πŸ“‘ Daftar Isi

Ilustrasi kamera tersembunyi yang dipegang seseorang di depan tanaman

Peneliti KAIST Ciptakan SweepLED Deteksi Kamera Tersembunyi

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
  • Peneliti KAIST bersama NUS dan SMU kembangkan SweepLED untuk deteksi kamera tersembunyi
  • Teknologi ini menggabungkan grid LED clip-on seharga $7 dengan aplikasi AI
  • Tingkat akurasi deteksi mencapai 93,9% dalam pengujian pada 30 item
  • Metode manual sebelumnya rawan false positive dan melewatkan objek kecil
  • Perangkat tidak melindungi dari 40.000+ kamera keamanan tanpa proteksi dan smart glasses
  • U.S. Air Force telah melarang penggunaan perangkat tersebut di pangkalannya

Telset.id – Tim peneliti dari KAIST yang berkolaborasi dengan National University of Singapore (NUS) dan Singapore Management University (SMU) telah mengembangkan solusi baru untuk mendeteksi kamera tersembunyi. Teknologi bernama SweepLED ini menggabungkan lampu LED clip-on dengan aplikasi AI untuk mengidentifikasi lensa kamera yang tidak terlihat di ruangan, menawarkan akurasi deteksi mencapai 93,9% dalam pengujian nyata.

Perangkat ini hadir sebagai jawaban atas kekhawatiran privasi yang meningkat, terutama di area privat seperti kamar mandi, ruang ganti, hingga properti sewaan dan kamar hotel. Masalah ini telah menjadi perhatian serius di berbagai belahan dunia, khususnya di Asia Timur, di mana isu ini memicu protes dari perempuan di Korea Selatan pada tahun 2018.

SweepLED: Cara Kerja dan Keunggulannya

Metode konvensional untuk mendeteksi kamera tersembunyi memang sudah ada, seperti menyorotkan senter untuk melihat refleksi lensa atau menggunakan kamera ponsel untuk mendeteksi emisi inframerah. Namun, metode manual ini membutuhkan pemindaian menyeluruh dan rawan melewatkan objek kecil yang tidak mencolok. Sementara itu, aplikasi kamera dengan analisis refleksi sering kali menghasilkan positif palsu.

Menurut laporan The Chosun Daily, tim yang dipimpin oleh Professor Han Jun dari KAIST’s School of Computing membangun grid LED seharga $7 (sekitar KRW 10.000) yang dapat menempel magnetis di bagian belakang kamera ponsel. Cahaya dari grid ini berubah arah secara terus-menerus, sehingga refleksi pada berbagai permukaan bergerak atau menghilang saat lampu bergerak. Karakteristik ini memudahkan algoritma AI untuk membedakan pola refleksi khas dari lensa kamera.

Sebagian besar kamera, termasuk yang tersembunyi, memiliki struktur unik dengan lensa, aperture, dan sensor yang menghasilkan pola refleksi khas. Pola inilah yang dimanfaatkan SweepLED untuk mendeteksi keberadaan kamera secara andal. Dalam pengujian di dunia nyata, perangkat ini diuji pada 30 item yang sebagian di antaranya memiliki kamera tersembunyi tertanam dan berhasil mencapai akurasi deteksi 93,9%.

a hidden camera held by a person in front of some plants

Tingkat akurasi ini merupakan peningkatan signifikan dibandingkan metode manual yang membosankan dan rentan terhadap positif palsu. Dengan perangkat ini, pengguna bisa melindungi diri dari aksi voyeurisme dengan cara yang lebih cepat, lebih andal, dan lebih mudah digunakan dibandingkan memeriksa area secara manual.

Pengembangan SweepLED menunjukkan bagaimana kecerdasan buatan dapat diterapkan untuk mengatasi masalah keamanan dan privasi sehari-hari. Inovasi ini juga sejalan dengan tren pengembangan teknologi AI untuk deteksi dan keamanan, seperti yang terlihat pada berbagai riset dan produk terbaru di industri.

Keterbatasan SweepLED dan Masalah Privasi yang Lebih Luas

Meskipun SweepLED menawarkan solusi yang menjanjikan untuk mendeteksi kamera tersembunyi di area privat, teknologi ini tetap memiliki keterbatasan. Perangkat ini tidak akan melindungi pengguna dari lebih dari 40.000 kamera keamanan di seluruh dunia yang menyiarkan rekaman tanpa pengamanan apa pun. Selain itu, maraknya kacamata pintar yang merekam video dan mengambil foto tanpa sepengetahuan orang di sekitarnya juga menjadi tantangan tersendiri.

Kekhawatiran privasi ini juga menimbulkan masalah keamanan yang lebih luas, hingga mendorong Angkatan Udara Amerika Serikat (U.S. Air Force) untuk melarang penggunaan perangkat tersebut di semua pangkalannya. Hal ini menunjukkan bahwa isu pengawasan dan privasi menjadi perhatian serius di berbagai sektor.

Pengembangan alat pendeteksi kamera tersembunyi seperti SweepLED merupakan langkah penting dalam melindungi hak privasi individu. Namun, isu ini juga mengingatkan bahwa masalah privasi tidak hanya datang dari kamera tersembunyi di ruangan, tetapi juga dari infrastruktur pengawasan yang lebih besar serta perangkat wearable yang semakin canggih.

Inovasi dari tim KAIST ini menjadi contoh bagaimana penelitian akademis dapat menghasilkan solusi praktis untuk masalah nyata yang dihadapi masyarakat. Dengan biaya komponen yang terjangkau, teknologi ini berpotensi dikembangkan lebih lanjut menjadi produk komersial yang dapat diakses oleh khalayak luas yang membutuhkan perlindungan privasi ekstra.

Meski demikian, pengguna tetap perlu menyadari bahwa tidak ada solusi tunggal yang dapat mengatasi seluruh ancaman privasi. Kombinasi antara teknologi deteksi, regulasi yang ketat, dan kesadaran masyarakat tetap menjadi kunci dalam menghadapi tantangan privasi di era pengawasan yang semakin masif ini.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.