oleh aktivitas manusia.

Dengan mengadopsi platform AI Dataiku, SRC berhasil meningkatkan kecepatan, akurasi, dan kualitas proses pemantauan sekaligus mengatasi inkonsistensi format data. Platform AI Dataiku juga memungkinkan Palang Merah Singapura memperoleh wawasan lebih komprehensif dengan mengintegrasikan data kontekstual tambahan seperti tren iklim dan pola cuaca.

Hal ini mendukung pengambilan keputusan yang lebih cepat dan berbasis data dalam situasi darurat. Pemanfaatan AI untuk misi kemanusiaan ini menunjukkan bagaimana teknologi dapat memberikan dampak nyata, berbeda dengan kekhawatiran yang diungkapkan dalam artikel tentang kritik keras AI dari beberapa pihak.

Meningkatkan Prediksi Wabah Leptospirosis

Kolaborasi antara Palang Merah Singapura dan Dataiku juga menghasilkan kemampuan prediksi yang lebih akurat mengenai leptospirosis, sebuah penyakit yang ditularkan melalui air dan endemi di Thailand. Dengan menerapkan model pembelajaran mesin pada data cuaca dan lingkungan, Palang Merah Singapura dapat memprediksi wabah dengan lebih baik.

Kemampuan prediksi ini memperkuat langkah-langkah intervensi dini seperti perencanaan sumber daya untuk komunitas yang rentan melalui pendekatan berbasis data. Inisiatif ini sejalan dengan tren penggunaan AI untuk tujuan kemanusiaan yang juga terlihat dalam proyek AI untuk lindungi gajah di India.

Andrew Boyd, SVP Asia Pacific & Japan, Dataiku, menyatakan, “Di seluruh kawasan Asia Pasifik, dampak bencana dan krisis kesehatan masyarakat terus meningkat dan perbedaan antara sekadar bereaksi dan mengantisipasi dapat berdampak pada ribuan nyawa.”

“Yang membuat kolaborasi ini istimewa ialah bukan hanya teknologi yang digunakan, tetapi perubahan yang diwakilinya: mengarahkan organisasi kemanusiaan bergeser dari pendekatan retrospeksi kepada prospektif. Ketika AI berada di tangan tim di lapangan, AI menjadi pengali kekuatan – memungkinkan pengambilan keputusan yang lebih cepat, koordinasi yang lebih baik, dan pada akhirnya menciptakan komunitas yang lebih tangguh,” tambah Boyd.

Charlotte Lambert, Head of AI-for-Good Program, Dataiku, menambahkan, “AI-for-Good bukanlah sekadar menerapkan teknologi pada kasus penggunaan yang terisolasi – melainkan tentang mengubah secara mendasar cara dampak diberikan dalam skala besar. Apa yang sedang dibangun Palang Merah Singapura menunjukkan bagaimana AI dapat membantu organisasi menjangkau masyarakat lebih awal, merespons dengan lebih tepat, dan pada akhirnya menyelamatkan lebih banyak jiwa.”

“Peluang sesungguhnya di masa depan bukan hanya mendukung organisasi individu, tetapi menciptakan model di mana LSM di seluruh dunia dapat menggunakan AI bertindak lebih cepat, merencanakan dengan lebih cerdas, dan melayani masyarakat saat dibutuhkan,” ujar Lambert.

Nur Hafiza AB Mutalif, Assistant Head of International Affairs, Singapore Red Cross, mengatakan, “Di balik setiap titik data terdapat sebuah komunitas yang membutuhkan bantuan. Dengan menggabungkan teknologi dan keahlian kemanusiaan, kita dapat bertindak lebih cepat dan dengan presisi yang lebih tinggi, baik itu dengan mengantisipasi risiko sebelum memburuk, maupun memberikan bantuan pada saat yang paling krusial.”

“Kolaborasi ini memungkinkan kami mengubah data menjadi tindakan yang tepat waktu dan terarah, memastikan bahwa sumber daya sampai ke orang yang tepat, pada saat yang tepat. Pada akhirnya, ini bukan hanya soal membuat bantuan lebih cepat, tetapi juga lebih bermakna, berkelanjutan, dan responsif terhadap kondisi di lapangan,” jelas Hafiza.

Program AI-for-Good dari Dataiku yang diluncurkan pada tahun 2019 memberikan akses kepada organisasi nirlaba terhadap alat-alat AI dan keahlian sukarelawan untuk mendukung misi mereka. Program global ini telah mendukung organisasi di seluruh dunia di berbagai bidang seperti distribusi pangan, akses pendidikan, dan inisiatif lingkungan.

Kolaborasi Dataiku dan Palang Merah Singapura ini menunjukkan bahwa AI dapat menjadi alat yang ampuh untuk kemanusiaan. Pendekatan ini berbeda dengan kekhawatiran tentang lingkungan kerja beracun akibat penggunaan AI yang tidak tepat.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.