Paul Meade mantan VP Apple Vision Pro bergabung ke OpenAI untuk mengembangkan perangkat AI wearable

Mantan VP Apple Vision Pro Bergabung ke OpenAI Garap Perangkat AI

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️4 menit membaca
Bagikan:
  • Paul Meade, mantan VP teknik Apple Vision Pro, resmi bergabung ke divisi hardware OpenAI
  • Meade akan bekerja dengan Jony Ive, Evans Hankey, dan Tang Tan di tim hardware OpenAI
  • OpenAI mengakuisisi startup io milik Jony Ive senilai $6,5 miliar
  • Bloomberg melaporkan OpenAI sedang mengerjakan beberapa perangkat baru untuk diluncurkan dalam beberapa tahun
  • Langkah ini memperkuat sinyal bahwa OpenAI serius mengembangkan perangkat wearable AI
  • Meta sudah memiliki smart glasses di pasaran, Apple juga sedang mengembangkan produk serupa

Telset.id – Ambisi hardware OpenAI mendapat dorongan besar setelah Paul Meade, mantan pemimpin teknik Vision Pro dan proyek smart glasses Apple, resmi bergabung ke divisi perangkat keras perusahaan AI tersebut. Langkah ini memperkuat sinyal bahwa OpenAI serius mengembangkan perangkat AI khusus yang melampaui fungsi smartphone atau laptop.

Menurut laporan Bloomberg, Meade menghabiskan tujuh tahun memimpin teknik hardware untuk Vision Pro dan juga mengawasi proyek smart glasses tanpa layar Apple yang diperkirakan akan bersaing dengan Meta Ray-Ban smart glasses. Timnya juga terlibat dalam pengembangan augmented reality glasses masa depan dan beberapa proyek wearable berfokus AI, menjadikannya salah satu eksekutif hardware paling berpengalaman di Apple untuk segmen perangkat wearable yang sedang berkembang.

Di OpenAI, Meade akan bergabung dengan jajaran mantan eksekutif Apple yang semakin familiar. Ia akan bekerja bersama desainer legendaris Jony Ive, mantan kepala desain Apple Evans Hankey, dan mantan eksekutif operasi iPhone Tang Tan. Semua tokoh tersebut kini membantu membangun generasi berikutnya dari perangkat keras AI OpenAI.

Tim tersebut terbentuk setelah OpenAI mengakuisisi startup milik Jony Ive, io, dalam kesepakatan senilai $6,5 miliar. Akuisisi ini menandakan bahwa perusahaan berinvestasi besar-besaran pada perangkat AI khusus, bukan sekadar memperlakukan ChatGPT sebagai aplikasi biasa.

OpenAI

Baik Apple maupun OpenAI belum mengungkapkan secara pasti seperti apa bentuk perangkat tersebut. Namun, Bloomberg mencatat bahwa OpenAI saat ini sedang mengerjakan beberapa perangkat baru yang diperkirakan akan diluncurkan dalam beberapa tahun ke depan. Sementara itu, Apple secara simultan mengembangkan smart glasses, AirPods bertenaga AI dengan kamera, robot meja, dan perangkat keras berfokus AI lainnya.

Perekrutan Meade tentu tidak secara langsung mengonfirmasi bahwa OpenAI sedang membangun AI glasses. Namun, mempekerjakan eksekutif yang memimpin hardware Vision Pro dan smart glasses Apple tentu memperkuat teori bahwa OpenAI sedang mengumpulkan talenta yang dibutuhkan untuk wearable AI. Apalagi setelah membawa Jony Ive dan beberapa mantan veteran Apple lainnya ke dalam tim hardware mereka.

Yang menarik, situasi ini mulai terasa kurang seperti perlombaan chatbot AI dan lebih seperti perlombaan perangkat wearable. Meta sudah memiliki smart glasses di pasaran, Apple dilaporkan sedang mempersiapkan perangkat serupa, dan OpenAI diam-diam membangun tim hardware bintang. Apakah itu akan menghasilkan AI glasses, wearable pendant, atau sesuatu seperti ear wearable OpenAI masih harus dilihat, tetapi ambisi perusahaan jelas melampaui sekadar ChatGPT di layar.

Langkah OpenAI merekrut Paul Meade menunjukkan keseriusan perusahaan dalam mengembangkan perangkat keras AI. Dengan bergabungnya Meade, tim hardware OpenAI kini memiliki figur kunci yang berpengalaman dalam mengembangkan produk wearable canggih. Hal ini sejalan dengan upaya OpenAI yang sebelumnya telah melakukan uji coba berbagai model AI untuk berbagai perangkat.

Persaingan di sektor perangkat wearable AI semakin memanas. Meta sudah lebih dulu memasarkan smart glasses, Apple terus mengembangkan produk serupa, dan kini OpenAI mengumpulkan tim ahli untuk menciptakan perangkat AI yang inovatif. Keputusan OpenAI untuk merekrut talenta dari Apple, termasuk mantan presiden Uber untuk posisi strategis, menunjukkan strategi agresif perusahaan dalam memperkuat divisi hardware.

Meskipun detail perangkat yang sedang dikembangkan OpenAI masih dirahasiakan, langkah ini memberikan gambaran bahwa masa depan AI tidak hanya terbatas pada layar smartphone. Perangkat wearable yang terintegrasi dengan AI generatif seperti ChatGPT bisa menjadi produk berikutnya yang mengubah cara pengguna berinteraksi dengan teknologi. Dengan tim yang solid, OpenAI berpotensi meluncurkan perangkat revolusioner dalam beberapa tahun mendatang.

Kehadiran Paul Meade di OpenAI juga menjadi bukti bahwa perusahaan tidak hanya fokus pada pengembangan perangkat lunak AI, tetapi juga serius dalam menciptakan perangkat keras yang dapat menjalankan AI secara optimal. Ini bisa menjadi langkah strategis untuk mengurangi ketergantungan pada perangkat pihak ketiga dan menciptakan ekosistem AI yang lebih terintegrasi.

Bagi penggemar teknologi, perkembangan ini patut dinantikan. Jika OpenAI berhasil meluncurkan perangkat wearable AI yang inovatif, persaingan di pasar teknologi konsumen akan semakin sengit. Apple, Meta, dan Google tentu tidak akan tinggal diam melihat OpenAI merambah pasar hardware yang selama ini didominasi oleh mereka.

Namun, perlu diingat bahwa pengembangan perangkat keras membutuhkan waktu yang tidak sebentar. Proyek Vision Pro Apple saja memakan waktu bertahun-tahun sebelum akhirnya diluncurkan. OpenAI kemungkinan akan melalui proses serupa sebelum produk nyata bisa dirilis ke publik.

Yang jelas, langkah OpenAI merekrut Paul Meade adalah sinyal kuat bahwa perusahaan AI ini tidak hanya ingin menjadi pemain di ranah perangkat lunak. Mereka ingin menjadi pemain utama di industri hardware dengan menghadirkan perangkat AI yang benar-benar baru dan berbeda.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.