Telset.id – Robot sosial ikonis Jibo yang mati terlalu cepat karena lahir sebelum waktunya, kini bangkit kembali dalam wujud berbeda. Lingverse, perusahaan di balik kebangkitan ini, memperkenalkan iKairos, sebuah perangkat wearable AI yang tidak hanya bisa dikenakan tetapi juga ditempatkan di rumah.
Perangkat bernama iKairos ini hadir di tengah hiruk-pikuk industri AI yang tengah bergairah. Lingverse, yang sebelumnya dikenal sebagai Ling AI, mengumumkan pendanaan sebesar $29 juta untuk mengembangkan perangkat ini. Dengan dana segar tersebut, Lingverse ingin mewujudkan kembali “mimpi asli Jibo” yang sempat terhenti.
iKairos dapat dikenakan sebagai liontin atau dijepitkan ke pakaian. Perangkat ini juga bisa diletakkan di dudukan meja, mirip seperti Jibo yang dulu duduk diam di satu tempat. Dari posisi tersebut, iKairos akan mengamati lingkungan sekitarnya dan mengumpulkan data.
Fungsi utama iKairos, berdasarkan informasi dari Lingverse, adalah sebagai “jurnal AI”. Perangkat ini akan menangkap momen-momen di sekitar pengguna dan mengubahnya menjadi gambar yang dihasilkan oleh kecerdasan buatan (AI). Slogan perangkat ini adalah “Every starred moment becomes a capsule. iKairos watches for what matters, then seals it.”
Dengan kata lain, ketika ditempatkan di rumah, iKairos akan merekam momen dan menyegelnya sebagai kenangan digital dalam bentuk gambar buatan AI. Perangkat ini juga dapat menjawab pertanyaan, membantu tugas-tugas ringan, dan melakukan fungsi asisten suara AI modern pada umumnya.
Lingverse memperkirakan harga iKairos akan berada di kisaran $199 hingga $249. Selain harga perangkat, kemungkinan ada layanan berlangganan yang menawarkan fitur AI tambahan. Presales perangkat ini direncanakan akan dimulai pada akhir tahun 2026.
Nama iKairos sendiri diambil dari bahasa Yunani, Kairos, yang secara longgar berarti “momen yang tepat”. Jiawei Gu, CEO Lingverse, mengatakan kepada WIRED bahwa sekarang adalah waktu yang tepat untuk menggabungkan semua teknologi AI yang ada. “Dengan iKairos, kami melanjutkan mimpi asli Jibo,” ujar Gu.
Menariknya, meskipun Gu adalah mantan anggota dewan Jibo sebelum perusahaan tersebut bangkrut, Lingverse tidak memiliki hak kekayaan intelektual penuh atas Jibo. Perusahaan mengklaim memegang beberapa paten inti Jibo, namun tidak menyebutkan paten mana saja. Meski demikian, Lingverse menyatakan produk ini dibuat dengan restu dari tim pendiri Jibo.
iKairos bekerja dalam dua mode: sebagai perangkat yang dikenakan dan sebagai perangkat rumah yang dipasang di dudukan. Sebagai perangkat wearable, ia mengumpulkan data dari perspektif pengguna. Ketika dipasang di dudukan, ia mengamati pengguna dan mengumpulkan data tentang bagaimana pengguna berinteraksi dengan dunia sekitarnya.
Kombinasi sudut pandang ini bertujuan memberikan iKairos pemahaman yang lebih holistik tentang apa yang terjadi di sekitarnya. Data yang terkumpul kemudian dapat diubah menjadi gambar yang dihasilkan AI. Lingverse menggambarkan gambar-gambar ini sebagai kenangan dari momen nyata yang ditangkap perangkat.
“Setiap gambar berasal dari momen nyata yang benar-benar ditangkap perangkat,” tulis perwakilan Lingverse dalam email kepada WIRED. “Sebelum masuk ke jurnal Anda, gambar melewati gerbang kualitas yang menghubungkan pemandangan visual dengan konteks audio dari momen tersebut — di mana Anda berada, dengan siapa Anda, apa yang dibicarakan.”
Lingverse mengklaim bahwa gambar yang dihasilkan tidak akan menjadi “AI slop” atau gambar berkualitas rendah. Perusahaan akan memeriksa kualitas gambar dan memungkinkan pengguna memilih gambar mana yang mereka sukai untuk menangkap sebuah momen.
Dari segi privasi, Lingverse mengatakan iKairos tidak merekam video. Kamera hanya mengambil gambar diam dari lingkungan yang kemudian dihapus. Perangkat hanya merekam audio ketika suara manusia terdeteksi. iKairos juga dilengkapi penutup kamera fisik, dan data diproses di perangkat atau dienkripsi saat transmisi. Data ini tidak akan digunakan untuk melatih model AI.
Lingverse bukanlah pendatang baru di dunia konten buatan AI. Perusahaan ini juga mengembangkan Luka AI Reading Bot yang sangat populer. Di CES 2026, Lingverse menunjukkan Luka AI cube, perangkat anak-anak berkamera yang dapat menjawab pertanyaan dan mengubah karya seni menjadi video AI yang berbicara.
Meskipun demikian, posisi iKairos di pasar perangkat AI rumah yang semakin ramai masih belum jelas. Raksasa teknologi seperti Apple, Amazon, dan Google bertaruh besar pada generasi berikutnya speaker pintar. Google baru saja memperkenalkan speaker pintar terbarunya bulan lalu. OpenAI, dalam kemitraannya dengan desainer legendaris Jony Ive, juga diperkirakan akan membuat asisten rumah. Apple pun dikabarkan sedang mengerjakan hub rumah dengan layar seperti iPad.
Jika Anda mencari jurnal AI, sudah ada banyak produk di pasaran seperti Bee AI wearable atau Looki L1 AI bodycam. Bahkan Google Photos sudah memungkinkan pengguna untuk mengubah foto keluarga menjadi gambar bergaya AI. Dalam konteks ini, iKairos harus bersaing dengan produk-produk yang sudah mapan.
Lingverse, bagaimanapun, tidak malu-malu memanfaatkan warisan Jibo untuk mempromosikan perangkat keras barunya. Pertanyaan besarnya adalah apakah iKairos benar-benar dapat memenuhi ekspektasi yang ditinggalkan robot kesayangan tersebut. Waktu yang akan menjawab apakah perangkat wearable AI ini bisa sukses di era yang lebih matang untuk teknologi AI, atau justru mengikuti nasib Jibo yang mati terlalu cepat.
Bagi penggemar teknologi yang ingin mengikuti perkembangan terbaru di dunia AI, ada beberapa artikel menarik lainnya yang bisa disimak. Misalnya, Tutorial Adaptor Game Boy Camera untuk Jupiter Dirilis Gratis yang menunjukkan inovasi unik di dunia teknologi. Selain itu, Motorola Razr 60 Segera Hadir di Indonesia juga membawa fitur AI terbaru yang patut diperhatikan.
Baca Juga:
Untuk pengguna yang tertarik dengan ekstensi produktivitas, Ekstensi Google Chrome Terpopuler bisa menjadi referensi tambahan.
iKairos hadir sebagai upaya untuk menghidupkan kembali semangat Jibo di era yang lebih siap. Dengan pendanaan besar dan visi yang jelas, Lingverse berharap perangkat ini bisa menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari pengguna. Namun, tantangan dari raksasa teknologi dan pasar yang sudah ramai akan menjadi ujian berat bagi perangkat wearable AI ini.





Komentar
Belum ada komentar.