📑 Daftar Isi

Ilustrasi alat perekam canggih yang ditemukan tersembunyi di kantor pusat OpenAI di San Francisco

OpenAI Temukan Alat Perekam di Kantor, Karyawan Ditangkap FBI

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️4 menit membaca
Bagikan:
  • OpenAI menemukan alat perekam canggih di ruang rapat eksekutif kantornya pada 30 September 2026
  • Karyawan bernama Abdulrahman Alfozan, warga Arab Saudi berusia 35 tahun, dipecat dan ditangkap FBI pada 9 Oktober 2026
  • Perangkat ditemukan terpasang di port USB belakang televisi dan diduga dipasang sekitar 28 September 2026
  • OpenAI memakai model AI internal untuk memahami perangkat dan melacak asalnya
  • Alfozan didakwa mencegat komunikasi lisan, menghadapi 5 tahun penjara dan denda $250.000
  • FBI menyebut skema itu untuk menangkap komunikasi sensitif soal teknologi super intelligence

Telset.id – OpenAI mengungkap penemuan sebuah alat perekam canggih yang disembunyikan di dalam salah satu kantornya, dan insiden ini berujung pada penangkapan seorang karyawan oleh otoritas federal Amerika Serikat. Karyawan tersebut, yang diidentifikasi jaksa federal sebagai Abdulrahman Alfozan, warga negara Arab Saudi berusia 35 tahun, telah dipecat dan ditangkap pada 9 Oktober 2026, sekitar sepekan setelah perangkat pengawasan itu ditemukan.

Penemuan ini menjadi sorotan karena menyangkut ruang rapat eksekutif di kantor pusat OpenAI di San Francisco, tempat pertemuan sering membahas informasi rahasia, termasuk detail terkait product roadmap perusahaan, riset, dan keterlibatan dengan pemerintah. OpenAI menyatakan telah melaporkan perkara ini kepada FBI dan menggunakan model AI miliknya sendiri untuk memahami perangkat tersebut.

Alfozan tercatat mulai bergabung dengan perusahaan pada Juli 2025 dan bekerja di tim produk. Ia didakwa menggunakan perangkat elektronik untuk mencegat komunikasi lisan, yang secara efektif menuduhnya merekam suara orang secara diam-diam tanpa izin.

Kronologi Penemuan Alat Perekam

OpenAI menemukan perangkat tersebut pada 30 September 2026, yang terpasang di port USB di bagian belakang sebuah televisi. Menurut jaksa, Alfozan tampak menggunakan tisu toilet untuk menyembunyikan alat itu. Perangkat tersebut diduga dipasang sekitar 28 September 2026.

Dalam pernyataan yang dipublikasikan di X, OpenAI menyebut pihaknya menemukan “perangkat perekam canggih” yang disembunyikan di salah satu kantornya. Perusahaan menggunakan model AI-nya untuk memahami perangkat tersebut dan melacak asalnya, yang mengarah pada identifikasi seorang karyawan tertentu yang menanamnya beberapa hari sebelumnya.

OpenAI juga menyatakan bahwa perangkat itu memiliki enkripsi canggih, kemampuan pemantauan audio, dan mekanisme transfer data yang dirancang untuk menghindari pemantauan. Meski demikian, belum jelas sejauh mana perangkat ini secara teknis berbeda dari alat perekam lain pada umumnya.

Pada 5 Oktober 2026, Alfozan diduga meninggalkan sebuah tas di lokasi lain di kantor OpenAI. Petugas keamanan perusahaan menemukan dompet, identitas, dan perangkat perekam kedua di dalam tas tersebut. Menurut jaksa, Alfozan juga tertangkap sedang melihat ke belakang televisi tempat perangkat perekam diletakkan, di lokasi yang telah dipasangi kamera oleh OpenAI.

Respons OpenAI dan FBI

OpenAI menegaskan bahwa sejauh ini tidak ada indikasi individu tersebut mengakses atau mengeksfiltrasi model weights, kode sumber, atau data pelanggan secara tidak semestinya. Karyawan tersebut telah diberhentikan dari perusahaan.

Juru bicara OpenAI, Nate Evans, mengonfirmasi bahwa karyawan tersebut mulai bekerja di perusahaan pembuat model AI itu pada Juli 2025 dan bertugas di tim produk. OpenAI sendiri tidak segera menanggapi permintaan komentar dari media terkait informasi lebih lanjut.

Direktur FBI Kash Patel menyatakan bahwa skema tersebut bertujuan untuk “menangkap komunikasi sensitif tentang teknologi super intelligence perusahaan.” Menurut Patel, melindungi inovasi SI Amerika Serikat merupakan hal esensial untuk menjaga kekuatan ekonomi dan keamanan nasional, dan FBI memandang misi itu sebagai salah satu prioritas kontraintelijen tertinggi mereka.

Juru bicara FBI yang dihubungi mengulangi pernyataan yang disampaikan Patel. Sementara itu, baik Alfozan maupun pengacaranya tidak dapat segera dihubungi untuk memberikan komentar.

Menurut keluhan yang dilihat oleh media, jaksa menyatakan bahwa pertemuan di ruang tersebut sering melibatkan informasi rahasia. Alfozan diduga menggunakan “productivity tool” untuk mengumpulkan informasi tentang fasilitas OpenAI. Ia juga diduga menggunakan chatbot untuk bertanya bagaimana membangun, memasang, dan menyembunyikan perangkat perekam jarak jauh.

Pada akun chatbot yang terkait dengan pasangannya, penyidik diduga menemukan prompt yang menanyakan kepada model AI cara “membangun perekam audio berkelanjutan” dan “mengenkripsi kartu SD.”

Alfozan menghadapi hukuman hingga lima tahun penjara federal jika terbukti bersalah. Ia juga berpotensi dikenai denda sebesar $250.000 dan tiga tahun pembebasan dengan pengawasan. Ia pertama kali menghadap ke pengadilan pada Selasa, 13 Oktober 2026.

Kasus ini muncul di tengah meningkatnya perhatian terhadap tata kelola dan keamanan perusahaan AI. Sejumlah isu terkait kebijakan dan pengawasan industri AI juga menjadi perhatian, termasuk pembahasan seputar Regulasi AI Inggris yang tengah diuji. Selain itu, perhatian terhadap risiko yang lebih luas turut mengemuka, misalnya dalam pembahasan Skenario AI Rogue yang melibatkan infrastruktur kritis.

Di sisi lain, OpenAI juga menjadi sorotan dalam berbagai perkembangan produk dan riset, seperti perbandingan Meta Muse vs OpenAI Dot yang menyoroti duel agen AI dengan harga dan akses sebagai pembeda.

Penangkapan Alfozan menegaskan bahwa insiden keamanan fisik di lingkungan perusahaan teknologi tidak bisa diabaikan. OpenAI menegaskan kembali bahwa pihaknya tidak menemukan indikasi kebocoran model weights, kode sumber, atau data pelanggan, namun perkara ini tetap berlanjut di ranah hukum federal Amerika Serikat.

Perangkat yang ditemukan telah dianalisis menggunakan model AI internal OpenAI, dan perusahaan menyerahkan perkara ini kepada FBI. Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan lebih lanjut mengenai motif pasti penggunaan perangkat perekam tersebut selain pernyataan yang disampaikan pihak FBI.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.