Ilustrasi kemitraan strategis ServiceNow dan BusinessNext di sektor perbankan AI

ServiceNow Investasi Rp640 Miliar di Perusahaan AI Perbankan India

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
  • ServiceNow investasi USD 40 juta (Rp640 miliar) di BusinessNext
  • Valuasi BusinessNext capai USD 700 juta dengan ServiceNow pegang 5% saham
  • BusinessNext layani 70+ bank di India, Asia Tenggara, Timur Tengah, dan AS
  • Klien termasuk Reserve Bank of India, State Bank of India, dan HDFC Bank
  • 50% pendapatan BusinessNext berasal dari luar India
  • Platform AI perbankan otonom untuk otomatisasi alur kerja
  • Kemitraan strategis dengan akses jaringan penjualan global ServiceNow

Telset.id – ServiceNow, perusahaan software enterprise asal Amerika Serikat yang dikenal dengan otomatisasi alur kerja, melakukan investasi strategis senilai USD 40 juta atau sekitar Rp640 miliar ke BusinessNext, perusahaan spesialis software perbankan asal India. Investasi ini menandai langkah agresif ServiceNow untuk memperkuat posisinya di sektor jasa keuangan global.

Kesepakatan tersebut memberikan ServiceNow kepemilikan saham sekitar 5% di BusinessNext, dengan valuasi perusahaan India berusia 24 tahun itu mencapai USD 700 juta. Yang menarik, BusinessNext memilih ServiceNow sebagai mitra strategis dibandingkan investor finansial tradisional, dengan tujuan memanfaatkan jaringan penjualan global raksasa software AS tersebut.

BusinessNext, yang berkantor pusat di Noida, India, mencatatkan pendapatan sekitar USD 32 juta pada tahun fiskal terakhirnya. Perusahaan yang menguntungkan ini melayani lebih dari 70 bank di India, Asia Tenggara, Timur Tengah, dan Amerika Serikat. Portofolio kliennya mencakup bank sentral India, Reserve Bank of India, serta State Bank of India dan HDFC Bank, masing-masing sebagai pemberi pinjaman publik dan swasta terbesar di India.

Menariknya, sekitar setengah dari pendapatan BusinessNext berasal dari luar India. Pasar luar negeri diperkirakan akan menjadi pendorong utama pertumbuhan perusahaan di masa depan, menurut pendiri sekaligus CEO Nishant Singh dalam sebuah wawancara.

“Ini adalah kemitraan strategis yang diperkuat dengan pendanaan,” ujar Singh kepada TechCrunch. Ia menjelaskan bahwa BusinessNext akan “meminjam” infrastruktur penjualan ServiceNow di pasar-pasar di mana perusahaan tersebut memiliki kehadiran terbatas. Software BusinessNext, kata Singh, mengelola alur kerja perbankan yang berhadapan dengan nasabah, sementara ServiceNow lebih kuat dalam otomatisasi alur kerja dan sistem back-office. Kombinasi inilah yang akan dijual bersama ke lembaga keuangan.

Baca Juga:

BusinessNext, yang dikenal dengan nama CRMNext hingga tahun 2022, telah menghabiskan beberapa tahun membangun platform “perbankan otonom”. Platform ini menggunakan agen AI untuk mengotomatisasi alur kerja perbankan sambil menjaga data sensitif nasabah tetap berada di infrastruktur AI privat untuk memenuhi persyaratan regulasi dan privasi.

Singh menegaskan bahwa AI telah dibangun ke dalam platform perusahaan sejak awal, bukan ditambahkan kemudian. “Kami benar-benar mengganti nama perusahaan dan kami menulis ulang tumpukan teknologi kami untuk menempatkan AI sebagai fondasi inti,” jelasnya.

Kulmeet Bawa, group vice president dan managing director ServiceNow untuk India dan SAARC, menambahkan bahwa sektor jasa keuangan India berada pada titik infleksi. “Institusi beralih dari eksperimen digital ke operasi berbasis AI skala penuh,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa kemitraan ini menggabungkan platform alur kerja enterprise ServiceNow dengan keahlian perbankan BusinessNext.

BusinessNext mempekerjakan lebih dari 1.300 orang di seluruh operasinya. Perusahaan terakhir kali dinilai sebesar USD 181 juta pada tahun 2021, menurut platform intelijen pasar privat Tracxn. Perusahaan ini telah mengumpulkan lebih dari USD 60 juta dalam pendanaan eksternal dan mencatat Avataar Ventures, Norwest Venture Partners, dan Ascent Capital sebagai investor yang ada.

Kesepakatan ini terjadi di tengah tekanan yang dihadapi vendor software enterprise mapan dari pelanggan yang mempertanyakan apakah alat SaaS tradisional masih layak dibayar ketika alternatif berbasis AI bermunculan. Bagi ServiceNow, investasi ini membangun posisinya di sektor perbankan dengan bermitra bersama perusahaan yang fokus pada software perbankan berbasis AI. Langkah ini merupakan bagian dari strategi ServiceNow untuk memperluas portofolio software enterprise melalui akuisisi, investasi, dan kemitraan, sejalan dengan tren adopsi Teknologi AI di berbagai sektor.

Dengan investasi ini, ServiceNow tidak hanya mendapatkan akses ke pasar perbankan yang lebih luas, tetapi juga memperkuat kemampuannya dalam menyediakan solusi AI untuk sektor keuangan, sebuah langkah yang relevan di tengah persaingan ketat di industri Software Enterprise.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.