Telset.id – Dominasi perusahaan kecerdasan buatan (AI) asal Amerika Serikat (AS) mulai terusik. Para kompetitor dari China kini semakin mendekat, memicu gelombang kecemasan di sektor teknologi AS.
Setahun lalu, DeepSeek memicu krisis eksistensial dan aksi jual besar-besaran saham di industri teknologi AS. Saat itu, mereka merilis model AI kompetitif dengan biaya yang jauh lebih murah dibandingkan model-model unggulan Amerika. Kini, peluncuran GLM-5.2 pada bulan lalu menjadi alarm yang lebih keras.
Model dari perusahaan rintisan China, Z.ai, ini dipuji hampir sama kuatnya dengan sistem frontier AS, terutama dalam kemampuan coding dan aplikasi keamanan siber. Keunggulan lainnya, biaya penggunaannya jauh lebih murah. Hal ini memicu perdebatan sengit di kalangan teknologi.
Marc Andreessen, venture capitalist terkemuka Silicon Valley, bahkan menulis di media sosial bahwa “orang dalam AI mengatakan GLM-5.2 adalah model AI China pertama yang mampu menyamai dan sering mengalahkan model AI publik dari laboratorium besar Amerika tanpa kompromi.”

## Tuduhan Distillation dan Kekhawatiran AS
Merasa posisinya terancam, perusahaan AS mulai menuding. Awal tahun ini, Anthropic menuduh DeepSeek, Moonshot, dan MiniMax dari China menggunakan teknik bernama distillation. Teknik ini dituding digunakan untuk mengumpulkan data secara ilegal guna meniru model AI mereka. Intinya, Anthropic mengklaim perusahaan China curang untuk bisa berada di posisi terdepan.
Dalam distillation, model “murid” yang lebih lemah dilatih menggunakan output dari model “guru” yang lebih canggih. Laboratorium AI biasanya menggunakan teknik ini untuk membuat versi sistem besar mereka yang lebih kecil dan efisien. Namun, Anthropic menuduh perusahaan China menyalahgunakan trik ini dalam upaya terkoordinasi besar-besaran yang melibatkan puluhan ribu akun.
Tuduhan ini kembali mencuat bulan lalu. Anthropic mengirim surat ke senator AS, menuduh raksasa China, Alibaba, juga terlibat dalam praktik ini. “Serangan distillation ini dilakukan secara ilegal, sistematis, dan dalam skala industri untuk memanen kemampuan AI AS dan mengemasnya ulang sebagai milik mereka,” tulis Anthropic kepada para senator, seperti dikutip dari New York Times.
Namun, tuduhan ini mungkin sia-sia. Distillation adalah rahasia umum di antara para pesaing di sektor teknologi AS. Seperti dicatat NYT, belum jelas apakah praktik ini ilegal. Tanpa keputusan pengadilan yang menguntungkan, perusahaan AS harus mengandalkan tindakan penanggulangan mereka sendiri.
Baca Juga:
## Persaingan Sehat atau Intervensi Politik?
Perusahaan AS juga bisa diuntungkan oleh tekanan geopolitik, seperti memutus akses China ke chip AI canggih atau memblokir akses warga AS ke model-model China. Langkah ini tidak mustahil, mengingat AS pernah mengancam akan melarang TikTok atau memberlakukan tarif tinggi pada mobil listrik China.
Meskipun perusahaan China mungkin menggunakan cara-cara rahasia untuk mengejar ketertinggalan, banyak ahli percaya bahwa tindakan keras terhadap distillation tidak akan berarti banyak. Membangun model secanggih milik Z.ai tidak bisa dijelaskan hanya dengan distillation saja.
Perusahaan AS mungkin harus menerima kenyataan bahwa pesaing mereka dari China kini berada di pijakan yang setara. Keluhan tentang distillation bisa jadi merupakan distraksi yang nyaman di saat produk coding mereka mendapat sorotan karena terlalu mahal. Atau, ini adalah permohonan putus asa agar pemerintah AS turun tangan dan menyelamatkan mereka dari kerasnya persaingan pasar global.





Komentar
Belum ada komentar.