Telset.id – Google secara resmi mengumumkan Gemini Go, versi ringan dari agen AI andalannya yang dirancang khusus untuk perangkat Android Go. Peluncuran ini menandai langkah strategis Google dalam memperluas akses kecerdasan buatan ke segmen pasar perangkat dengan spesifikasi rendah.
Gemini Go hadir sebagai pengganti Assistant Go, menghadirkan pengalaman percakapan berbasis AI yang baru langsung di ponsel pengguna. Anish Kotthapalli, Community Manager Gemini Apps Team, menyatakan bahwa Gemini Go adalah versi ringkas dari Gemini yang dirancang untuk membantu pengguna tetap terhubung dan menyelesaikan berbagai tugas, bahkan pada perangkat dengan penyimpanan terbatas.
Kemampuan dan Fungsi Gemini Go
Berdasarkan pengumuman resmi di blog Google, Gemini Go mampu membantu pengguna dalam berbagai tugas. Mirip dengan versi lengkapnya, pengguna dapat meminta Gemini Go untuk mengirim pesan teks atau menelepon kontak. Asisten AI ini juga bisa digunakan untuk mencari lokasi di sekitar, seperti restoran atau titik pengisian daya kendaraan listrik (EV).
Fitur menarik lainnya termasuk kemampuan memutar musik sesuai suasana hati. Pengguna cukup memberikan perintah seperti “Putar musik yang ceria” atau “Putar musik pesta.” Gemini Go juga dapat mengunggah file, foto, dan dokumen dalam percakapan, mengatur alarm, membuat entri kalender, atau menulis catatan.
Baca Juga:
Persyaratan Perangkat Keras
Gemini Go dirancang untuk perangkat Android Go yang biasanya memiliki spesifikasi hardware sederhana. Persyaratan minimum yang diperlukan adalah RAM 2GB atau lebih dan sistem operasi Android 13 (Go edition). Agen AI ini tersedia melalui Google Search, dan pengguna dapat memulai percakapan dengan menekan dan menahan tombol Home atau tombol Power pada beberapa perangkat.

Dengan persyaratan yang relatif rendah ini, Google membuka akses AI generatif ke jutaan pengguna ponsel entry-level di seluruh dunia, termasuk Indonesia yang memiliki pangsa pasar perangkat Android Go yang signifikan.
Peluncuran Bertahap
Google menerapkan metode peluncuran bertahap (gradual rollout) untuk Gemini Go. Artinya, fitur ini mungkin belum tersedia di semua perangkat Android Go secara bersamaan. Proses peluncuran diperkirakan memakan waktu satu hingga dua minggu sebelum semua perangkat yang didukung mendapatkan agen AI tersebut.
Pengguna dapat memeriksa ketersediaan pembaruan di negara masing-masing melalui halaman resmi Google. Langkah ini sejalan dengan strategi Google sebelumnya dalam merilis fitur-fitur baru secara bertahap untuk memastikan stabilitas dan kompatibilitas.
Peluncuran Gemini Go menjadi angin segar bagi pengguna perangkat Android Go yang selama ini mungkin merasa tertinggal dalam adopsi teknologi AI terbaru. Dengan hadirnya asisten AI canggih ini, pengalaman pengguna di perangkat entry-level diharapkan meningkat secara signifikan.

Keputusan Google untuk menghadirkan Gemini Go ke perangkat low-end menunjukkan komitmen perusahaan dalam demokratisasi akses terhadap kecerdasan buatan. Ini juga menjadi sinyal persaingan yang semakin ketat di pasar AI mobile, di mana setiap pemain berlomba memperluas jangkauan pengguna.
Bagi pengguna yang penasaran dengan perkembangan lain dari ekosistem Google, informasi mengenai warna baru Pixel 11 Series juga telah bocor ke publik. Sementara itu, inisiatif open source untuk band Fitbit menunjukkan arah baru Google dalam keterbukaan platform.
Dengan Gemini Go, Google tidak hanya memperbarui asisten virtual untuk perangkat murah, tetapi juga membuka peluang bagi pengembang dan pengguna untuk merasakan kemampuan AI generatif tanpa harus memiliki flagship phone. Langkah ini berpotensi mengubah lanskap penggunaan AI di segmen pasar yang selama ini kurang tersentuh inovasi.
Ke depannya, keberhasilan Gemini Go akan bergantung pada seberapa baik performanya di perangkat dengan keterbatasan hardware dan seberapa cepat Google memperluas dukungan bahasa serta fitur ke berbagai wilayah, termasuk Indonesia.





Komentar
Belum ada komentar.