Samsara Beyond 2026 conference showcasing AI tools for physical operations

AI Augmentasi Pekerja Operasional, Bukan Gantikan Manusia

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
  • Samsara menegaskan AI hanya augmentasi, bukan pengganti tenaga kerja manusia di sektor operasional fisik
  • Johan Land, CPO Samsara: AI membantu manusia, bukan menggantikan mereka dalam waktu dekat
  • Produk baru Samsara meliputi kamera 360 derajat, label pengiriman pintar, dan AI Studio
  • AI memecahkan masalah kelangkaan tenaga kerja dan tugas repetitif di industri konstruksi, pertambangan, dan logistik
  • Ryan Yu: Tema ke depan adalah penemuan, edukasi, dan adopsi AI oleh pelanggan
  • Samsara ingin menjadi platform agen yang menghubungkan semua perangkat di tempat kerja masa depan

Telset.id – Teknologi kecerdasan buatan (AI) semakin merambah sektor operasional fisik seperti pertambangan, konstruksi, hingga logistik. Namun, alih-alih menggantikan tenaga kerja manusia, AI justru berperan sebagai alat augmentasi yang meningkatkan produktivitas, efisiensi, dan keselamatan pekerja.

Dalam konferensi Samsara Beyond 2026, Chief Product Officer Samsara, Johan Land, menegaskan bahwa AI tidak akan menggantikan manusia dalam waktu dekat. “Manusia sangat cakap, dan saya tidak melihat mesin atau AI menggantikan mereka dalam waktu dekat. Saya melihatnya sebagai augmentasi dan membantu kita,” ujar Land dalam wawancara eksklusif dengan TechRadar Pro.

Pernyataan ini muncul di tengah kekhawatiran global bahwa AI akan menghilangkan banyak lapangan kerja, termasuk yang disuarakan oleh aktor Tom Hanks. Dalam sebuah pernyataan, Tom Hanks mengungkapkan kekhawatirannya bahwa AI akan menggantikan aktor manusia. Namun, di sektor operasional, narasinya justru berbeda.

Samsara, perusahaan yang menyediakan platform operasi berbasis IoT dan AI, baru saja meluncurkan sejumlah alat baru. Produk-produk tersebut mencakup stiker label pengiriman pintar, kamera 360 derajat untuk membantu pengemudi truk, serta kemampuan bagi pengemudi untuk berbicara langsung dengan manajer atau agen AI dari jarak jauh. Selain itu, Samsara juga memperkenalkan AI Studio yang memungkinkan pelanggan menciptakan solusi khusus untuk kebutuhan spesifik mereka.

Ryan Yu, VP of Product di Samsara, menjelaskan bahwa tujuan perusahaan adalah menjadi “sistem operasi untuk operasi fisik.” Menurutnya, masih banyak “buah gantung rendah” yang bisa diotomatisasi untuk meningkatkan efisiensi alur kerja pelanggan.

Baca Juga:

Salah satu tantangan terbesar dalam adopsi AI di sektor tradisional adalah membuat teknologi tersebut benar-benar bekerja di dunia nyata. “Hal tersulit dengan AI mungkin adalah membuatnya berguna bagi orang-orang dalam kehidupan nyata dan menciptakan nilai sejati. Ini bisa dengan mudah menjadi vaporware, terlihat bagus di permukaan,” kata Land.

Ia menambahkan bahwa pelanggan Samsara, yang mencakup perusahaan pertambangan, konstruksi, sekolah, hingga firma logistik, memiliki tingkat pemahaman yang beragam terhadap AI. “Terkadang mereka paham (AI), dan terkadang tidak. Tapi itu tidak masalah. Bahkan mungkin lebih baik jika mereka tidak memahaminya, karena ekspektasi mereka sangat tinggi. Mereka mengharapkan teknologi itu bekerja begitu saja,” jelas Land.

Samsara Beyond 2026

Ryan Yu menekankan pentingnya peran Samsara dalam menyediakan panduan bagi pelanggan. “Kami perlu menyediakan rel, dan kami juga perlu memberikan panduan tentang jenis kasus penggunaan apa yang paling baik dilayani. Karena teknologi dasarnya masih terus berkembang,” ujarnya.

Ke depan, tema utama yang akan mendominasi adopsi AI adalah “penemuan, edukasi, dan adopsi” oleh pelanggan. Yu menegaskan bahwa Samsara akan terus mendampingi pelanggan di tahap mana pun mereka berada. “Kami ingin memastikan kami bertemu mereka di mana pun mereka berada, dan menyediakan template yang tepat. Kabar baiknya, kami tahu apa kasus penggunaan terpenting mereka dan apa yang menjadi kesulitan mereka,” tambahnya.

“Ini adalah masa yang penuh gangguan,” kata Land sambil tertawa. “Tapi bagi kami, ini sangat sederhana. Kami mengikuti pelanggan kami, kami hanya berbicara dengan mereka, memahami masalah mereka, apa yang mereka butuhkan dari kami, dan itulah cara kami memprioritaskan hampir semua yang kami lakukan.”

truck driver on highway

Land membayangkan masa depan tempat kerja yang akan dipenuhi berbagai perangkat cerdas. “Arah yang akan dituju adalah tempat kerja masa depan akan memiliki segala macam hal di dalamnya. Cara kami melihat diri kami adalah sebagai jaringan penghubung, platform agen yang menyatukan semuanya,” pungkasnya.

Pandangan Samsara ini sejalan dengan temuan bahwa AI di sektor operasional fisik dapat memecahkan masalah nyata seperti kelangkaan tenaga kerja dan tugas repetitif yang membosankan. “Operasi fisik itu sulit! Ini sangat padat karya, ada banyak tugas yang sangat repetitif, dan sulit merekrut orang. Jadi AI memecahkan masalah akut dalam hal itu,” jelas Land.

Dengan pendekatan augmentasi, bukan substitusi, Samsara berharap dapat membantu industri tradisional bertransformasi tanpa menimbulkan gejolak sosial. Fokusnya tetap pada peningkatan kemampuan manusia, bukan penggantian.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.