📑 Daftar Isi

Tampilan fitur avatar deepfake Gemini Omni di perangkat mobile

Google Gemini Omni Hadirkan Fitur Avatar Deepfake

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
  • Google luncurkan fitur avatar deepfake di Gemini Omni setelah I/O 2026
  • Pengguna bisa buat video hyperrealistis dari beberapa selfie
  • Proses verifikasi wajah ketat, tidak bisa hanya dari satu foto
  • Fitur terbatas untuk pelanggan AI Pro/AI Ultra usia 18+ (tidak di EEA, Swiss, Inggris)
  • Video maksimal 10 detik, audio hanya bahasa Inggris
  • Setiap video dilengkapi watermark Gemini dan SynthID
  • Kualitas video bagus tapi masih ada artefak dan suara monoton
  • Google masih uji coba fitur editing audio/ucapan

Telset.id – Google resmi meluncurkan fitur baru dalam model AI Gemini Omni yang memungkinkan pengguna membuat video deepfake dari diri sendiri hanya dengan beberapa foto selfie. Fitur ini menjadi salah satu gebrakan terbesar dalam keynote I/O 2026, di mana Google memperkenalkan kemampuan AI untuk menghasilkan video dari berbagai input seperti teks, gambar, dokumen, dan klip video.

Gemini Omni awalnya dirilis untuk pengguna berbayar dengan kemampuan menggabungkan berbagai media untuk menghasilkan video AI. Kini, Google menambahkan fitur avatar yang mampu menciptakan video hyperrealistis dari wajah pengguna. Proses pembuatannya terbilang sederhana dan hanya membutuhkan waktu beberapa menit.

Untuk membuat avatar, pengguna harus melalui proses verifikasi wajah yang ketat. Google tidak mengizinkan pengguna hanya mengunggah satu foto selfie lalu langsung menghasilkan video deepfake. Sebaliknya, sistem memandu pengguna untuk memindai wajah melalui situs khusus Google. Pengguna diminta mengambil beberapa selfie, menggerakkan kepala dari sisi ke sisi, dan mengucapkan beberapa angka. Tidak perlu melafalkan kalimat atau kata-kata tertentu.

Setelah avatar selesai dibuat, pengguna dapat memanggilnya di bagian “Videos” dengan mengetik “@[nama pengguna]”. Proses pembuatan video memakan waktu beberapa menit, dan pengguna akan mendapat notifikasi setelah video siap. Video dapat diputar langsung di aplikasi, disimpan ke galeri, atau dibagikan melalui tautan atau file video.

Fitur avatar ini hanya tersedia untuk pelanggan Gemini AI Pro atau AI Ultra dengan akun pribadi. Selain itu, fitur ini dibatasi untuk pengguna berusia 18 tahun ke atas dan tidak tersedia di Wilayah Ekonomi Eropa, Swiss, atau Inggris. Saat ini, audio hanya dapat dihasilkan dalam bahasa Inggris. Setiap video yang dihasilkan menyertakan watermark Gemini yang jelas dan juga dikodekan dengan SynthID, standar industri baru Google untuk menandai video dan gambar AI secara halus menggunakan metadata yang dapat dilacak meskipun video telah dipotong.

Baca Juga:

Kualitas dan Keterbatasan Fitur Avatar

Setelah menguji fitur ini selama sehari penuh dan menghasilkan serangkaian video, pengamat teknologi mencatat bahwa alat ini bekerja dengan sangat baik. Dalam satu contoh, Gemini diminta membuat video yang memperlihatkan pengguna sedang me-review iPhone 17 Pro dengan kalimat spesifik. Hasilnya, AI berhasil mengeksekusi permintaan tersebut.

Namun, terdapat beberapa keterbatasan yang jelas. Dalam video review iPhone 17 Pro yang diminta, Gemini justru menampilkan iPhone 16 Pro. Di satu titik, objek aneh muncul secara spontan di latar belakang. Meskipun audio terdengar seperti suara asli pengguna, tidak ada ritme atau kepribadian dalam penyampaiannya — hanya suara monoton.

Video yang dihasilkan juga terasa terlalu bersih dan tajam. Rambut tidak selalu terlihat sebagus aslinya. Bagi yang tahu apa yang harus dicari, tidak sulit membedakan bahwa ini adalah deepfake AI, terutama dengan adanya watermark Gemini dan label AI di YouTube. Pertanyaannya, berapa lama kondisi ini akan bertahan? Dan siapa yang akan memeriksa dengan saksama?

Batasan dan Potensi Masa Depan

Saat ini, video yang dapat dihasilkan terbatas hingga 10 detik. Pengguna tidak dapat mengedit atau melakukan perubahan apa pun pada video. Hal ini membuat potensi penyalahgunaan masih relatif kecil. Google menyatakan bahwa mereka masih mengumpulkan umpan balik dan menguji kemampuan pengeditan video untuk mengubah audio dan ucapan.

Perusahaan mengatakan, “dalam hal mengedit video untuk mengubah audio dan ucapan, kami masih bekerja untuk menguji ini dan lebih memahami bagaimana kami dapat menghadirkan kemampuan ini kepada pengguna secara bertanggung jawab.” Ini membuka kemungkinan adanya antarmuka pengeditan interaktif di masa depan. Fitur Terbaru ini bisa memungkinkan pengguna menempatkan diri mereka dalam video yang dapat disesuaikan dengan spesifikasi tepat sebelum disebarluaskan.

Kehadiran fitur ini menimbulkan pertanyaan besar tentang kesiapan masyarakat menghadapi era di mana teknologi deepfake begitu mudah diakses. Dengan berita terbaru tentang dampak AI terhadap layanan Google lainnya, fitur avatar ini menjadi sorotan utama.

Komentar

Belum ada komentar.